Mengulik Kecantikan di Pusphita Martha International Beauty School

Kuku-kuku cantik di Pusphita Martha

Melihat aktifitas kecantikan atau mengulik-ngulik wajah seseorang hingga menjadi cantik dan kinclong, sangat menyenangkan. Anda pernah melihatnya? Tentu pernah, ya. Tapi kalau melihat langsung di sekolah kecatikan bertaraf internasional dan diajarkan langsung oleh pakar kencantikan? Pernahkah?

Nah, saya beruntung bisa melihat aktifitas itu di Puspitha Martha  International Beauty School,
Jakarta, Sabtu 6 Februari 2016. Sekolah ini didirikan oleh  Ibu Martha Tilaar sejak 1970. 

Week end lalu, tempat menimba ilmu kecantikan ini sedang Open House, jadi banyak warga yang datang berkunjung. Saya sendiri tiba di sana sekitar pukul 10 pagi. Sudah ada stand kosmetik Mirabella, Caring, Pink up, dll, yang  menyambut tamu dan warga yang datang. Begitu pun dengan stand bazaar yang menjual aneka baju. tas, sepatu, perhiasan, perabotan, dan lain lain. Mereka sudah standby sejak jam 8 pagi.

Lobi Puspitha Martha Beauty Internasional School
Namun, saya tak langsung menikmati bazaar, karena harus registrasi dulu. Tak lama setelah itu, saya bersama 7 orang pengunjung/ tamu menjadi kelompok pertama yang diajak touring bersama pemandu kami dari Puspitha Martha, Mbak Cyntia. Asik, saya gak tau lho kalau bakalan diajak touring, kirain, saya diundang cuma untuk meliput beauty class doang, hehehe. Ternyata, saya justru melihat aktifitas program-program beauty class dan tatanan rambut yang sedang dipelajari oleh siswi-siswi yang bersekolah di tempat ini.

Saat briefing, 
sebelum mengitari Puspitha Martha Beauty Internasional School

Ruang pertama yang diperkenalkan Mbak Cyntia kepada kami adalah ruang penyewaan baju. Ada baju kebaya, pasangan baju pengantin, perhiasan dan lain-lain. Baju sepasang pengantin misalnya, biaya sewanya Rp6.500.000. sedangkan kebaya biasa, berkisar Rp750.000-an.



Setelah itu, kami menuju ke ruangan tempat kelas Photographic and Fashion Make Up International Cibtac Diploma, yang berada  di belakang ruangan penyewaan baju. Menuju ke ruangan ini, kami disuguhkan puluhan bingkai plakat yang yang berisi kenang-kenangan berupa tandatangan dan memori dari beberapa tamu internasional dan pakar kecantikan yang pernah berkunjung ke sekolah ini. Ada yang dari Jepang, Thailand, China, Prancis, USA, Inggris dan masih banyak lagi.

Ini dia jejeran plakat-plakat itu


Setelah melalui jejeran bingkai plakat itu, kami sampai ke ruangan Photographic and Fashion Make Up International. Wow, luas sekali. Seperangkat peralatan make up berjejer menyambut kami. Ada kali 40-an meja rias lengkap dengan alat make up. Saking luasnya dan banyaknya meja rias dalam ruangan, sampai menutupi aktifitas  yang ada di dalam ruangan itu. Ya, dibalik kekacaan meja rias, saat itu tengah berlangsung demo make up Photographic and fashion yang diperagakan oleh model dan make up artis tentunya.  

Ini ruangannya.

Ada sekitar 20 siswi Puspitha Martha yang tengah mengikuti kelas ini. Mereka serius menyimak, tapi santai dan bisa sambil ketawa ketiwi. Sang model yang di make up pun, beneran memakai baju gaun pengantin atau gaun berwarna pink dan ada hiasan di kepalanya. Make up ini, saya lihat lebih ke fashion untuk keperluan fotography, sesuai dengan nama kelas ini.

Kelas ini berlangsung 4 bulan lho. Pertemuannya setiap hari dengan durasi sekitar 6 jam per hari. Saya kira, meski pun 4 bulan, tapi hanya seminggu 2 kali pertemuannya, kayak kursus gitu. Saya lupa, kalau ini adalah sekolah, jadi ya setiap hari masuknya.
Selain itu, setiap dua bulan sekali sekolah ini mengirimkan siswi-siswinya untuk belajar di Prancis, untuk memperkenalkan tradisi kecantikan tradisional ke dunia internasional, serta mempelajari budaya dan kecantikan di negara tersebut. Sebaliknya, siswi Prancis yang belajar ke Indonesia  mempelajari  tata rias, dan perawatan tubuh tradisional Indonesia. Wuih, keren ya... ;))

Jadi buat yang tengah bekerja di suatu perusahaan, jika berminat masuk ke kelas ini, ya kudu ngambil cuti tanpa tanggungan dulu,  atau dipending dulu pekerjaanya, karena sekolah kecantikan ini butuh keseriusan layaknya sekolah pada umumnya.

