KARYA WANITA


Ragam Bakpia. (Foto;Koleksi Pribadi)

KARYA WANITA

Melihat yang unik-unik, yang oke punya, jarang ada dipasaran, dan asli buatan Indoensia, tentu menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung yang melihat beragam stand yang tersebar di lantai 3 dan 4 mall Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan

Rok mini anak-anak. Menggoda!
Lihatlah rok-rok mini untuk anak kecil ini, terbuat dari batik, dilengkapi dengan puring yang dibentuk  renda -renda pada jahitan bagian bawah rok. ehm.... cantik! Modelnya rok balon. Dan stand ini hanya khusus menjual rok-rok lucu ini, dan aksesoris rambut, sperti bandana dan jepit rambut, tapi, laris manis, lo. Harganya Rp.140.000, per satu lembar rok. Ada juga untuk ukuran dewasa, yang dipatok kisaran harga 190.000. Iih, cantik-cantiknya. 

Saya ngiler deh, mau dibeli rasanya..tapi gak pede..karena terlalu mini untuk ukuran badan saya yang lumayan jumbo, hahahaha.. Jadi, ya.. saya menikmati keunikan dan kelucuannya saja.
Seorang anak tengah mencoba rok mini
Selain pajangan rok-rok cantik tadi, ada juga kain asli asal NTT. Banyak banget variasi dan gradasi warnanya. Untuk ukuran kain yang besar harganya berkisar R.1.700.000-an, dan kalau untuk ukuran kain kecil semacam syal panjang, harganya Rp.120.000. Antik, lo... 



Pengunjung sedang melihat-lihat Kain NTT
Kain Khas NTT. Penuh warna!




















Kalau soal baju muslim, batik, dan kebaya modern... hadir juga koleksinya melengkapi stand-stand wirausaha lainnya. 

Corak busana batik Warna pastel. Duh, anggunnya!
Stand busana Muslim
Manekin Busana Muslim
Baju rajut hijau. Kusuka !













 
Selain bertabur batik dan busana muslim, ada satu stand yang menghadirkan baju bahan rajut juga, lo. 

Aw...saya langsung mendekat. Karena, taulah ya, kalau membuat baju rajut itu gak gampang dan ribet. Pastilah perajutnya penuh ketelatenan dan kesabaran. Berbanding terbalik dengan sifat saya yang gak sabaran dan pengennya buru-buru-an, hahahah....

Nah, salah satu baju bahan rajut yang saya suka, yang gambarnya saya pajang diatas tulisan ini,  harganya Rp.700.000.. Ups... gak kukuhlah kantong saya, hahahha...Jadi, ya dengan berat hati terpaksa saya biarkan ia tetap bertengger  dipajangannya, hehehe...

Baju rajut hijau yang berhasil mencuri perhatian saya ini, satu stand dengan koleksi tas-tas cantik dari anyaman, yang dihiasi dengan bunag-bunga rajut, yang menempel pada bagian luar badan tas.  

Tas Kreasi anyam- anyaman. manis!

Dan, stand RYLA SHOP ini merupakan salah satu dari dua stand dengan tampilan dan kreasi unik terbaik, yang dipilih oleh tim Femina, dan diumumkan pada penutupan acara Festival wanita wirausaha 2013.

Eh, ada kebaya juga lo....
Tapi bukan terbuat dari bahan brokat seperti kebaya kebanyakan, tapi ini terbuat dari bahan katun, namun bermodel kebaya.


Kebaya bahan katun
Stand Kebaya




Ada juga pajangan kosmetik yang terbuat dari bahan-bahan alami. 


Jejeran Stand Kosmetik
Salah satu stand produk kecantikan
 Ragam sabun dan perwatan kulit

Ada bingkai foto unik dan bantal-bantal hias nan cantik

Iihh,.....
Gemes deh, ngeliat bingkai fotonya. List bingkainya dibalut motif batik. Dibagian sudut atas frame, dihiasi kain batik yang dibentuk bunga kecil, menambah manis bingkai yang dihadirkan di stand Dreamesh Living, yang juga menjadi salah satu stand terbaik. Memang menarik dan tertata rapi, sih. Pilihan warnanyapun beragam. Nah, harganya kisaran 60 ribu per satu buah bingkai ukuran sedang.

Bingkai foto cantik, mejeng di stand terbaik

Stand ini juga memajang bantal kecil untuk ditaruh di sofa. Ada juga  bantal besar bulat, yang bisa dijadikan tempat duduk.  
 
Bantal-bantal sofa. Cantik..


Stand yang menghadirkan ragam Silver Box. Keren, ah!

Teman saya Dyta, mejeng di stand hiasan tempel

Kalau makanan? ???

Ada juga lo...

