Toilet Tanpa Semprotan Air, Bikin Linglung.

Bingung, linglung/serba salah dan mau marah rasanya kalau masuk toilet (duduk), eh gak nemu selang semprot untuk bersih-bersih setelah buang air kecil atau besar. Okelah, kalau gak ada selang, tapi, biasanya ada kan toilet yang nyediain  saluran air di dalam closetnya. Itu tuh,  saluran air yang bisa diputar. Bisa diatur pula mau kencang atau tidak semburan airnya berdasarkan arah putaran tadi.

Tapi, si putaran air pun tak saya temui.  Eng ing eng.... kesal dan bingung mulai menyergap. Gak mungkin dong mesti keluar  toilet dulu, untuk minta bantuan sama karyawannya buat minjem gayung. *helanafas*

Kan ada tisu..? Iya, tisu sih tersedia. Tapi, apa cukup dibersihkan cuma dengan tisu doang ? Helloow, kita orang Indonesia, bro, gak bisa kali bebersih buang hajat cuma pake tisu. Apa bersih? 

Setelah beberapa waktu berfikir gimana caranya untuk bebersihan, akhirnya, saya ambil tisu gulung yang ada dalam toilet. Saya lipat 3 tisunya, trus saya basahi dengan air wastafel. Untungnya si wastafel tersedia di dalam toilet. Tisu yang basah itulah yang saya gunakan untuk membersihkan hadas. Tapi kok, tetap gak enak ya rasanya, meski saya melakukannya berulang-ulang. 

Aroma terapi di toilet
Hmmmm....masih berfikir lagi, yo wes, terpaksa ngambil air dari wastafel yang saya tumpahkan  di telapak tangan, baru deh di bersihkan. Dan itu juga mesti berkali kali dilakukan, oh… sungguh merepotkan.

Itulah yang saya alami beberapa hari lalu saat menghadiri acara keren dari perusahaan ternama di resto & cafĂ© elit yang berada dikawasan SCBD, Jakarta Selatan. Sialnya, saya sampe 3 kali masuk toilet itu, karena pengaruh AC ruangan  yang lumayan dingin, jadi beser. Ya, berarti 3 kali juga kerempongan bebersih hajat tanpa selang semprot itu, duh!

Meski di dalam toilet dihadirkan aroma terapi yang wanginya aduhai, tapi, apalah artinya aroma yang menyejukkan itu, tapi selang semprotan air gak tersedia. Wadah sabun  yang diletakkan di wastafel juga elegan, seelegan pelayan resto yang sigap merespon permintaan tamu. Tapi, apalah artinya wadah sabun kinclong  itu, tapi tak memberikan rasa nyaman pada pengguna toiletnya. 

wadah sabun

Itu baru urusan buang air kecil, lho.. Apa kabarnya kalau buang hajat yang besar...? Alamaaakk...., tambah linglung dan terpekur lama deh di toilet, karena bingung memikirkan cara membersihkannya. Beruntung, toilet yang saya ceritakan di sini masih menyediakan wastafel di dalamnya. Banyak lho toilet tanpa selang dan  putaran air, yang juga tidak menyediakan wastafel. Kalau begitu, berdoa saja kita jangan sampai buang air besar di sana, cukuplah numpang pipis saja. 

Saya tau, toilet yang saya temui dalam cerita ini adalah toilet model ala luar negeri atau toilet kering. Orang yang tinggal di barat sono, memang sudah terbiasa berhadapan dengan toilet non air. Mereka membersihkan hajatnya cuma dengan tisu tok.  Tapi, kita ini di Indonesia, bung! Buatlah toilet yang bersahabat dengan kebiasaan orang Indonesia. Apa susahnya menyediakan selang / semprotan  yang diputar, jangan cuma nyediain tisu  dan  aroma terapi doang. Deuh.!

“Pergi ke toilet bukanlah pilihan, tapi kebutuhan. Maka, toilet harus memenuhi persyaratan sehingga menjadi tempat yang nyaman dan sehat bagi masyarakat.”
 Naning Adiwoso, Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia (ATI)
 (sumber: http://www.sanitasi.or.id)

Ehm... karena toilet adalah kebutuhan, maka mau gak mau kita akan tetap menggunakan si toilet walau tidak nyaman. 