Nah, ini dia yang sedang dilakukan di kelas ini

Puas ngetem di kelas ini sekitar 10 menitan dan tanya-tanya sama mbak yang memandu kelas tersebut, kita naik satu lantai lagi. Kami menuju ruang Self Image Program. Menurut Cyntia ruangan ini privat. Oh, pantesan saja ruangannya temaram dan kecil, ya, namanya juga self image ya, personal.


Di dalamnya  terlihat puluhan pajangan kuku-kuku palsu cantik yang sudah diwarnai dan digambar sesuai dengan kreatifitas. Ada pula puluhan warna kutek dan peralatan untuk menggunakan kutex atau mempercantik kuku. Karena saat itu sedang tidak ada siswi yang belajar, jadi kami hanya sebentar berada di ruangan tersebut.

Ruang Self Image Program
Ini yang bisa dilakukan di Ruang Self Image Program.

Dari situ, kami menuju keruangan Beauty Spa. Eh, baru masuk langsung melihat dedek bayi berusia sekitar 8 bulanan. Rupanya, bayi ini juga menjadi model untuk spa bayi. Di sebelah ranjang bayi, ada yang tengah belajar praktek pijat/massage, dan disebelahnya lagi ada mbak berhijab yang  tengah serius belajar facial dan totok wajah. Kayak sudah mahir beneran deh, hehehe..
Hai, ada dedek bayi lagi digendong di ruang beauty spa
Asiknya di facial dan totok wajah

Ada 4 bathup yang tersedia di ruangan itu, lengkap dengan bebungaan ala-ala keraton gitu, hehehe... Duh, jadi pengen nge-spa deh.. 

Enaknya berendam manja di sini

Nah, di sebelah ruangan ini, ada yang lagi belajar manicure pedicure. Wah, komplit ya. Jadi Kelas Beauty Spa, memang meliputi praktek-praktek tadi. Waktu belajarnya juga singkat lho, ada yang hanya 10 kali pertemuan.

Hayo siapa yang mau dimenicure pedicure..?

Selanjutnya, kami menaiki lantai 3. Di tempat  ini, kami melihat siswi-siswi muda yang tengah belajar Basic Make Up dan Bridal Make Up Tradisional. Saat kami ke sana, tengah dipraktekkan tata rias Solo Basahan. Duh, langsung pengen jadi pengantin, deh, hihihihi #modus. Saya sempat melihat alis modelnya jadi indah bingit, dan eye shadownya juga bagus, aduhai.

Di sebelahnya, ada kelas tata rambut. Kelas ini dan kelas bridal make up tradisional, satu paket. Tapi kalau basic make up, kelas tersendiri.  


Kelas Bridal Rambut Tradisional
Mbak yang baju hitam adalah pengajarnya
Wah serius nih tamu yang melihat bridal make up tradisional

Terakhir, kita naik naik ke lantai 3A atau lantai 4. Oh ya, setiap kali naik tangga, selalu ada lukisan model dan art yang dipajang di dinding tangga. Cantik deh melihatnya, seperti gambar di bawah ini...

Kami numpang mejeng, ya..


Nah, di lantai ini adalah kelas Hair Dressing.

Masuk ke ruangannya, jejeran rambut-rambut punk dan modern hasil kreasi siswi sekolah ini memanjakan mata. 


Maaf ya, saya harus foto dulu dengan tatanan rambut-rambut keren ini... :D

Rambut gue diginiin? Bisa bangets..

Menurut pengajarnya, siswi yang belajar di kelas ini, pertama-tama berkreasi dengan rambut palsu dulu. Setelah oke, barulah demo langsung di rambut beneran, alias di kepala orang, hehehe. Iya, dong karena ini berurusan dengan rambut  yang bakal dipangkas atau dikreasikan dan  tumbuhnya bakalan lama, jadi gak mungkin praktek langsung di model asli. Soalnya, kalau mereka salah potong, gimana? Bisa nangis bombay deh salah potongan rambut, hehehe...

