Jalan-jalan ke Sarongge, Semakin Dekat Dengan Alam dan Masyarakat

Alam Sarongge, kala senja...

“Siapa yang mau pesan sayur..? Ada wortel, labu, sawi, lobak, terong, dan banyak lagi deh...” begitu kata salah  rombongan kami, saat kami hendak  menginggalkan Sarongge.

 Ya, setiap kali kami kesini, oleh-oleh sayur dari petani Sarongge, tak pernah luput. Sayur itu dari perkebunan organik bebas  pestisida yang dikelola warga. Segar, hijau dan montok dan begitulah penampakan sayur yang kami bawa. 

Sayur Sarongge

Oh ya, pernah mendengar nama desa ini..?  

Desa Sarongge adalah salah satu tempat kawasan wisata yang ada di Cianjur, Jawa Barat, dekat dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango TNGGP. Tempat ini adalah salah satu kawasan favorit  kantor saya saat mengadakan jalan-jalan atau ghatering khusus karyawan kantor.

Tujuan utama kami setiap datang kesini, selain berkemping ria di kaki Gunung Gede Pangrango dan mandi air terjun, kami juga selalu menanam pohon. Saat beberapa bulan lalu ke tempat ini bersama teman kantor, itu adalah kunjungan saya kali ke dua. Sedangkan, temen teman yang lain, sudah lebih dari 6 kali bolak balik ke desa yang adem ini. Bahkan ada yang sudah tak terhitung berapa kali mereka menginjakkan kaki ke desa ini.

Mari bernyanyi di area camping ground

Lho...ngapain jauh-jauh kami datang ke sini untuk tanam pohon...?

Kami kan tinggal di Jakarta..?!

Eits,  antara satu provinsi dengan provinsi lainnya,  saling berkaitan, Kisanak. 

Alam, tak bisa dipisahkan. 

Maka, di mana pun kami berinvestasi untuk bumi dengan menanam pohon, itu adalah tempat kami juga, tempat kita. Jika kelak pohon yang kami tanam itu telah besar, maka ia akan menghijaukan lahan,  menghasilkan oksigen, menyerap air  dan berpartisipasi mencegah banjir. 

Satu pohon yang kami tanam, dampaknya luar biasa untuk menyelamatkan bumi dan manusia. Bukan hanya untuk warga Sarongge saja, tapi juga untuk manusia yang ada Jakarta, Bogor, Tangerang, Banten dan semuanya. Tau kan, kalau selama ini Jakarta, disebut-sebut sering mendapat kiriman banjir dari Bogor saat musim penghujan? Nah, itu dia, di manapun kita berada, alam tempat kita tinggal saling berhubungan.

Untuk menanam pohon-pohon ini, kami harus menanjaki bukit. Capek memang, tapi seru. Jalan-jalan setapak yang licin dan kecil membuat kami terpeleset. Tapi itulah letak kebahagiannya....

begini jalan setapaknya

Sekitar 40 menit perjalanan, kami sampai di area tempat menanam pohon...

Nah, sudah tiba di lokasi penanaman bibit pohon. yey!

Yeyeye, wahai pohon, semoga dirimu  tumbuh subur ya, Hon !

Rombongan kami membawa sekitar 50 bibit, rombongan lainnya pun tak kalah banyak. Nah, karena bibit pohonnya banyak, sedangkan orangnya terbatas, jadi satu orang kebagian menanam 3 sampai 6 pohon. Pohon yang kami tanam, salah satunya  adalah pohon rasamala.

Di tempat ini, dalam enam tahun belakangan, ada 38 hektar area yang berhasil ditanami dengan pohon endemic, hasil dari adopsi sekitar  1000 orang. Adopsi pohon ini sejak awal memang dimaksudkan untuk merehabilitasi areal taman nasional yang terlanjur menjadi kebun sayur.

Ya, dulu, area tempat kami menanam pohon ini adalah areal pertanian lho, tempat petani menaruh harapan akan bibit-bibit sayurnya. Namun, karena ini masuk area Taman Nasional, maka hal itu tak diperbolehkan lagi. Sebagai taman nasional, maka seharusnya areal tersebut dipenuhi aneka ragam tanaman sehingga menjadi hutan primer. Bumi pun jadi terjaga

Petani-petani yang sudah puluhan tahun bertanam di kawasan tinggi itu pun harus rela turun gunung, dan menutup lahannya. Karena, jika lahan tersebut tetap dijadikan areal pertanian, maka ia tak mampu menahan bobot air. Hutan pun jadi tandus. Kini beberapa dari petani-petani itu, bertani dengan menanam tanaman organik. Hasilnya, ya itu tadi, sayur sayur yang kami beli untuk oleh-oleh pulang ke Jakarta.

Nah, jika petani saja rela berkorban dan rela kehilangan lahannya demi kelestarian bumi, mengapa kami tidak meneruskan perjuangan mereka dengan ikut menanam pohon dan mengenal tempat ini lebih dekat..?

pertanian warga
Kami melewati  pertanian kol dan daun bawang..

Usai menanam pohon, kami melanjutkan perjalanan untuk masuk ke hutan. Wow, siapa bilang hutan itu seram..? Gak lah, justru adem, dan bisa bertemu dengan pepohonan dan bunga cantik yang berkhasiat. Tau gak, dalam hutan ini kami  bertemu pohon yang usianya sudah 200-250 tahun, lho.

Namanya pohon Ki Hujan. Ini adalah salah satu pohon endemik yang paling tua di hutan Sarongge. Saking besarnya diameter pohon, diperlukan 10 orang dewasa untuk memeluknya. 

Kami pun membuktikannya, seperti gambar di bawah ini...

Memeluk Pohon Ki Hujan.. Yey..!

Kalau kawasan ini tak dikawal, bisa saja ada tangan-tangan iseng yang membabatnya. Untunglah teman-teman dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango selalu memantau kawasan ini, sehingga hutannya masih tetap  terjaga. Ah, kangen dengan kanopi yang lebat, jejak kaki hewan,  daun-daun kering  berserakan, suara-suara jangkrik, dan libasan kadal yang bersembunyi. Semua itu cuma ada di dalam hutan.