Menurut Naning, yang saya kutip dari liputan6.com, toilet memiliki standar minimal yang harus dipenuhi agar higienis yaitu bebas dari kotoran tertinggal, keadaan toilet selalu kering dan tersedia air bersih untuk bilas dan tisu untuk mengeringkan

Nah, meski toilet ini menyediakan wastafel di dalamnya, bukan berarti permasalahan soal air  selesai. Karena, tanpa semprotan air,  tetaplah menyulitkan orang untuk membilas, terutama wanita.

Lagi pula, yang datang ke resto tersebut tentulah lebih banyak orang Indonesia kan daripada bulenya. Jadi ngapain coba membuat properti yang hanya nyaman dipakai oleh orang minoritas ? Gak ada cara yang lebih bersih untuk  menyucikan hadas  selain dengan menggunakan air.  TITIK ! Gak bisa ditawar. Kecuali kalau Anda terjebak dalam hutan, yang jauh dari sungai atau sumber air. Kalau keadaannya begitu, cuma dibersihkan pake daun pun gak masalah. Tapi, kita yang tinggal di daerah yang tidak kekurangan air, oh sungguh disayangkan jika pelit menyediakan fasilitas yang bisa menghasilkan air.

Ini untuk kali ke-3 atau ke-4 saya menemukan toilet tanpa selang/semprotan putar atau toilet kering. Sekitar 5 tahun lalu, saya mengalami hal ini di toilet hotel mewah  yang ada di Jakarta. Kemudian,  menemukan  juga toilet serupa di mall elit, saya pun lupa nama mallnya. Tapi, untuk kejadian  yang terakhir ini, tentu saya masih ingat apa nama resto keren tersebut,  yang sayangnya jari ini gak enak hati mau nulis nama itu resto :(((

By the way, peraturan soal pembuatan toilet non air ini di perbolehkan atau tidak ya di Indonesia? Selama ini yang sering dibahas cuma masalah kebersihan toilet dan syarat kualitas toilet yang baik. Nah, apakah toilet tanpa selang atau  tanpa saluran putaran air ini masuk dalam kategori kualitas toilet? Kalau iya, bearti resto atau hotel yang tak menyediakan fasilitas ini, bisa dikatakan melanggar  dong. Ada yang bisa bantu jawab..?

Ah, sudahlah..mempertahankan ciri khas  atau budaya penduduk setempat, itu lebih baik, dibanding meniru gaya orang luar, yang belum tentu cocok untuk orang pribumi. 

Pengen punya kamar mandi yang begini  (foto: http://cara-merawat.net)


Read More

Samsung Galaxy Note Edge, gadget komplit nan berkelas yang (akan) membantu tugasku.



Gadget yang dibutuhkan seorang jurnalis 

Era masa kini, gadget pintar, canggih keren nan berkelas, menjadi kebutuhan jurnalis dan juga blogger. Ini dua profesi yang tengah saya nikmati. Kalau dulu, menjadi jurnalis bermodal kertas orek-orek atau  buku note kecil untuk mencatat kutipan nara sumber. Lebih maju lagi, ada yang namanya tape recorder . Alat ini bisa merekam  suara orang yang tengah diwawancaarai. Meski sudah mempunyai atau membawa tape recorder, beberapa wartawan, termasuk saya, masih  tetap membawa buku kecil, yang akan digunakan untuk hal-hal yang sepele tapi penting. Misalkan, mencatat nama nara sumber berikut nomor kontaknya, atau untuk menulis istilah istilah yang tak familiar, agar tak salah ketik saat menuliskannya di kompi. Belum lagi jika berita tersebut memerlukan gambar/foto, tentu saya akan menyiapkan kamera juga saat ke lapangan. 

Setelah sampai di kantor, saya akan mengetik catatan kecil saya ke computer, atau jika saya merekamnya menggunakan tape recorder, maka saya akan putar hasil rekaman suaranya, lantas  ditranskrip . Sementara itu, gambar hasil bidikan saya , juga akan dimasukkan atau disimpan di salah satu file yang ada di kompi.

Itu baru urusan tehnis, belum lagi urusan komunikasi. Sepuluh tahun lalu, saya masih menggunakan handphone kecil yang berlayar kecil, dengan kapasitas penyimpanan data kecil, yang fungsinya juga kecil,  hanya sebatas sms dan telephone. 