Masnya sedang menjelaskan tentang si rambut punk :))
Ih, cakep deh nih rambut

Rambut-rambut yang menjadi pelampiasan siswi ini adalah rambut  binatang atau buntut kuda. Ada juga rambut sintetis atau rambut buatan. Macam-macam deh hasil kreasi dan warna-warni cat rambut yang bisa mereka lakukan. Kami juga diperlihatkan peralatan untuk mengutak-atik rambut, banyak banget deh...


Nah, belajar pake wig dulu ya

Usai mengelilingi sekolah kecantikan ini, kami diberikan waktu istirahat sebelum mengikuti Beauty Class ala Pusphita Martha. Saya manfaatkan kesempatan ini untuk menikmati bazaar. Beraneka rupa bazaarnya, yang dijual pun murah meriah. Baju anak-anak saja ada yang lima ribu rupiah. Ada pula perabotan kayu yang berbentuk wadah perhiasan, wadah tisu, dan lain-lain dijual seharga Rp10.000-50.000-an. Sementara, brand Mirabella juga menawarkan diskon. Saya beli satu lipstik color fix merah marun plus dikasin poach wadah kain. Lumayan hehehe... 


Stand Produk-produk Martha Tilaar

Ini salah satu yang dijajakan di bazaar

Oh ya, di deretan stand di dekat pintu masuk, ada juga meja rias yang diperuntukan untuk siapa saja yang mau touch up alias bermake-up ria.  Saya pengen sih, tapi berhubung perut sudah lapar, jadi melipir dulu untuk santap siang. Area food courtnya persis di sebelah gedung Puspitha Martha, jadi gak capek jalan. Waktu saya makan di sana, siswi-siswi sekolah ini juga banyak lho yang santap siang di tempat murah meriah ini. Saya tahu kalau mereka adalah siswi Puspitha Martha, ya dari seragam baju yang mereka pakai. Nah,  disebelahnya lagi, ada stasiun kereta api Gondang Dia. Jadi, kalau mau ke tempat ini, patokannya stasiun ini saja :))

Beauty Class

 
Usai santap siang, sesi selanjutnya adalah beauty class untuk pengunjung. Yey, senangnya bisa diajar make up oleh trainer Pusphita Martha. Kami belajar di ruang Photographic and Fashion Make Up International, yang saya katakan tadi. Masing masing pengunjung diberikan seperangkat alat make up PAC dan duduk di meja rias keren itu. Kami menuruti arahan dari trainer untuk melakukan langkah demi langkah dan didampingi dua orang siswi Pusphita Martha. 


Peralatan make up untuk beauty Class

Mulai dari membersihkan wajah dengan susu pembersih, toner, dan dilanjutkan  memakai alas bedak padat dan  setelah itu memakai bedak padat.


"Pakai bedaknya ditepuk-tepuk, ya," ujar sang trainer.

Kenapa harus ditepuk bukan diusap? Menurut dua orang siswi yang mememani saya,  agar hasilnya bagus dan garis garis wajah tidak “jalan-jalan” dan bedak pun tidak menumpuk.

Selanjutnya kami diajarkan membaurkan step by step mengulas eye shadow dan memakai maskara. Saya baru tau kalau memakai maskara itu, harus “diucek-ucek” dari akar bulu mata, agar maskaranya lengket dan bulu mata jadi terlihat banyak. Lah, selama ini saya kalau pakai maskara, selalu alon-alon mengikuti bentuk bulu mata dan tak pernah diucek-ucek, hihihi..

Trus, saat mengoleskan blush on, PAC menawarkan blush on padat, jadi pakai tangan mengoleskannya, bukan pakai kuas. Kata mbaknya, kalau blush on padat lebih lengket dan awet..


Belajar jadi beauty

Selanjutnya, saat sesi membentuk alis, saya ditawarkan oleh dua mbak cantik ini untuk melukisnya sendiri. Pas saya coba, mereka langsung bilang : “Nah, kalau mau bikin alis, harus dibingkai dulu, baru setelah itu diarsir.” Oh, begitu, saya baru tahu, kirain pake alis langsung diarsir saja gituh. Tapi, kalau urusan pakai lipstik, saya mah bisa sendiri dong hehehe...Setelah sesi beuaty class selesai, saya dan beberapa teman rombongan kelompok pertama selfie dulu yauw, menikmati wajah yang lagi cantik.


Senangnya bisa belajar beauty class di Puspitha Martha. Meski selama ini saya suka dandan, ternyata ada beberapa hal yang saya belum tau tehniknya, masih butuh ilmu ternyata, ya. 


Sudah cantik belooonn?