Nih..ada kue-kuean...

Bakpia Djogdja, namanya....


Stand Bakpia Djogdja

Ragam bakpia djogdja. Ehmm....
 
Kalau yang ini, kue atau penganan  coklat-coklatan

Stand Marguerite Nougat

Ada juga rendang padang yang sudah dicabik-cabik, hehehe ... 
biar gak sewot gigi kita makannya.
Rendang Uni Farah, namanya...

Rendang uni Farah. Maknyus!

Nah, karena saya anak kos, dan juga suka sama rendang, maka saya belilah jenis kemasan rendang tacabiak, koleksi Rendang Unifara, namanya. Ownernya adalah Reno Andam Suri pemenang 1 wanita wirausaha tahun 2009,  sebuah kompetisi para wanita-wanita yang mempunyai usaha atau bisnis yang laris manis, yang diselenggarakan oleh majalah femina. 

Satu kemasan rendang ukuran sedang bagi saya... ya...Lumayanlah, buat lauk sahur di bulan ramadhan ini, heheh. Jadi, saya gak perlu lagi mikir beli lauk  apa ya buat besok sahur?? Kan sudah ada rendang padang, yang awet dan enak, bahkan  bisa bertahan sampai satu hingga dua bulan... Harganya Rp.140.000

Ragam rendang Uni Farah
Oh ya, rendang Uni farah ini ada beragam pilihannya, lo. Selain rendang tacabiak, yang artinya rendang tercabik (dagingnya yang tercabik-cabik). Ada juga yang namanya rendang Paru,  rendang daging, rendang kentang , rendang udang, rendang ayam, dan rendang pulit hitam. 
 
Sedikit cerita tentang bisnis rendang Uni farah ini, yang saya ambil dari situsnya www.rendangunifarah.com. 

Tahun 2009 lalu, mungkin masih asing bagi kita melihat atau mendengar rendang dalam kemasan? Tapi, itulah bisnis yang sedang dijalankan oleh Reno. Dengan keahlian memasak rendang dan modal lima juta pinjaman dari saudaranya, Reno memulai bisnis tersebut. Rendang Uni Farah ini mengusung rasa tradisional dengan memasak diatas tungku yang dibakar, membuat rasanya lebih istimewa. Mengaduk secara perlahan, proses pengapian yang sangat hati-hati, tak heran kalau proses pemasakannya mencapai sekitar 7 jam.

Mejeng di stand rendang Uni Farah
  Rendang Tacabiak, saya bawa pulang!














 Dimulai pada tahun 2004, usaha ini diawali dengan mengirimkan parcel lebaran unik, yaitu rendang yang dikemas cantik dalam toples. Kemasan ini terus mengalami pengembangan hingga akhirnya tercipta Rendang dalam kantong kedap angin (vacuum packed).
Proses penyimpanan vacuum packed ini yang menjadikan Rendang Uni Farah dapat tahan hingga 3 bulan. Kemasan ini juga bisa untuk penyimpanan frozen (beku)

Usaha ini terus berkembang, sambutan yang diterima juga membuat Rendang Uni Farah semakin dikenal luas. Jika dulu dimulai dengan semua dikerjakan sendiri, sekarang Rendang Uni Farah sudah mempunyai karyawan untuk industri rumahannya ini. Mereka diambil dari lingkungan sekitar, sehingga dapat membantu menyediakan lapangan kerja bagi yang membutuhkan.
Ia percaya produknya dapat bersaing dengan fast food karena cepat atau lambat masyarakat akan kembali ke selera asal, yaitu selera tradisional. Kemasannya pun terlihat menarik dan dapat dibawa bepergian tanpa khawatir minyak akan tumpah. 

Eh, ada buku tentang rendang, lo.!
Eh, ternyata ada bukunya lo tentang masakan khas daerah Sumatera barat ini. 

Judulnya :  Rendang Traveller, yang juga adalah buah tulisan tangan sang pemilik Rendang Uni Farah.

Dan buku ini juga dipajangkan atau dijual di acara wanwirfest, kemarin, lo.  

Nah.....

Karena saya suka sama rendang, sekaligus juga sang pemilik adalah salah satu pemenang wanita wirausaha, maka  saya gak mau ketinggalan tuk mengabadikan kenangan saya di standnya, sambil memegang Rendang Tacabiak kemasan yang saya beli,  hihihihi...

#Edisi narsis bersama rendang.

Foto Bersama karyawan Rendang Uni Farah!

Ehm....Selain membeli rendang, saya juga  penasaran dengan kue lapis bogor, yang si empunya usahanya, ikut berbagi pengalaman tentang bisnisnya, kepada para undangan yang hadir dalam acara tersebut. 


Lapis Bogor Sangkuriang

Stand lapis Bogor!