Ya, saya melakukan hal-hal tadi selama beberapa waktu. 

So, kalau mau dijabarkan, ada tiga hal yang wajib dipunyai dan dibawa oleh seorang reporter saat bertugas dilapangan. Kamera, telephone, tape recorder, dan catatan atau note. Sedangkan kalau urusan internet, bertahun-tahun ke belakang, masih ngandalin internet kantor yang dipakai dengan menggunakan saluran telephone. 

Ini dia gadget-gadget dan printilan yang dibawa saat liputan

Hadirlah Samsung Galaxy Note Edge.

Tahun bergnati tahun. Tak pernah terpikir kalau ada gadget yang bisa menampung kebutuhan saya tadi  dalam satu wadah. Yang awalnya saya cuma mengenal handphone yang kecil tapi tebal, lantas bertransformasi menjadi  smartphone yang berlayar lebar. Ternyata tak sebatas itu, tehnologi terus berkembang dan lahirlah  tablet, dan ter gres adalah pablet. Yang terakhir ini adalah kombinasi antara smartphone dan tablet. Semuanya adalah alat  komunikasi dan interaksi yang mempunyai nilai plus-plus.

Salah satu perusahaan yang memproduksi handphone dengan terus mengibarkan kemajuan tehnologi, design, spesifikasi dan aplikasi yang mumpuni adalah Samsung. Merk ini merajai pasar gadget.  Bulan demi bulan berganti, Samsung terus mengeluarkan gadget dengan type terbaru yang diikuti dengan gebrakan terbaru pula. Setelah sukses menelurkan beberapa phablet seri note, kini yang teranyar diluncurkan  adalah  Samsung Galaxy Note Edge.  Produk ini baru dilempar ke pasaran beberapa bulan yang lalu. 

Samsung Galaxy Note edge

Kamera, telephone, internet, recorder, note dan desain futuristik yang saya butuhkan, tersaji dalam satu paket. Praktis, gaya dan bisa dibawa kemana-mana. Sesuatu sekali.  Samsung Galaxy Note Edge, lebih dari sekedar smartphone. Layaklah kalau ia disebut phablet, perangkat mobile yang memiliki layar lebih besar dari smartphone dan ukuran lebih kecil dari tablet serta kemampuan yang tak kalah canggih. 

Tampilannya yang gaya dengan melengkungkan sisi atau side bar, menambah futuristik dan berkelaslah gadget ini. Karena lengkungan sexy di side bar itu pulalah, maka ia disebut Samsung Galaxy Note Edge. Edge sendiri, kalau dalam bahasa Inggris mempunyai arti tepi/pinggir. Nah, dari tepi layar lengkung inilah berbagai notifikasi, jam, news speed dan lain lain  akan ditampilkan.

Yang saya suka lagi,  gadget ini menambahkan fasilitas note yang memberikan kepraktisan pada penggunanya.  So, alat catat yang saya inginkan saat bertugas, sudah bisa dinikmati dengan gadget ini. Tapi karena menulisnya di bahan yang “keras”, maka kali ini saya menulisnya dengan tungkai keren, layaknya pulpen yang disebut S pen Stylus.  Wow, gaya sekali.

Tak cuma itu,  Samsung Galaxy Note Edge juga mempunyai kamera dengan megapixel  tinggi  dan perekam  suara yang mampu menghasilkan audio yang  jernih. Bagi saya yang memang membutuhkan rekaman suara, audio tentulah penting. 

Apa saja keunggulan pablet ini, hingga layak saya sebut gadget lengkap yang diperlukan seorang jurnalis..? 

Ini dia tugas yang akan saya lakukan dengan bantuan 

Samsung Galaxy Note Edge 
 
Andai Samsung Galaxy Note Edge ini berhasil menemani aktivitas saya sehari-hari, tentu saya sudah membayangkan, seperti apa jasa sang gadget akan membantu tugas saya yang sering berhubungan dengan banyak orang  dan bertarung dengan waktu. 

Menulis lebih canggih dan tepis typo, berkat 
 N O T E dan S Pen 

Dengan fasilitas note yang dihadirkan pada Samsung Galaxy Note Edge, sepertinya saya harus menyingkirkan kertas orek orek atau buku kecil  yang menjadi andalan saya saat bertugas. Sebagai gantinya, saya akan leluasa menuliskan langsung statemen atau istilah penting dari nara sumber dengan menggunakan stylus pen, di layar yang berukuran 5,6 inci,dengan resolusi sebesar 1600 x 2560 pixel. 