Semakin ke dalam, semakin terasa oksigen yang luar biasa dan udara yang bersih. Saya baru menyadari, kenapa hutan disebut sebagai paru-paru dunia, ya, karena oksigennya yang begitu berlimpah. Tak heran, bagi yang suka menebang hutan, akan dihujat dan di cegah habis-habisan, karena sama saja dengan mematikan kehidupan alam, hewan  dan manusia.

Namun sayang, sekitar 50 meter  menjelajah hutan, kami menemukan beberapa sampah, seperti  plastik mi kemasan, du..du..du...masih ada yang buang sampah di dalam hutan. Kata Pemandu kami, itu adalah sampah orang-orang yang berburu, jadi mereka masaknya di dalam hutan. Nah, karena gak mau hutan jadi kotor, kami punguti lho sampahnya, biar hutannya bersih. Karena kami merasa ikut memiliki.

Saat keluar dari hutan, kabut menyambut...

Semakin sering kami kesini, semakin erat hubungan dengan warga Sarongge. Kami bisa ngobrol dengan warga saat mengunjungi saung tempat warga berkumpul. Saung ini sering mengadakan kegiatan. Dari rembug warga,  talkshow bersama pejabat daerah,  dan pelatihan ketrampilan warga. Hasil pelatihan itu, dipajangkan atau dijual di saung. Salah satu bentuk kerajinaan itu, misalnya kerajinan tangan membuat bros dari kain perca, celengan dan asbak dari batok kelapa, tas dari bekas plastik kemasan, bunga dari bekas botol plastik dan  sebagainya. 

Di Saung Sarongge

Saat kesana sekitar 4 bulan lalu, sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir ke saung dan ikut  membantu ibu ibu sarongge menganyam plastik bekas kemasan untuk dijadikan tas dan tikar. Ternyata susah bro menganyam itu, hihihi..

Nah, ini kami sedang belajar menganyam plastik kemasan sachet
Nah, kalau ini lagi mau belajar bikin sabun sereh



Ya, tempat ini bukan hanya sekedar untuk jalan-jalan semata, tapi ada unsur edukasi, pertemanan dengan warga dan petani, mengenal alam lebih dekat dan ada rasa ikut memiliki. Ada rasa di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung.
Tumbuh rasa menghargai, menghormati, mencintai dan memiliki ketika berada di kawasan yang bukan tempat kita tinggal.  So, mensupport apa yang dilakukan oleh warga setempat, dan ikut membantu menggerakkan perekonomian mereka,  di situ lah rasa bahagia menggeliat...

------------

“Nah, ini sayurnya sudah datang. Wah, segarnya,” celetuk salah satu rombongan kami.

Usai membayar sayur segar yang diwadahi dengan anyaman bambu itu, kami pulang kembali ke Jakarta dengan membawa hasil bumi dari Sarongge. Suatu saat nanti, jika kami kembali lagi ke tempat ini, mudah-mudahan pohon yang kami tanam sudah semakin meninggi. Dan InsyaAlloh, kami akan menanam pohon lagi, karena bumi Sarongge adalah bumi kami, juga bumi Anda. 

Saat turun dari Gunung Gede Pangarango...

Read More

Pesona Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015

Veloz

Hai, Anda suka mobil sporty dan stylish? Nah, kemarin saya sudah cuci mata menikmati sesuatu yang gaya dan berkelas. Meski belum kesampaian bisa punya mobil sendiri,  tapi terjebak dalam keindahan kendaraan roda empat yang  keren penuh warna warni berkilau,  bikin daku jadi  ngiler.

Ya, saya bisa menikmati mobil-mobil keren  itu karena saat ini tengah berlangsung  ajang  GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang. Saat saya kesana pada Minggu (23/8/2015), pameran ini sudah berlangsung selama 3 hari, dan akan berakhir pada 30 Agustus 2015. Ada banyak tenant dan merk mobil yang menghadirkan pesonanya di ajang ini.

Begini suasana GIIAS 2015

Tempat ini merupakan pusat ekshibisi dan konvensi dengan luas area terbesar di Asia Tenggara, lho. Hallnya saja ada 10, dan semuanya berukuran raksasa. Dilengkapi dengan satu Convention center yang megah dan 33 meeting room yang dibangun di atas total area 220.000 m2. Untuk saya yang baru pertama kali mengunjungi pameran mobil terbesar ini, layak sekali kalau  ICE  ini  bisa membanggakan Indonesia di mata dunia.

Meski penuh perjuangan dari Jakarta untuk mengunjungi Bumi Serpong Damai, Tangerang selama 2 jam, namun bisa mencicipi ajang mewah dan keren ini,  membayar semua perjuangan saya, hihihi... Saat sampai di ICE, saya masuk melalui Hall 10. Berbekal ID card blogger yang kece badai, membuat saya bisa keluar masuk tanpa harus dibatasi waktu.

ID CArd mumpuni di GIIAS  2015


Suasana langsung adem saat memasuki hall yang langsung menyuguhkan seni keindahan mobil-mobil menawan, yang didampingi  Pretty Girl atau SPG muda, segar dan ramah. Angan saya pun melayang mengingat jaman masa kuliah dulu yang juga pernah menjadi SPG salah satu kendaraan. Memakai high heels tinggi sambil berdiri berjam-jam, menang sesuatu sekali, tapi, bagi saya, rasa capai itu terobati dengan melihat antusias pengunjung yang mengagumi kendaraan yang saya gawangi kala itu. Tsaahh..bahasanya, digawangi, hahahaha.....

Tetap tersenyum meski memakai high heels..:)




Ya, sama seperti antusiasnya pengunjung yang saya lihat di GIIASS 2015 kemarin, ramai bukan main, semakin siang, semakin padat. Gonjang-ganjing rupiah yang anjlok, tak menghalangi niat pengunjung, untuk memanfaatkan ajang ini sebagai refrensi untuk menentukan pilihan kendaraan yang tepat.