Nah, menurut Rizka Wahyu Romadhona pemilik Lapis Bogor Sangkuriang, Lapis Bogor Sangkuriang, dibuat menggunakan tepung terigu, tepung talas, gula, susu, telur sehingga membuat lapis berwarna kuning dan ungu, ungu karena mengandung saripati talas, tepung talas juga menghasilkan cita rasa sendiri dengan aroma yang khas dan lapisnya menjadi lembut
Riska,berbagi pengalaman di  Festival WanWir

Saat ini Lapis Bogor Sangkuriang memiliki varian rasa, original, blueberry, keju, strawberry, tiramisu capucino dan coklat. Pemanfaatan Tepung talas sebagai bahan utama, menurut Rizka sebagai wujud untuk mengangkat talas sehingga dapat menambah nilai jual talas itu sendiri.

Keunggulan dari Kue lapis Bogor Sangkuriang selain tekstur yang lembut dengan aroma yang khas, kue ini mampu bertahan empat hari, jika dimasukan kedalam kulkas bisa bertahan sampai 7 hari.
Irisan pertama...yummyy !

Tara...ini dia penampakannya!





 









Saat ini Kue Lapis Bogor Sangkuriang dalam satu hari mampu memproduksi 350 box, perbox dijual dengan harga Rp. 25.000,- untuk semua varian rasa.

Padahal...tau gak.....
Dulu, modal awal ketika memulai bisnis ini, hanya dengan modal Rp.500.000 saja. Kini, omzetnya mencapai, 3, 3 Milyar per bulan, Gilee beneeer. Dahsyatnya ya, kalau bisnis kita sukses. 

Riska ingat, awalnya pertama kali ia menjual kue lapis bogor buatannya kepada tetangga kiri kanan. lantas melebar ke komunitas dan teman-teman kampusnya. Trus gak malu meski harus ngetuk pintu dari dinas ke  dinas. 

Untuk peralatannyapun ia pinjam dari mertua. Namun, kini sudah bisa memetik hasilnya, bahkan berkat usahanya ini, ia  terpilih menjadi pemenang pertama kompetisi wanita wirausaha 2012, femina. Hidiiww....
Kotak  lapis bogor. Warnanya aja bikin ngiler!

Nah, kalau saya tadi berhasil membawa pulang rendang kemasan dan lapis bogor alias makanan semua...heheheh.. 

Tapi, kalau teman saya Wydia Angga, yang juga menemani saya di acara tersebut, beda lagi. Dia membeli sesuatu yang tak bisa dimakan, hehehe. 

Sabun mandi
Ya, ia membeli sabun mandi yang terbuat dari bahan susu domba dan mengkudu, yang berfungsi mencerahkan kulit dan mengangkat sel kulit mati.

Nah, ia juga kepincut dengan sarung atau pembalut untuk gadget tab-nya, plus sendal unik, yang langsung ia pakai ditengah acara, hahahha.. gak sabaran ya..pengen mejeng dengan sandal khas Indonesia. 

 Wydia,  dengan 'bungkus' tab-barunya
Bungkus tab dari kain

















Sandal baru yang langsung dipakai. Cihuy!

Ya, ragam produk asli produksi dalam negeri itu dipajangkan dalam rangakaian acara Festival Wanita Wirausaha 2013, yang diselenggarakan oleh femina dan Bank Mandiri.

Saya, ketika di Wanwir fest 2013

Peserta sedang asyik menikmati kemeriahan Acara

Ah, saya, senang bisa bergabung menjadi peserta undangan, diacara tersebut. 

Eh, banyak lo rangkaian acara femina. tak hanya memajang stand-stand yang berisi produk dalam negeri saja, tapi juga ada fashion show dari karya desainer ternama., ada ilmu tentang hijab dan perawatan kulit juga bahkan. Nah, yang mau tau tentang tips memasak daging, hadir juga lo demo masaknya. Acara yang saya tulis runut disini, adalah acara yang saya hadiri. Tepatnya saya mendapatkan undangan dari femina, setelah mendaftar melalui website dan email.
Masih banyak lagi rangkaian acara yang semakin menyemarakkan festival wanwir 2013, disela-sela transaksi bisnis yang terjadi. Ada workshop hantaran lebaran, Financial Clinic, HAKI, writing clinik dan masih banyak lagi.... 

Tengkyu Femina..
Saya, Bersama Wydia dan mbak melda.

Isi Goody bag femina. Tengkyu...


Wow, banyaknya voucher yang terselip di  goodybag. Big tengkyu!


Sumber foto : 

Koleksi pribadi..

Sumber tulisan : 

- www.rendangunifarah.com.

- http://lapisbogor.blogspot.com/

No comments :

Post a Comment

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?