Dengan hadirnya  note dan S Pen, saya  tak perlu lagi berhubungan dengan keypad. Gak usah sebal lagi dengan typo (salah ketik ), kalau pun salah tulis, ya tinggal dihapus saja. Praktis sekali. Gak terbayang ya, hare gene  bisa menulis layaknya menulis dibuku, tapi kali  ini saya akan menulis di gadget yang berbahan  tebal dan keras dengan bantuan “Pulpen” canggih .

Hare gene, bisa menulis di gadget  seperti ini, ..? ouw..ouw..

Eits, yang bikin aje gile lagi,  ketika S Pen dikeluarkan dari sarangnya akan muncul Air Command. Jadi, saya  bisa memilih beberapa fitur seperti Action Memo, Smart Select, Image Clip dan Screen Write. Semuanya berfungsi untuk membuat catatan. Menu tersebut juga bisa diakses dengan cara menekan tombol yang ada pada S Pen.

S Pen  canggih ini bisa juga  mengenali gerakan tangan dengan lebih luwes, lho. Bahkan, huruf yang berukuran kecil pun masih bisa jelas dibaca ketika ditulis menggunakan S Pen. Nah, jika saya menggunakan fitur  ini, tak cuma menulis, saya juga bisa menggambar hello kitty dan bebek, hewan lucu kesukaan  saya, atau sekedar ingin corat coret biasa saat galau, #eh.. 

Layar Samsung Galaxy Note edge, juga memiliki sensitivitas terhadap tekanan pena sehingga bisa  mengenali keluwesan gerak dan posisi S Pen. Sensitivitas itulah yang membuat goresan S Pen dapat menciptakan gambar tanda tangan serupa goresan pulpen bertinta. Garis tebal maupun tipis, pekat maupun transparan, dapat dilakukan dengan lebih mudah dan presisi.

Demikian pula dalam membuat desain kaligrafi maupun menulis halus. Jadi, dengan S Pen tulisan digital yang kita rangkai, semudah dan seindah tulisan tangan dengan pena asli.

Ehem, oke juga nih kalo ingin memperindah tampilan tanda tangan, bisa belajar bikinnya  di note digital, siapa tau rezeki saya nanti ada di ujung S Pen..:)

Hmmm, bisa menulis dengan S pen dan hasilnya seperti ini..? Wow..

Dengan fitur ini juga, jika saya sedang berada di restoran, daripada nganggur menunggu menu yang dipesan datang, ya mending saya bikin kerangka/ list tulisan untuk bahan ngeblog atau note penting yang akan di kembangkan menjadi  tulisan untuk website  kantor, biar  gampang diingat.



Memotret  lebih praktis dan layak tayang, 
berkat KAMERA 16 Megapixel 
Kamera jenis LDSR atau kamera digital/saku, memang  diandalkan untuk  pemotretan atau gambar yang akan dipajang di  suatu media. Karena itu pula, maka kemajuan tehnologi gadget, berlomba-lomba menghasilkan kualitas gambar yang oke. Hasil jepretan kamera dari smartphone atau  phablet  seperti yang dimiliki Samsung Galaxy Note Edge layak untuk dipublikasikan. Kamera belakangnya saja mencapai 16 mengapixel, sedangkan  kamera depan 3, 7 megapixel. 

Kameranya sudah komplit dengan autofocus, LED flash, dan juga optical image stabilization, geo-tagging. Lensanya juga sensitif kok, bisa langsung touch focus dan  mendeteksi wajah, HDR serta panorama. Mau motret  jarak jauh pun gak masalah. 

Begini hasil bidikan Samsung GalaxyNote Edge (foto: droidchanel.com)

Andai saya memilikinya, tentulah gambar dari jepretan kameranya akan nampang  pada website tempat saya bekerja.  Tak perlu  saya harus mencolokkan kabel data dari kamera saku untuk mentranfernya ke komputer. Cukup dengan mengirimkan gambar via email dari phablet ini , maka  gambar bidikan saya akan dengan mudah langsung bisa di eksekusi oleh sang  editor di tempat saya bekerja. Nah, sementara foto  dan berita saya sudah naik, bisa saja saat itu  saya masih  sibuk  atau berada di lapangan. Ah, begitu luar biasanya kemajuan tehnologi. 