Ya, kalau bukan moment pameran seperti ini, mana bisa hunting mobil sampai puluhan merek dan ratusan desain itu, plus menikmati gadis-gadis ramah dan tim marketing yang siap mengarahkan Anda jika ingin bertanya lebih detail tentang si mobil yang menggoda hati.

Silahkan mengambil brosur Toyota type apa pun di meja ini..



Ngomongin soal menggoda, warna merah metalik kinclong, mencolok mata saya saat bertemu dengannya di area Toyota. Stand Toyota berada di sisi kanan hall 10. 

Auw, rupanya begini penampakan mobil yang pernah saya dengar beberapa hari terakhir. ..

Ya, Grand New Veloz..

Mobil ini berputar-putar di tapakkan panggungnya sepanjang pameran berlangsung,  menarik hati untuk diamati. Veloz merupakan varian tertinggi di keluarga Avanza, lho. Jadi, andai kalau berhasil memilikinya, sesuatu sekali.

Ini dia Grand New Veloz yang stylist












Saya mendekati Grand New Velos...

Duduk di dalam kabinnya, terasa sekali kursinya yang empuk, kemudi yang mantap dan desain dashboard yang elegan. Saya melihat ada layar touchscreen CD berukuran 6,1", DVD, AM/FM radio tuner, USB, fitur Bluetooth dan iPod. Eh, di gagang setir sebelah kiri, difasilitasi dengan  pengontrolan sistem audio, lho. Jadi, kalau pengemudi mau mencari frekuensi radio, menyalakan DVD atau memutar lagu favorit, tinggal menggeserkan jari jemari yang cantik di setir, maka musik atau volume yang diinginkan akan sesuai dengan keinginan. Jadi, pengemudi tetap bisa fokus.






Desain baru Shift knob

Dan, ups, seatbeltnya ternyata dipasangkan untuk semua kursi, lho, termasuk kursi baris kedua dan belakang. Bahkan untuk kursi bagian tengah, ditambahkan juga satu seatbelt lagi, untuk meningkatkan keamanan,  jadi jumlahnya ada 7. Nah, jika pengemudi dan penumpang tidak mengenakan seatbelt, maka akan ada peringatan. Suara peringatan itu pasti bikin brisik, karena front passenger seatbelt warning akan menyala. Jadi, daripada  kuping sakit karena mendengar nada "marah", mending, ya dipasang aja seatbeltnya. Kan, untuk keamanan kita juga.

Seatbelt di kursi tengah
Lebih aman jika ada seatbelt

Mobil ini bukan hanya stylish, tapi juga memberikan kenyamanan dengan kabin yang dirancang kedap. Jadi, tak perlu takut suara brisik dari mesin kendaraan lain atau dari suara-suara disekeliling. Ini membuat kenyamanan berdobel ria, karena kita gak terganggu dengan polusi suara. Iya, yang dikatakan polusi itu bukan cuma debu atau asap saja, tapi suara pun termasuk polusi dan mengganggu fungsi telinga. Bagi yang tinggal di Jakarta, sumpeknya kemacetan di pagi atau sore hari, kalau berada di dalam mobil yang nyaman, lumayan rada berkurang betenya.

Ruang kabin


Selain itu, performance mesinnya Grand New Vetoz juga menghadirkan fitur ABS (Anti-lock Braking System) yang memberi proteksi penuh kepada penumpang. Sistem ini mengontrol kendaraan jika terjadi pengereman mendadak. Sementara, untuk melindungi penumpang dari benturan samping, Side Impact Beam, juga siap menjaga Anda. Tak hanya itu, demi menjanjikan keamanan hadir pula Fitur keselamatan lainnya, seperti dual SRS Air Bag. Fitur ini untuk mencegah cidera fatal saat terjadi benturan.



 
Nah, siapa yang suka travelling dengan membawa mobil, atau seminggu sekali nengokin anak yang mondok di pesantren dengan membawa barang yang banyak? Kini, tak perlu ribet lagi dengan kabin yang  padat. Karena, kursinya bisa diatur, lho, kang mas... Iya, kursi deretan kedua dan ketiga bisa dilipat. Jadi ada ruang yang kosong dan lega untuk menaruh barang. So, ucapkan selamat tinggal untuk bagasi yang sempit dan bikin kardus jadi penyok, hehehe..

Nah, kursinya bisa diliipat, jadi lega, kan..

Ini  penampakan bagasi Veloz Putih


Mobil untuk keluarga stylish ini, juga memperhatikan penampakan luar, seperti  desain Grille Grand New Veloz yang membuat mobil nampak gagah dan berkelas. Karena posisi grillenya tinggi, Toyota mengklaim, mobil ini lebih bandel ketika harus menerobos banjir tanpa mengganggu mesin. Bahkan, mesin terbarunyapun dual VVTi,  irit bahan bakar. 
 
Keindahan lainnya, adalah pada desain velg ban Veloz, begitupun dengan panel dan body yang sporty dan berkarakter. Cantik deh. Cocok kalau saya yang memakainya buat pulang kampung, hehehe...
 



Desainnya lampu pun diperhatikan Toyota.  Untuk lampu depan atau headlamp, dirancang baru, panjang dan berlekuk mengikuti desain mobil. Desain lampu depan yang gagah ini, bertambah kece saat dipadu dengan new Fog Lamp Garnish. Sementara lampu belakangnya (New Rear Lamp Design), hadir dengan tampilan baru yang menambah gaya dan sporty. 

Eh, ada pula tambahan lampu rem bagian belakang mobil, lho. Jadi kalau di malam hari, lebih efektif pantulkan cahaya yang berpadu dengan warna bodi mobil. Ada pula New Projector Headlamp Design kombinasi projektor halogen.

  
 
 



Aw, merahnya....membaraaahh....



So, mobil dengan exterior dan interior stylish dan trendy lifestyle ini, tentu banyak yang tertarik. Ada dua  type yang ditawarkan, yaitu Veloz 1.3 cc dan 1.5 cc dengan transmisi AT/MT. Pilihan warnanya ada 4, merah, hitam, putih atau silver. Tapi, di pameran GIIAS, hanya ada dua warna Veloz yang ditampilkan, merah dan putih. Karena warna merah itu mencolok dan cantik, jadi saya dekati si dia, hehehe

Hai, banyak lho yang intip-intip Grand New Veloz di GIIAS 2015 kemarin gak cuma orang tua, ABG dan anak kecil pun kepengn naik mobil ini, seperti gambar di bawah ini..





