Buku anak-anak diselipin shabu-shabu






Ada-ada saja cara orang untuk menyelundupkan narkoba masuk ke Indonesia melalui bandara. Kemarin (Rabu, 15 April), petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menunjukkan bagaimana cara penyelundup narkoba ini mengelabui petugas.

Salah satunya, ada yang memasukkan narkoba jenis shabu di buku anak anak. Itu lho buku anak-anak yang ada gambar buah-buahan, hewan-hewan atau cerita-cerita soal dongeng gitu deh. Bungkusan shabu-shabu tadi diselipkan di antara halaman buku anak tadi. Ehmm.. mau dibilang kreatif gitu..?


Begini penampakan selipan shabu di buku anak.

Eh, ada pula yang memasukkannya melalui jalan belakang alias dari dubur.. yaelah…
Selama ini kan, kita taunya para penyelundup narkoba menelan barangnya, trus pas keluar melalui kotoran saat buang air besar BAB, baru deh dicomoti itu barang yang terselip di “selonsongan kuning”. Alamak... kebayang gak betapa jijiknya sodara sodarah. Tapi, ya demi rupiah, demi dollar, demi bath, demi ringgit, mereka rela melakukan itu.

Beberapa tahun lalu, saat saya tes kesehatan sebagai syarat untuk masuk kerja di kantor yang sekarang, pihak rumah sakit meminta sample tinja. Ya, buat diteliti gitu, kalau kalau saya ada penyakit yang bisa berpengaruh kepada pekerjaan. Ups...., itu tinja, kudu saya congkel sedikit untuk dikasih ke RS. Jijikkah saya saat mencongkel sedikit bagian dari tinja saya? Duh, gak usah ditanya, pasti sudah bisa jawabkan ?

Nah, apa kabarnya ya yang beneran ngubek-ngubek tinja demi mencari benda yang bernama narkoba itu..? Oh…gak mau ah ngebayangiinnya..

Nah, cara lain menyelundupkan narkoba yang saya baru tau, itu tadi. Itu barang langsung dimasukkan ke dalam dubur. Aeh mak..apa gak ngerasa sakit? Atau risih gitu..? Sepanjang perjalanan dalam pesawat pula mereka merasakannya. Ulalala…

Para pelaku yang tertangkap tangan membawa barang haram di Bandara Soekarno Hatta itu, tak hanya dari Indonesia. Tapi juga dari Kenya, Thailand, Malaysia, China dll. Total ada 11 tersangka, dari yang muda hingga bapak-bapak, plus satu orang wanita. 

Ini 11 pelakunya..

Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta mengerahkan 3 anjing pelacak setiap harinya guna memeriksa barang masing-masing penumpang. Jadi tok cerlah ya pelacakannya, hehehe.. Apalagi, petugasnya/polisinya yang mengawal para pelaku kasus narkoba kemarin itu, ganteng-ganteng lho. Yuhu, cuci matalah ya saya kemarin melihat yang gagah-gagah, wkwkwwk…

Eh…tapi…sudah tau pengawasan di bandara itu ketat sekali kalau untuk urusan penyelundupan narkoba,  masih ada aja yang bandel menyelundupkannya. Pikir mereka, “Ah, siapa tau beruntung lolos” du..du..du..

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro (pakai rompi) sedang menunjukkan barang bukti

Nah, tau gak total narkotika yang diamankan, kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, yang ikut jumpa pers kemarin,  seberat 15,8 kilogram. Total  estimasi barang bukti itu, kalau dirupiahkan mencapai  Rp31,61 miliar. Wow! Uang segitu, kalau dibangun rumah, sekolah atau membuka usaha,  sudah dapat puluhan rumah dan perusahaan tuh..

Tapi, kalau digunakan untuk nguyah barang haram, apa yang didapat? Cuma rasa senang sesaat? Trus berujung pada kematian?

Hidiihh, gak keren banget pake narkoba…! 

60 comments :

  1. Dari yang dihukum mati sudah banyak, ditembak mati juga banyak, Narkoba bikin orang ketagihan, semoga yang baru saja coba-coba narkoba, segera meninggalkan nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengedarnya sudah tau hukumannya akan seperti apa kalau ketahuan, tapi tetap saja gelap mata dengan berbagai alasan :(

      Delete
    2. kalau bisa sih lebih sadar kalau SEHAT itu MAHAL, jangan dihimbau untuk semua sahabat blogger untuk tidak mengenalnya, apalagi kalau sampai coba-coba, soalnya narkoba ini punya ilmu pelet yang sangat dahsyat, siapa yang ingin mengenal pasti akan langsung jatuh cinta.

      Delete
  2. Apa???tinja???ih...pake diubek ubek segala....nggak tahan mbak...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiiiii...mending ngubek duit ya mbak daripada ngubek tinja demi mencari narkoba..;D

      Delete
  3. jadi inget dulu setiap sebulan sekali pasti bahas tetnag narkoba di kelas BK...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ouw, tentu fasih nih informasi soal narkoba mak Hana, hehehe

      Delete
  4. MasyaAllah...miris rasanya dengan kejadian itu... buku anak pun dijadikan media utk menyelundupkan narkoba... Jangan ada ampun lagi utk orang2 pengedar narkoba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. segala cara dilakukan mbak... idenya selalu muncul...ntar nyelundupin melalui alat apa lagi mereka..?

      Delete
  5. Semakin ditekan, semakin banyak cara menreka membuat cara lain.... duh bahaya...

    ReplyDelete
  6. Ampun dah, semuanya demi uang. Narkoba dan uang emang ga bisa dipisahin ya mba. Sedih juga liat kenyataannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi..sediih.... narkoba dan uang jadi duel yang di jagoakn bagi mereka.