Saat liputan..  kalau lagi ditengah laut gini, ribet bawa banyak gadget
Itu baru urusan pekerjaan, belum untuk urusan hobby saya yang ngeblog,  juga butuh mendapatkan gambar-gambar kece sebagai penunjang cerita. Aih mak, setali tiga uang, gambar untuk keperluan kantor beres, gambar untuk blog pun komplit.  Kalau begini, saya  bisa selfie gaya cantik dengan kamera depan yang mempunyai megapixel asik itu dengan senyum yang mengembang, sebagai ekpresi kelegaan, yuhuuu.

Ini bukti kalau saya doyan foto, hehehe

Oh ya, dari kamera ini juga, jika butuh merekam suatu peristiwa, saya bisa membuahkan rekaman video berkwalitas 2160p@30fps, 1080p@60fps, dengan  optical stabilization dan dual-video. 

Trus, banyak menyimpan video, gimana kalau memorinya gampang penuh? Untunglah Samsung Galaxy Note Edge menyediakan  memori card 32/ 64 GB plus slot microSD hingga 64 GB. Ini space yang mumpuni bagi saya. Selfie bakalan tambah narsis, koleksi video banyak,  dan variasi gambar untuk dipajangkan di blog juga lebih banyak, karena saya bisa menyimpannya dengan jumlah yang leluasa.




Lebih sering berselancar berkat
Layar Futuristik & Multi Window

Jika saya mendapat email dari pemimpin redaksi  atau membalas notifikasi dari nara sumber di facebook, saya akan lega membacanya. Gimana nggak lega, layar phablet ini saja berukuran 5,6 inci, dengan resolusi sebesar 1600 x 2560 pixel. Ditopang pula dengan tehnologi Super AMOLED yang bisa memberikan detail dan ketajaman warna yang sempurna.

Selain puas untuk membuka email dan browsingan, saya juga bisa puas untuk menonton tayangan berita terkini di youtube.  Jadi saya gak kudet tapi selalu updet (update). Kudet  itu maksudnya istilah untuk orang yang sering ketinggalan berita atau tak memahami isu terkini, kurang update tepatnya, heheh. Nah, sebagai seorang jurnalis, update itu kudu dibutuhkan setiap saat. Dan untuk mendapatkan update dalam hal apapun, ya harus  ditunjang dengan fasilitas yang bisa menyokong kebutuhan itu tentu.

Selain layar yang lega, ada yang special pada Samsung Galaxy Note edge. Sudah saya singgung tadi, kalau pada bagian side bar layarnya, sengaja di design melengkung. Karenanya, gadget ini terlihat indah, berseni dan futuristik.  Kalau memang ingin alat kerja tampil beda,  design ini cukup membuat orang berdecak kagum.  Nah, dari sisi layar lengkung ini,  saya bisa melihat notifikasi email dan jejaring sosial,  jam, sms, kamera, phone book, news speed dan lain lain. Ouw, layar yang elegan sekali. 

Nah, dengan pindahnya si notifikasi ke side bar , jadi aktifitas saya pada layar utama saat sedang membaca berita atau blog, sedang bermain games atau nonton video, tidak terganggu dengan notifikasi yang tiba-tiba menghampiri. Deuh, pengertian banget  ya si notifikasi itu .. :)  

Layar edge yang futuristik dan berkelas


Ehem, berhubung saya browsing berita sambil ngecek timeline twitter, sekaligus pula sambil dengerin musik , sepertinya tak akan repot lagi dengan mesti bolak balik halaman atau menutup satu aplikasi, demi bisa membuka aplikasi lain. Kenapa kita tak perlu repot lagi..? Iya, karena Samsung Galaxy Note Edge ini Multi-window, lho.  Jadi, saya  bisa mengelola beberapa aplikasi sekaligus pada 1 layar dengan menggunakan gerakan sederhana. Satu layar, bisa terlihat 4-5 aplikasi yang berbeda. Ini mah, membantu dalam segala hal dan gak ribet pastinya. 
Begini tampilan Multi Windownya

Dan jika keasikan mempermainkan layar phablet keren ini atau keseringan menulis di aplikasi note,  saya tak perlu takut layarnya akan tergores,  karena ada pelindungnya. Ya,  phablet ini  dibenamkan dengan fitur curved edge screen dan Corning Gorilla Glass 3 untuk melindungi layar dari goresan. Jadi mau sret,  srot..srengg… ,begitu kira –kira bunyi corat coret kita di note,  tak perlu ragu dan sungkan, hehehe..