Hayoo..sudah di cek mesinnya...?
Numpang nampang di depan Grand New Veloz yang stylish

Grand New AVANZA yang Fungsional.

Di dekat Grand New Veloz, adapula Grand New Avanza berwarna biru dan coklat metalik. Selama ini saya melihat mobil Avanza itu, kalau gak silver, ya hitam. Tapi kali ini, Toyota menghadirkannya dengan warna yang mencolok, namun sedap dipandang dan lebih sporty. , saya pun mengulik pesona Grand New AVANZA. Kalau dilihat sepintas, tampilan keduanya mirip. Pun dengan kenyamanan yang dihadirkan, seperti kabin yang kedap, seluruh kursi yang dilengkapi seatbelt, kursi belakang yang bisa dilipat hingga multi fungsi menjadi bagasi yang lapang. MPV Indonesia banyak kelebihan juga, lho.

AVANZA, salah satu MPV terbaik Indonesia, cocok sekali digunakan sebagai mobil keluarga Indonesia. Mau dipakai liburan, menemani saudara yang wisuda, atau kondangan bareng teman-teman? Ataaau...cuma sekedar buat borong barang belanjaan? Boleh saja, tetap gaya, kok. Apalagi, warna Grand New AVANZA itu cantik banget, cokelat metalik dan biru elegan. 

Grand New Avanza

Salah satu hal yang membuat Grand New AVANZA  semakin fungsional, karena kursinya yang bisa dilipat satu persatu sesuai kebutuhan. Aih, buat saya yang suka pindah-pindah kos, cocok banget ya kalau menggunakan mobil yang satu ini. Dan yang berbeda lagi, dari Grand New AVANZA ini adalah bangku dibagi menjadi dua bagian, karena ini pengaruh dari adanya seatbelt yang dipasang pada sisi tengah bangku.

Tak hanya dari segi kenyamanan saja, tetapi segi keamanan pun ditingkatkan oleh Toyota. Ya, Avanza generasi baru ini menggunakan teknologi rem ABS yang menjadi kelengkapan standarnya. Rem cakram berventilasi di roda depan ini, akan membantu performa deselerasi Avanza agar selalu dalam kondisi oke. Ada pula fitur Side impact beam, yang berguna untuk melindungi ketika terjadi benturan di samping. Tuh, ini mobil yang cocok untuk Indonesia, ditengah banyaknya pengemudi yang tak memperhatikan rambu lalu lintas yang bisa merugikan orang lain.

Menjajal...



Ya, sama seperti Grand New vetoz, pesona  Grand New AVANZA juga diklaim anti mogok saat banjir banjir, karena engine hood nya, kini posisinya di atas, jadi bisa melindungi mesinnya.
Tersedia pula dua pilihan mesin , yaitu kapasitas 1.300 cc dan 1.500 cc.  Dan satu lagi keunggulan Avanza, irit bahan bakar, karena dibekali mesin terbaru bertekhnologi Dual VVT-i ,ini juga yang menjadi pertimbangan untuk menjadikan mobil ini sebagai mobil fungsional untuk keluarga.

Dan penting juga nih, mobil fungsional ini juga dilengkapi dengan key immobilizer yang bisa melindungi mobil dari orang nakal alias si pencuri bandel. Jadi, pada kunci mobil Avanza terkini, diberi sebuah chip yang bisa membuat modul layaknya komputer. Ini berfungsi untuk mendeteksi kecocokan kunci yang digunakan. Jika kunci yang digunakan tidak klop, maka mesin tidak akan menyala. Pencuri pun akan kecewa. 


Nah, Anda juga ingin merasakan sensasi dan pesona Grand New Vetoz dan  Grand New AVANZA..? Atau sudah siap mau membelinya, silahkan melipir ke GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang, mumpung belum 30 Agustus 2015.

Nah, yang ingin review kedua mobil ini juga, silahkan ikutan lomba blognya disini Hadiahnya bikin  cenat cenut deh.


Grand New Avanza  yang semakin menawan...

Sbr :- http://www.toyota.astra.co.id/ReviewVelozAvanza/
-http://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/news/apa-saja-yang-membuat-avanza-baru-lebih-aman-dan-nyaman/#news
Read More

Semakin Tau dan Bijak Mengelola Keuangan Berkat Safir Senduk

Saatnya belajar Kelola Keuangan...



Karena setiap wanita itu adalah calon ibu rumah tangga yang harus mengatur keuangan, maka kudu mencari tau bagaimana cara mengelola keuangan yang hemat dan smart. Baik mengelola uangnya sendiri atau juga uang dari suami tercinta..:)) Maka, beruntunglah saya tak perlu repot mencari tau hal tersebut. Karena, ilmu yang saya butuhkan, sudah saya dapatkan pada acara "Bijak Mengelola Keuangan" bersama Safir Senduk dan Sunlife Financial, Sabtu (1/8/2015) di Cafe XXI. Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
 
Belajar untuk bisa mengelola keuangan itu memang kudu telaten dan serius, tapi gak ngebosenin. Untunglah Sunlife financial jeli memilih nara sumber yang jago tapi santai dan penuh humor, untuk berdiskusi bersama blogger terkait hal ini.

Yup, Safir Senduk, Sang Perencanaan Keuangan yang sudah tersohor sejak saya masih SMU dulu, mengajarkan hal ini kepada sekitar 100-an blogger dengan santai dan penuh tawa. Acara pun meriah dan gak bikin ngantuk. 

Safir Senduk, Perencana Keuangan (foto: @sunlife_id)

Namun, sebelum lelaki yang wajahnya mirip presenter Nico Siahaan ini membeberkan ilmunya, kami diajak dulu untuk mengenal Sun Life Financial lebih dekat.