      Delete
  7. jijik banget kayanya ngumpetin di dubur.hehe
    berarti narkoba yang sering dikonsumsi para narkoba itu bau yah mba.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiii, bukan jijik lagi... dubur itu kan tempatnya si tinja bermuara, hihihi

      Delete
    2. hehehe, saya baru tau ngumpetin yang gituan didubur, tapi kok bisa ketemu juga yah, polisi memang hebat deh..

      Delete
  8. bner mba tambah creatif ini para pelakunya, tpi sebaik-baiknya menyimpan bangkai pasti aakan tercium juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi...bau bangkai menusuk emang, hehehe

      Delete
  9. miris rasanya dengan kejadian itu.
    ada 1 orang wanita pula yang jadi pelaku aduh

    ReplyDelete
  10. Terima Kasih ATas infonya.....
    Salam Kenal Dan Salam Sukses.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali, salam kenal juga..;)

      Delete
  11. sepandai-pandainya tupai meloncat, sabu itu ketahuan juga (kata si sule di Ini Talkshow)

    kebayangnya sabu dalam buku anak-anak itu ketahuan setelah ribuan buku lainnya lolos....hadeuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmmm.... iya ya, ini baru yang ketahuan, apa kabarnya yang lolos melengggang.?

      Delete
  12. rasanya sekarang makin variatif ya mb penyelundupannya...hmmmm harus banyak bebenah nih pihak hukum

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi..kudu diperketat disegala bidang ya pengawasannya.

      Delete
  13. Sampai segitunya, ya (dicampur dengan tinja).

    ReplyDelete
  14. klo cara ini dah gagal, pasti para pelaku bakal mencari cara lain yang lebih creatif kya di campur dengan beras hahah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu pernah terjadi sabu di campur dengan beras, tapi ketahuan juga.

      Delete
    2. oh ya..campur beras..? du.du..du..aya aya wae..

      Delete
  15. Masih aja usaha -_-
    logikanya udah nggak berfungsi lagi kali tuh yak...

    ReplyDelete
  16. ada2 aja ni pengedar...aksi nekatnya terkadang tidak manusiawi

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju niel...kadang tuh gembong narkoba malah gak punya rasa kasihan sama orang....lebih baik kalau dapat gebukin aja beramai-ramai

      Delete
    2. Hai Daniel, Hai Dinan...semakin nekad, maka sisi kemanusiawianpun disingkirkan oleh pelakunya...;(

      Delete
  17. tuh penyelundup malah gak kreatif banget mbak....kalau kreatif pasti bisa lolos kan? aneh ya jaman sekarang mabok dicari. kalau jaman dulu mabok di obatin. mana sabu dimasukkan dalam buku anak-anak lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihhihi, Mbah dinan bisa saja, jadi ini masih kurang kreatif yak. hihihi...yuk, kembali ke jaman dulu, yang gak ada yang namanya shabu, dan teman-temannya..;)

      Delete
  18. Dilakukan dengan berbagai cara. Semoga petugas (dengan berbagai alatnya tentu) selalu jeli dan menemukan cara-cara itu. Anak bangsa ini tidak rusak oleh hal begituan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga mas...semoga makin banyak yang tertangkap dan makin banyak pula yang sadar...Amin..

      Delete
  19. Asstagfirullah kasihan sekali ya kalau sampai anak-anak yang menemukan

    ReplyDelete
  20. Kalau ingin menghancurkan suatu bangsa maka rusaklah generasi mudanya, tampaknya penghancuran bangsa indonesia mulai membidik dari akar rumput. Kasihan calon generasi pelanjut, tugas pol anti narkoba semakin berat juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. weits, ngeri nih kata-katanya mas, hehe ..
      Tapi bener, kita sdh dibidik dari akar rumput.. Inilah tantangan polisi dan penegak hukum..;)

      Delete
  21. Hadoooh para pengedar ini ga khatam-khatam yak...di kasi hukuman mati, sebelumnya harus ngubek2 t*nja

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, mereka gak akan khatam mungkin, kalau gak bener2 tobat dan sadar sesadar sadarnya..:)

      Delete
  22. Mungkin masa kecil mereka kurang bahagia mbak...

    ReplyDelete
  23. Belom lama ini ada juga Brownies isinya ganja di Blok M, dapat info kata adikku juga di daerah cempaka putih ada narkoba jenis kertas yang dijual sm abang" mainan yang dihirup" sama anak" dijajahkan di SD" mba, abis dihirup" tuh anak tidur di kelas :( Miris banget dengernya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku jg denger berita brownis itu mbak, lah...ada pula muncul narkoba jenis kertas, toh..?weleh--weleh...

      Delete
  24. Ya ampun.. Cerdik banget pengedar narkoba ya, Mbak.. Ngga kepikiran bakalan diumpetin ke situ :(

    ReplyDelete
  25. Aduuuh mba ada cerita joroknya juga nih artikel x___x tapi itu juga demi kabikan dan kesehatan mbanya juga ya :D

    ReplyDelete
  26. waduh harus lebih berhati-hati lagi donk :)

    ReplyDelete
  27. hmmm....aduh aduh ada aja ya Mak akalnya untuk menyelundupkan barang haram yg satu ini....

    ReplyDelete
  28. Modus baru yang sempet heboh kemarin tuh
    nyampur narkoba dalam bahan pembuat kue.

    sama ada yg sabu di taruh dalam permen

    yg gitu kn bahaya kalau anak-anak yang makan.

    ReplyDelete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?