 Telephone, Jaringan dan Internet, 
bakalan lebih stand by, bro.

Setiap saat, jurnalis itu kudu standby telephonenya. Ya, untuk apalagi kalau bukan untuk komunikasi urusan pekerjaan.  Entah di telephone oleh redaksi atau saya yang perlu menelpon nara sumber. Sayangnya, kadang kapastitas baterai yang dimiliki oleh beberapa smartphone kurang menunjang pekerjaan saya, karena terbatasnya kapasitas. Tapi,baterai Li-Ion yang dimiliki oleh  Samsung Galaxy Note Edge memiliki kapasitas sebesar  3000MAh. Dengan kapasitas ini, saya bisa bertelpon ria dalam jangka waktu yang lama.  Jadi, saya tak perlu takut untuk selalu menyiagakan gadget ini setiap saat. 

Tapi, gimana kalau phablet ini kehabisan baterai di saat genting yang harusnya kita segera memerlukannya.?  Wah, biasanya suka panik tingkat kotamadya tuh, ya apalagi kalau  ada informasi atau komunikasi yang harus disampaikan pada bos di kantor. Walhasil, power bank selalu dibawa buat jaga–jaga.  Atau, setiap mau pergi ke kantor, kudu memastikan dulu kalau baterai ponsel sudah penuh. Namun, hal ini rupanya bisa diselesaikan oleh gadget yang sedang saya bahas ini. Baterai yang ditanamkan pada Samsung Galaxy Note Edge, cepat lo ngisinya. Ya, dalam 30 menit, kapasitas baterai sudah bisa terisi hingga 50 persen. Jadi permalasahan baterai yang gampang megap-megap, bisa diatasi dengan segera.  Dan ini bisa menghapus rasa galau saya. :)

Elegannya...cocok sekali untuk wanita aktif  :) (Foto:hardwarezone.com.sg)

Kalau lagi  jeda saat bekerja di lapangan, atau saat menghabiskan week end di mall, di rumah, di pantai, atau di hutan, saya bisa melakukan browsing, streaming, nonton youtube tanpa halangan, karena jaringan yang dimiliki pablet  ini  mencapai 4G FDD LTE.  System Operasi yang digunakan Samsung Galaxy Note Edge ini pun berjalan dengan OS Android versi 4.4.4 KitKat. Belum lagi hardwarenya disokong oleh processor atau dapur pacu Quad-core berkecepatan 2.7 GHz Krait 450 dari chipset Qualcomm Snapdragon 805. Dan semua itu di support  dengan memori RAM sebesar 3 GB serta digabungkan dengan grafis card dari Adreno 420.

Nah, dengan dapur pacu yang wokeeh, tak ada halangan untuk browsingan atau memanfaatkan semua aplikasinya.  Kalau penopang fitur macam konektivitas seperti Bluetooth, Wi-Fi, serta microUSB, ada dong pastinya.  Sedangkan memori internal untuk penyimpanan data,  gadget ini menyediakan kapasitas sebesar 32/64 GB yang bisa ditambah lagi lewat slot microSD sampai kapasitas 128 GB. 


  Merekam obrolan nara sumber lebih oke dan praktis
berkat output TAPE RECORDER yang layak.

Tak semua smartphone/phablet  bisa menghasilkan suara yang jernih dan jelas  saat kita mendengarkan output hasil wawancara dengan seseorang. Tapi, aplikasi recorder pada Samsung Galaxy Note Edge,  menghasilkan suara Vibration, MP3, dan format WAV. Bisa didengar dari suara ringtonesnya yang juga dikeluarkan dalam format WAV. Format WAV, tentulah layak dengar. Dengan aplikasi ini, saya tak perlu repot membawa alat perekam suara atau tape recorder seperti yang saya katakan tadi. Jika kantor membutuhkan suara yang diperlukan lebih cepat, saya pun bisa mengirimkan rekaman  suara melalui email. Setelah diedit untuk memperpendek durasi dan memilih statement yang cetar,  rekaman suara tadi akan mucul di website  sebagai soundcloud. 