Sun life financial adalah salah satu perusahaan asuransi paling dipercaya di dunia. Lokasi kantor pusatnya ada di Toronto, Canada. Di Indonesia, PT. Sun Life Financial  hadir sejak 1907, namun karena adanya perang dunia kedua 1942, akhirnya perusahaan ini keluar. Butuh puluhan tahun untuk kembali lagi ke Indonesia. Hingga pada1995, perusahaan ini pun  beroperasi lagi di negeri tercinta ini. Sunlife juga hadir di China, Malaysia, Filiphina, Vietnam dan masih banyak lagi. Kini, Sun life financial memiliki 28.515 karyawan.

"Blogger bisa mengubah Indonesia, karena tulisannya dapat dibaca banyak orang," begitu kata Elin Waty, Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia, saat memberkan alasannya mengapa pihaknya mengundang para blogger untuk hadir pada acara tersebut.  Selain itu, tujuan acara ini memang untuk financial literate. Menurutnya, seseorang bisa sejahtera kalau sudah mapan secara financial.

Nah, nantinya dengan pengalaman blogger mengelola finansial, bisa disebarluaskan dan menjadi informasi yang baik bagi masyarakat. Temu blogger ini, juga untuk menunjang program pemerintah OJK tentang edukasi keuangan. 

 Elin Waty, Direktur dan Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia


Elin Waty yang mempunyai pengalaman bidang asuransi selama 21 tahun ini menambahkan,  perusahaan ini bisa bertahan sampai ratusan tahun, karena mereka peduli  pada kesejahteraan nasabah. Hai ini sesuai dengan Visi PT. Sun Life Financial Indonesia untuk menjadi salah satu dari 10 perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia. Dan misinya adalah membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finansial.
            

Mari Kita Belajar Mengelola Keuangan Bersama Safir Senduk


“Menurut anda, di antara Karyawan, Profesional dan Pengusaha, manakah yang paling kaya?" Begitu pertanyaan Safir Senduk membuka obrolan bareng blogger yang tergabung dalam beberapa komunitas itu.

Hayo...mana yang paling kaya?

Saya  sih dalam hati sudah sudah menebak, kalau yang paling kaya adalah yang tabungan atau investasinya paling banyak. Ternyata benar... meski banyak blogger  yang menjawab yang paling kaya adalah pengusaha, tapi menurut Safir, kekayaan tidak dilihat dari popularitas, penghasilan atau banyaknya barang konsumtif yang dimiliki. Jadi, yang paling kaya adalah yang paling banyak investasi.

Namun, untuk menentukan seberapa rajin Anda akan berinvestasi, karakter pribadilah yang mempengaruhi perilaku keuangan Anda. Misalnya, yang suka menyenangkan orang lain, maka ia suka mentraktir. Yang suka motor, biasanya akan beli otomotif dan modif, dan yang suka bercermin atau dandan, tentulah suka selfie dan akan memilih smartphone yang mempunyai kamera mumpuni. Ini mah saya banget, hehehe...

Apa karakter Anda..?


Nah, karakter sangat ditentukan oleh apa yang ada dalam kepala kita, yaitu otak. Ada otak kanan dan juga otak kiri, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Otak kiri, berhubungan dengan logika dan otak kanan berhubungan dengan Insting. Namun  keduanya sama pentingnya, asal kita tahu kapan untuk menggunakan ke dua fungsi otak ini.

Menurut Safir, problem yang dihadapi oleh orang yang sering memainkan otak kiri, kadang terlalu serius, tapi positifnya adalah orang tersebut jadi disiplin. Sementara orang dengan otak kanan, kalo misalnya tak jadi  membeli baju bisa gak bisa tidur, lho.... waduh..

Nah, karena saya seorang blogger dan karyawan, tentu  memerlukan kreatifitas, konsep dan  gagasan. So, bisa disebut saya masuk kategori yang sering menggunakan otak kanan. Kalau Anda....? 

Ini isi otak Anda..:)


Mengatur Cashflow

Ngomongin soal mengelola keuangan, bagaimana cara Anda selama ini mengatur cashflow atau arus masuk uang dari penghasilan yang didapat ? Nah, cara Anda mengelola hal ini, sangat menentukan, Anda masuk kategori golongan apa dalam soal mengelola keuangan..?

Safir menjelaskan, kalau penghasilan  dan pengeluaran sama besarnya atau penghasilan dihabiskan semua untuk pengeluaran, maka Anda termasuk golongan orang miskin. Misalnya pendapatan Anda  Rp.5 juta  perbulan, maka yang keluar pun Rp 5 juta dalam satu bulan itu, tentu saja Anda tak akan punya tabungan, makanya jadi miskin, hehehhe

Jika penghasilan anda disisihkan untuk membeli barang konsumtif (baju, sepatu, gadget, make up) dan sisanya untuk menutupi pengeluaran wajib seperti bayar sekolah anak, bayar listrik, biaya makan,  dan lain lain, maka Anda termasuk golongan orang menengah.

Nah, Anda adalah golongan orang kaya, jika menyisihkan penghasilan untuk investasi (emas, tabungan,  saham dll) kemudian baru memikirkan untuk membeli barang konsumtif dan sisanya untuk pengeluaran wajib. Yey!

Susahkah mengatur cashflow ini..? Nah, ada kiatnya agar pengeluaran kita berada di koridor yang benar.


Tiga kiat dalam mengelola keuangan 




1. Miliki Investasi Sebanyak Mungkin.

Kira-kira apa investasi yang menarik minat Anda..? Saham, emas, properti, barang elektronik, kendaraan atau barang mewah seperti tas branded yang dikoleksi oleh banyak artis..? Nah, menurut Safir Senduk, tidak ada investasi yang baik dari investasi yang lain. Lagi pula investasi itu bergantung selera dan tujuan ya, Tapi,  kalau bisa carilah investasi yang memiliki kelebihan lebih banyak dari investasi yang lain.

Nah, di bawah ini adalah investasi yang disarankan oleh Safir Senduk.

a} Saham di Pasar Modal

Saham adalah surat tanda kepemilikan pada sebuah  perusahaan. Dengan memiliki saham, Safir mengibaratkan sama seperti memiliki bisnis atau perusahaan, tanpa harus  repot membangun dari awalnya dan tak perlu repot terlibat dalam bisnisnya. Ada dua keuntungan Investasi saham, yaitu pembagian laba dari perusahaan tersebut atau Deviden dan jual beli untung modal atau Capital Gain.