Beauty class yang berakhir sekitar pukul 2 siang ini adalah sesi terakhir dari rangkaian open house yang saya ikuti hari itu. Tapi, eitsss, bukan bearti acaranya selesai. Untuk yang datang rada siang atau sore, masih bisa diajak touring dan mengikuti beauty class pukul 4 sore hari, lho. Dan yang ingin menikmati bazaar, masih terus lanjut juga sampai senja.

Nah, mau merasakan seperti yang saya alami? Mau ikutan beauty class dan touring di Pusphita Martha? Masih ada kesempatan satu hari lagi Open House di tempat ini,
Jl. KH Wahid Hasyim 19-21 Jakarta Pusat, Sabtu, 13 Februari 2016. Silahkan datang mulai jam 9 pagi.

Makasih ya Puspitha Martha International Beauty School dan Blogger Reporter Indonesia BRID atas undangan dan pengalaman serunya. Masih bolehkan saya datang lagi? #eh...


Kita sudah di make up semua nih..
 

32 comments :

  1. Jadi intinya Puspitha Martha ini khusus untuk orang-orang yang mau belajar make-up ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentunya Wida, tapi selain kelas make up dan rambut, mereka juga ada sekolah bisnis atau School of Business, lho. Biar klop dan komplit, karena biasanya orang yang belajar make-up kan biasnaya membuka usaha kecantikan juga, toh..?

      Wida tertarik? hehehe

      Delete
  2. kalau lulus dari program ini ... tampil lebih charming dong ...
    paling ga tampil lebih pede kalau untuk di foto2 dan pose fotonya sudah lebih advance .. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, tau aja mas, iya dong kalau sudah belajar kelas kecantikan, harus lebih pede, karena lebih charming dan cantik,hehehe

      Delete
  3. Aaa ini sekolah kecantikan impian aku >.<

    Kawaii-diary98.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kesampaian bisa sekolah di sini mbak Airin, hehehe

      Delete
  4. Bisa belajar mempercantik diri ya dikelas kecantikan.. Aku paling gak bisa membentuk alis.. Hasilnya selalu beda yg kiri sama kanan..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi mbak, seneng deh bisa ikut beauty class Puspitha Martha :))

      Delete
  5. rambahan ilmu dan pengalamannya semakin membumi dalamsoal kecantikan di Puspita Martha mah bukan sembarangan ilmu yang di dapetinnya juga kan yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yo mas, kurang lama touring dan ngobrol sama temen-temen puspitha Martha, kalau gak, pasti lebih banyak lagi deh ilmu yg didapat,hehehe...

      Delete
  6. Make up - foto -upload; pokoknya hepi aja deh mbak ahhahhahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. happy week end deh di Pusphita Martha, hehehe

      Delete
  7. Cocok ni buat yang suka bersolek :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoih, cowok juga boleh kalau mau ikutan touring di tempat ini atau belajar make up, siapa tau mau buka salon, iya kan, hehehe

      Delete
  8. produk ini udah legend banget...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoih, dari kita belum lahir sudah eksis ini produk ya mbak, hehehe

      Delete
  9. Produk kesukaan emak gue nih mbak, hahahaha...
    Udah lama banget berarti yaa :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoihhh, bahkan kini produknya bermacam-macam, dan tetap dibawah satu bendera Martha Tilaar.. :))

      Delete
  10. boleh nih bisa disarankan ke para wanita di kampung hehe

    ReplyDelete
  11. you can definitely do a lot here ya mba..seruu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi mba, kurang puas malah, pengen nambah...karena mau ngulik-ngulik trainer dan kelasnya lebih lama tapi terbatas waktu, hehehe..

      Delete
  12. wah, keren ini buat mempercantik diri, bisa jadi panduan :) tks mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoih, lumayan dapat ilmu ttg kecantikan, hehehe

      Delete
  13. aku dah pernah ke sana hihii tapi wawancara mb wulannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga ketemu sama mbak Wulan dan Ibu Martha, mereka datang melihat suasana open house juga. Tapi eh tapi aku gak sempet foto, huhuhuuh... #nyesel

      Delete
  14. Aku ngga sempet muter - muter huhuhuhuhu. Seru ya, kelasnya banyakkkkkkkkkk. Serius jadi pengen sekolah disitu hihihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho, kenapa gak sempet muter-muter, apa datangnya kesiangan ya..? hehehe..smg kesampaian sekolah di sana ya, kan dirimu emang hobi make up ya, hehehe

      Delete
  15. kalau diundang lagi ajak-ajak aku ya mba heheh

    ReplyDelete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?