Jika saya memiliki gadget ini, tentulah saya harus say goodbye  untuk tape recorder berikut kabelnya.
Saya tak perlu lagi ribet  mentransfer suara melalui kabel data yang membutuhkan waktu tak sedikit itu.  Tak perlu buru-buru pula saya harus tiba ke kantor hanya untuk memberikan hasil rekaman wawancara, karena cukup dengan mengirimkan rekaman suara melalui email, bereslah tugas saya. Selanjutnya, tinggal menunggu  arahan dari  boss,  saya akan di lempar (liputan ) ke mana lagi, yuhuu..



Gak Malu nenteng Pablet   
GAYA DAN BERKELAS saat liputan

Teringat dengan kata-kata seseorang. “Kalau mau liputan itu yang rapi dong, karena penampilan kita membawa nama perusahaan tempat kita bekerja juga.”

Dipikir-dipikir….iya bener bro, kalau penampilan kita culun, ntar dikira perusahaan tempat kita  bekerja culun juga, hahaha….. Begitu juga halnya dengan gadget yang kita gunakan, semakin gaya dan canggih tentulah  penampilan kita pun terlihat oke. Andai saya menggunakan Samsung Galaxy Note Edge saat liputan atau mewawancarai nara sumber,  tentulah gaya saya terlihat berkelas dan trendy. Futuristik lengkungan pada side bar gadget ini , akan menambah nilai mahal saat saya memamerkannya.

Teringat lagi cerita seorang teman, yang gara-gara gadgetnya jelek dan jadul, ia tak pede mewawancarai nara sumber dengan menggunakan alat perekam suara di handponenya. Karena, pada saat dia menyodorkan handphone, (maksudnya untuk mendekatkan speaker suara ke suara nara sumber),  si narsum memandangi gadgetnya yang cupu itu, hihihi. Walhasil, ia berjanji akan membeli gadget yang mahal, keren dan canggih agar tak malu dengan orang-orang yang memandangi gadgetnya.

Jikalau saya memiliki  Samsung Galaxy Note Edge, walah, saya tak akan mengalami hal seperti yang dialami teman kantor saya tadi. 

 Si putih lengkung Samsung Galaxy Note Edge  dlm genggaman. (Sbr: teknosatu.com)

Mengetahui hal ini, disitu saya merasa sedih, kenapa gak dari dulu muncul tehnologi yang begitu maju seperti ini. Kalau gadget ini sejak dulu sudah diluncurkan, tentulah saya tak akan rempong membawa begitu banyak pernak pernik saat bertugas. Jari jemari saya yang lentik ini pun, tak perlu selalu salah ketik atau  typo, karena mengetik di smartphone dengan keypad yang kecil dan berdempetan. Typonya parah euy. Ujung-ujungnya malah tulisan jadi tak terbaca :(

Tapi, yang namanya kemajuan tehnologi itu, berkembangnya tahap demi setahap. Sama seperti saya, yang pada awal jadi reporter masih unyu-unyu, belum lincah, belum cepat  tanggap dan belum jitu pula menentukan angle yang bagus. Seiring berjalannya waktu, lama kelamaan saya jadi tau bagaimana irama dan tendangan yang harus saya lakukan. Tsaaah..

Ya, bagi saya Samsung Galaxy Note Edge, Gadget yang dibutuhkan seorang jurnalis. Dengan  gadget yang komplit nan berkelas  ini, tugas saya akan terbantu dan lebih praktis. Satu gadget, banyak fungsi. Tentu ini bisa meminimalisir  peralatan yang mesti saya bawa saat bertugas. Seumpama saya memilikinya, disitu juga saya merasa sedih, karena harus mengucapkan selamat tinggal pada kamera saku,  tape recorder,  buku/note kecil, dan  handphone lama yang sudah megap-megap …. oh…..



Sumber :  
-http://www.samsung.com/id/consumer/mobile-devices/galaxy-note/galaxy-note/SM-N915FZWEXID
- http://droidchanel.com/harga-samsung-galaxy-note-edge/


Read More