Deviden perusahaan adalah pembagian laba yang di dapat oleh perusahaan dan kemudian dibagi ke para pemegang saham, sedangkan capital gain adalah nilai yang didapatkan ketika  menjual saham dengan harga lebih tinggi dari harga beli.

Safir menyarankan, ketika berinvestasi dengan membeli saham, jangan terlalu berharap pada capital gain, tapi berharaplah dari deviden perusahaan. Jika anda mengharapkan deviden, artinya Anda sudah membeli saham dari perusahaan yang baik dan dalam jangka panjang. Dengan begini, Anda bisa lebih tenang, tidak tegang serta lebih fokus. Iya, karena Anda tak perlu setiap hari harus melihat harga saham yang bikin jantung cenat- cenut.

Saya juga kepengen punya saham euy.. :)




b} Investasi Via Manajer Investasi

Investasi Via Manajer Investasi ini, artinya investasi dimana uang Anda dikelola oleh pihak ketiga yang ahli dalam investasi. Ibaratnya, Anda punya pakar investasi yang bekerja untuk Anda.

Biasanya, investasi dengan Manajer Investasi ini produknya berupa ReksaDana atau Unit Link. Produk Reksa Dana dikeluarkan oleh Perusahaan Aset Management. Sedangkan, unit Link dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi dimana didalamnya mengajak Manajer Investasi. Namun, kini baik Reksa Dana maupun Unit Link, bisa Anda dapatkan di bank.

Bagaimana cara memilih investasi lewat Manajer Investasi?

Perhatikan reputasi perusahaan manajer investasi atau perusahan asuransinya. Ini bisa dilihat dari berapa lama perusahaan itu berdiri, sudah berapa banyak perusahaan itu melewati gelombang naik turunnya perekonomian? Jika dia perusahaan asuransi, maka semakin tua semakin oke. Jangan lupa, lihat juga siapa saja orang yang ada di belakangnya.

Terus, perhatikan kemana dia berinventasi? Yang bagus adalah jika mereka membeli saham infrastruktur dan ritel. Lantas, bagaimana prestasi di masa lalu perusahaaa tersebut..? Ini juga perlu dicari tau. Jika pernah mengalami pasang surut di masa lalu, cari tau apa alasannya. Ini semua untuk meneguhkan pendirian kita untuk menanamkan investasi di tempat tersebut atau tidak.

c] Investasi  Properti atau Real Estate

Membeli rumah, termasuk salah satu pilihan investasi yang saya inginkan, meski belum terwujud, sih. Mengapa saya suka dengan investasi ini ? Nah, ada 2 keuntungan investasi properti, yaitu bisa dijual kembali atau disewakan. Dan harganya akan terus  naik di masa mendatang. Tapi, kekurangan investasi properti adalah tidak mudah dijual kembali, karena harganya yang mahal. Kalaupun nanti terjual, menurut Safir, itu adalah bonus. 

Rumah impian.. (foto : desaindenahrumah.com)
Nilai properti ditentukan oleh beberapa hal, seperti  faktor lingkungan, sudah pernah direnovasi atau belum? Kemudian, lokasi, keadaan pasar, kondisi properti, dan usia properti, juga akan menjadi penentu nilai jual properti.

Jadi, Safir menyarankan jika ingin membeli properti, lebih baik disewakan saja agar mendapatkan keuntungan. Ada tips dan taktik lho untuk menyewakan properti, yaitu, menyewakan dengan frekuensi sewa pendek (perbulan, perminggu atau harian) dan disewakan ke  banyak tenant, seperti  dibuat kos-kosan. 

"Semua akan indah, jika ada duitnya "
_Safir Senduk 

By the way, dengan banyak pilihan investasi, ada juga yang iseng menawarkan investasi bodong.. Ini patut diwaspadai, jangan sampai Anda tertipu. Ciri-ciri investasi bodong, itu antara lain :

- Penawaran bunga yang sangat tinggi, siapa yang tak tergiur..?
- Memberi janji hasil cash bulanan
- Mereka menjamin Anda tak akan rugi
- Anda akan dapat bonus jika mendapatkan member baru
- Jika Presentasi, skemanya tak masuk akal atau tidak jelas.

Nah, itu tadi soal investasi sebagai bagian dalam mengelola keuangan. Bagaimana untuk menyiapkan dana untuk masa depan..?

Aha, semakin dalam penjelasan Safir Senduk, bukannya bikin ngantuk malah para blogger semakin antusias.  Pembawaan Safir yang santai dan tak membosankan, membuat suasana makin ramai. Saya yang duduk paling belakang saja seriuuuus menyimak. Terkesan, ia tak sedang mengajari kami, tapi seolah mengajak diskusi dan tanya jawab ala sesama teman.  

Setiap kalimat yang dikeluarkan oleh pria kelahiran 42 tahun ini,  langsung di live tweet kan oleh para blogger. Kebetulan, aksi live tweet ini juga dilombakan. Hashtag #Lebihbaik diikuti mention @SafirSenduk dan @sunlife_id  bertaburan siang itu. Adapula yang repot mencari posisi yang pas, agar bisa memotret slide show yang ditayangkan safir. Cakep-cakep sih gambarnya, hehehe...  

Begini suasana saat belajar kelola keuangan bersama Safir Senduk. (foto: @sunlife_id)


Lanjut lagi ya....

2. Siapkan Dana Untuk Masa Depan.

Hai hai, untuk Anda yang belum menikah nih, kudu siapkan dana untuk menikah dari sekarang. Saya sudah melakukannya lho dengan membuat tabungan berjangka di bank, jadi tak bisa sesuka hati mengambilnya. Tabungan yang saya pilih adalah yang berjangka 2 tahun. Setiap bulan, saya menyisihkan setengah dari gaji saya untuk dipotong secara autodebet oleh bank yang bersangkutan. Jadi selama kurun waktu itu, saya harus ngerem dan hemat. Ya, gak apa-apa, demi tercukupi kuota biaya pernikahan yang diinginkan. Tau dong ya biaya pernikahan itu gak murah, jadi memang kudu dicicil dari sekarang nabungnya. Lagi pula kalau kita sudah punya modal untuk menikah, orang tua dan saudara akan senang karena tak merepotkan mereka.  Betul tidak..?


 "Yang tampan akan kalah sama yg mapan :)) "
Safir Senduk

Trus, habis menikah, perlu beli rumah dong ya. Hah? Cuma rumah doang? Tentu bareng isinya juga kan.? Nah, ini dia lumayan megap megap, sudahlah harga rumah mahal, eh belum lagi mikirin beli isinya, sofa, lemari, kulkas, spring bed dan sebagainya, Tapi, tenaaaang.... kita bisa membeli rumah dengan cara kredit, kok. Karena, kata Safir nilai rumah akan naik, dan bunga kredit dari pembelian rumah itu sendiri, masih lebih kecil kalau kita bandingkan dengan harga rumah di tahun-tahun selanjutnya. 


Kita hidup di negara yang suka menilai seperti inikah..?

Meski begitu,  banyak juga nih, yang kalau sudah punya uang banyak, lebih memilih membeli mobil dulu daripada rumah. Mungkin terpengaruh dengan anggapan masyarakat, kalau mapan itu, bisa dilihat dari seseorang itu sudah punya mobil atau belum. Padahal, tidak demikian.  Apalah artinya punya mobil, kalau rumah masih ngontrak, dan ngos-ngosan untuk menutupi biaya perawatan dan membeli bahan bakar yang tak sedikit itu. Mendingan, uang untuk DP beli mobil digunakan untuk DP beli rumah. Kalau sudah punya rumah, barulah berfikir untuk membeli mobil. Kenapa? Karena kalau kita beli rumah dari sekarang, maka setiap tahun nilainya akan naik, jadi tak perlu ditunda membeli rumah. Beda dong dengan mobil, yang nilai jualnya justru semakin turun. 

Nah, kalau sudah menikah, yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah dana untuk Pendidikan Anak. Ini juga perlu dipersiapkan sejak dini, mengingat semakin tahun biaya pendidikan semakin meroket.  Apalagi, untuk jurusan tertentu, seperti kedokteran  biayanya lebih mahal. 

Ini tiga jurusan kuliah yang biayanya mahal.


Kalau dana pendidikan untuk anak sudah mulai dicicil, pikirkan pula dana untuk hari tua/ pensiun. Anda tak mau kan ketika tua nanti masih sibuk bekerja juga.? Enaknya sih, kalau sudah tua itu ya santai santai aja dirumah. Tapi Anda tak akan bisa bersantai kalau tak punya tabungan atau investasi masa pensiun sejak dini. Memperluas dan menjaga networking juga perlu, lho, terutama jika ingin mendirikan bisnis.

Saya sudah kepikiran untuk berbisnis atau punya usaha "Cafe Pempek". Saya melihat, rata-rata orang yang tinggal di Jakarta dengan berbagai suku, suka dengan makanan khas Palembang ini. Selain itu, pembuatannya juga gak ribet dan bahannya mudah didapat. Jika usaha ini  sudah maju dan lancar, tinggal merekrut karyawan, dan kita bisa mencicipi aliaran dana masuk setiap bulannya, hehehe...


 3. Oh, Pengeluaran... Bagaimana Mengaturnya? 

Haduh, andaikan hidup ini tak ada pengeluaran, asik kali ya..tapi tak mungkin, selagi manusia hidup, ya akan ada kebutuhan, keinginan dan  nafsu. Karena hali ini, kadang kita rela mengeluarkan rupiah untuk mendapatkan hal yang kita inginkan tadi. So, jangan banyak gaya deh, kata Safir itu bisa bikin kita jadi tertekan seperti hukum newton, hahahaha...

Nah, agar pengeluaran tak membengkak dan membuat Anda menumpuk hutang, ada taktiknya :  

1. Jangan boros dan cari tau di mana si boros..?  

Ehm....yang lebih boros itu cewek apa cowok..Hayo..?

Saya sih, mengira cewek yang lebih boros, karena sering belanja dan rajin masuk toko, hehehhe.. Tapi, menurut Safir, wanita dan laki-laki itu sama borosnya. Bedanya adalah wanita sering belanja tapi rajin nawar dan biasanya mencari barang yang harganya murah, bila perlu diskon. *Iya banget*. Tapi, kalo laki-laki, memang jarang belanja, tapi sekali belanja biasanya barang yang dibeli harganya mahaaal dan malas nawar. Betuuul...!! Ada teman laki-laki yang seperti ini. Dia beli sepatu saja harganya satu juta, beli  jam tangan, seharga 7 jutaan. Dalam dua tahun, bisa dua kali dia beli jam tangan dengan harga sebesar nominal itu. Walah.... Kalau cewek  mah mending beliin baju, emas, lemari atau barang elektronik, biar ketahuan  mahalnya... atau beli motor sekalian.

Nah, untuk itu kita harus tau, hal apa sih yang membuat kita boros..? Lantas, kurangi keborosan itu perlahan-lahan. Biasanya wanita boros dipenampilan, dan pria boros dihobi. Jadi kita harus mengendalikan keinginan, agar hidup ini indah dan gak banyak hutang :)

2. Kendalikan keinginan kita. 

Karena itu, kita harus belajar mengendalikan keinginan dengan memprioritaskan mana pengeluaran yang wajib dan tidak.
Pengeluaran WAJIB
Ini adalah pengeluaran yang memang harus  kita keluarkan, seperti bayar kos atau kontrak rumah, bayar sekolah anak, bayar listrik, PAM, tagihan, hutang kredit dan kebutuhan makan bulanan. Kalau pengeluaran wajib ini tak kita keluarkan, seperti membayar tagihan atau hutang kredit, walah, bisa terkena konsekuensi finansial berupa denda, lho. Jadi, ini kudu dinomorsatukan. Karena dengan adanya denda, akan menambah beban pengeluaran kita.



Biarpun saya belum ada tanggungan, saya tetap hemat, lho. Untuk memilih kosan saja, saya pilih yang biaya sewa perbulannya Rp. 500.000, seperti yang saya katakan tadi. Ada ya di Jakarta harga kosan segitu? Lha, saya buktinya, walau jarang ada sih, hehehe. Alhamdullilah saya beruntung bisa dapetin tempat kos  yang murah, pinggir jalan dan dekat dengan segala akses. Memang sih, gak pake AC, tapi pakai kipas angin doang. Gak masalah, yang penting disediakan kasur dan lemari oleh ibu kos. 

Soale, sayang kalau cuma untuk kosan saja harus mengeluarkan uang sampai Rp.1 juta. Kalau gaji saya 10 juta mah, mungkin  bisa saja ya,  hehehe. Untuk menghemat pengeluaran transportasipun, saya memilih kosan yang jaraknya berdekatan dengan kantor. Cukup jalan kaki 5 menit ke kantor, sampai deh. Jadi uang yang dihemat dari ongkos transport saya guanakan untuk pengeluaran  kebutuhan lain.

Pengeluaran karena  BUTUH
Ini adalah pengeluaran yang jika tak dikeluarkan pun,  ya Anda tidak terkena konsekuensi finansial kok,  namun memang ada fungsi yang terhenti. Seperti contoh,  kebutuhan pulsa untuk ber sms ria, bertelpon cantik atau untuk memenuhi kuota internet setiap bulannya. 

Pengeluaran karena INGIN 
Nah.. ini dia nih... Pengen ini dan itu di  luar kebutuhan wajib dan butuh. Misalnya, ingin liburan, ingin beli gadget yang canggih, ingin beli baju yang model terkini yang mahal agar terlihat oke dan sebagainya. Dia selalu muncul dan muncul. 

So, kalau saya ingin membeli baju baru misalnya, saya alihkan pikiran saya dengan mengingat bahwa lemari di kamar kos saya sudah penuuuh, hingga tak cukup lagi kalau mau nampung baju-baju yang baru. Bahkan, ada beberapa baju yang jarang saya pakai. Dengan begitu, setan penggoda pun akan pergi dengan sendirinya..:)

3. Jangan lupa, prioritaskan pengeluaran yang utama.  

Untuk meredam keinginan dan keluar jalur, kita harus melakukan prioritas pada keuangan. Misalnya, jika ada cicilan motor, rumah dan peralatan elektronik, maka  sisihkan 30 persen dari pendapatan setiap bulan untuk melunasinya, kalau tak mau terkena denda, seperti yang saya katakan tadi.  Jika biaya untuk cicilan sudah disisihkan 30% atau 40% jiika kita mencicil rumah, maka  tabungan dan investasi, plus premi asuransi pun harus disediakan pos khusus, minimal 10%  dari penghasilan kita.  Sisa dari semua pos-pos itu, sekitar 50% adalah untuk biaya hidup kita.

4. Memiliki asuransi pun diperlukan lho.  Untuk membayar preminya, bisa diisihkan 10 persen dari penghasilan per bulan. Dengan memiliki asuransi, kita bisa membayar pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya tidak terduga, seperti biaya rumah sakit. Gak murah kan ya kalau sudah masuk rumah sakit..? Satu malam saja berapa ratus ribu, belum biaya obat, pemeriksaan dokter, ongkos transport keluarga  yang bergiliran menunggui dan sebagainya.

"Asuransi itu ibarat payung. 
Payung tidak menjamin hujan tidak akan turun, tapi akan menjamin kalau kita tidak akan basah jika turun hujan...."
Safir Senduk

Nah....kalau semua hal di atas sudah dirinci dan diperhitungkan masak-masak, hati hati nih, jangan sampai prioritas perincian kita tadi dirusak dengan nafsu untuk membeli barang konsumtif, dengan alasan mumpung lagi diskon..

Apalagi nih, kalau lagi jalan ke mall, berhati-hatilah dengan yang namanya SALE atau diskon, karenaaaa......

" Gak semua sale adalah sale."
Safir Senduk

So,  jangan khilaf kalo liat diskon 40%+30%, kalau dijumlahkan sih emang 70%. tapi sebenarnya itu adalah jebakan diskon, yang kalau dihitung secara persenan,  diskonnya cuma 58%. Wajib menjaga hati, mata dan nafsu, kalau lihat penawaran seperti ini. 

Ah, teringat dengan pelajaran ilmu ekonomi masa kuliah dulu, dikatakan oleh dosennya, kalau hal ini disebut "Psikologis Harga". Sama hal nya dengan jejeran nominal angka untuk harga  Rp.999.999. Selintas, harganya adalah Rp.900 ribuan, tapi ternyata itu mendekati 1 juta. Wew..ngeri ya..

So, kalau kita berhasil  mengendalikan keinginan, maka fokus kita tinggal kepada biaya untuk kebutuhan dan kewajiban saja. Dengan begini, hidup bisa aman tanpa harus terbayang-bayang bakal ditagih debt collector.... atau mesti nahan malu sama teman karena sering meminjam uang..:)

“Hidup itu indah...! 
Yang bikin ribet itu adalah tagihan-tagihannya.” 
Safir Senduk
 
Begini suasana acara yang sersan, serius santai.

Yay, mengikuti obrolan seru bersama Safir Senduk dan Sun Life Financial,  saya jadi semakin tau dan bijak mengelola Keuangan. Saya banyak salah kaprah selama ini, namun ada pula beberapa hal yang sudah tepat saya lakukan dalam mengelola keuangan dan mengerem nafsu,  agar saya bisa punya tabungan dan menghindari hutang.

Meski di acara keren ini, saya gagal mendapatkan smartphone merk terkini karena gak ikutan kuis dan gak menang live tweet, plus namaku gak muncul di doorprize, tapi ilmu dari Safir Senduk, sudah menjadi hadiah bagi saya, karena membuat saya semakin bijak mengelola keuangan.


Foto bareng Witha dan Mia, teman satu kursi, usai acara..

Read More