Excellent Service Garuda Indonesia, Memuluskan Pekerjaanku.


"Saya mau jus alpukat, mbak !"

"Mau minum apa mbak, Jus orange atau jus berry..?" Seorang perempuan muda tinggi semampai menawari saya minuman dengan ramah ketika sedang dalam perjalanan udara.

"Saya mau jus alpukat, mbak!" jawab saya pede dan mantap  :D

"Oh, gak ada mbak jus alpukat. Atau, mbak mau susu?” Jawab wanita berseragam biru itu sambil menatap saya heran, mungkin menahan tawa juga, ya..hahaha. Tapi, meski permintaan saya konyol, ia masih berdiri disamping kursi saya,  masih memegang tatakan cangkir dan minuman kotak ukuran besar. Wanita berusia sekitar 24 tahun itupun, masih bersabar menunggu pilihan minuman apa yang akan saya pinta,  setelah jus alpukat dinyatakan  tidak tersedia.. :D

Saya mau jus buah ini waktu di pesawat. hadeeh.. (manfaattumbuhanbuah.blogspot.com)

Setelah mikir sebentar dan rada malu dikit, sambil memegang roti isi daging yang sudah saya terima sebelumnya dari si mbak cantik, saya menentukan pilihan.

"Ya, sudah, kalau begitu, jus orange aja mbak”, ( akhirnyaaaaa…  :D)

Minuman berwarna kuning itupun, segera dituangkan ke dalam gelas dan diberikan kepada saya.
“Silahkan diminum, mbak”,  ujarnya ramah sambil melangkahkan kaki ke depan, tuk melayani penumpang yang ada di belakang saya. 

Kakak perempuan saya, yang duduk disebelah saya langsung mencuil lengan saya, setelah sang pramugari meninggalkan jejeran kursi kami. “Kamu ada-ada saja sih, mana ada di pesawat jus alpukat, gimana mereka mau ngeblendernya. ?” 

Hahahha, saya langsung nyengir. Iya, ya, mana ada di pesawat nyediain jus alpukat, emangnya mall food court, yang segala macam makanan dan minuman tersedia, hihihi…

Itulah cerita kekonyolan saya ketika baru pertama kali naik pesawat yang mengantarkan saya  menuju Jakarta, sekitar 10 tahun lalu. Yup, moment pertama kalinya terbang bersama burung besi bernama GarudaIndonesia, selalu terus saya ingat. Bagaimana ketika laju pesawat begitu kencangnya saat hendak lepas landas meninggalkan daratan, bagaimana rasanya melihat pemandangan darat dari atas langit, begitu asyiknya duduk di kursi empuk dengan safety bell yang melingkar di pinggang, sembari di nahkodai oleh seorang pilot berpengalaman dan handal,  hingga akhirnya pesawat menghentakkan rodanya ke landasan dengan mantap,  penanda bahwa kami telah sampai ke kota tujuan, termasuk kisah konyol “jus alpukat”  yang rasanya bikin saya jadi langsung nyari blender, trus belanja alpukat sekarung. Ah, masih terbayang sampai sekarang.

(Gbr:Garuda-Indonesia.com)



Mencicipi Garuda Indonesia   

Kala itu, bisa mencicipi pesawat nomor satu di Indonesia, merupakan kebanggaan tersendiri, Bagaimana tidak, Garuda Indonesia adalah Maskapai Terbaik Indonesia, dan terkenal dengan pelayanannya yang baik, ramah dan lengkap. Saat check in, misalnya, koper yang saya bawa tuk dimasukkan di bagasi, dilakukan pengikatan dengan tali kuning, sebagai pengaman. Jadi, kita gak perlu takut kalau tas koper kita bakal dibongkar oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Dan gratis! Duduk di ruang tunggunyapun luas, adem, dan tidak padat. 

Senyum ramah Pramugari Garuda Indonesia. (Gbr:Garuda-Indonesia.com)

Saat memasuki pintu pesawat, petugas maskapai ini tak sungkan memberikan senyuman dan sapa. “Selamat pagi, selamat datang di Garuda Indonesia” begitu sapaan paramugari dan pramugaranya di pintu masuk, menyapa semua penumpang yang hendak memasuki kabin pesawat. “Silahkan diambil korannya mbak’, sapa salahsatu pramugari pada saya. Ouw, saya ambil dunk, lumayan buat menambah wawasan, biar selalu update, hehehe. Seingat saya ada beberapa koran nasional besar dan ternama yang disajikan di samping pintu masuk. 

Begitu masuk kedalam kabin, eh, sudah standby beberapa pramugari cantik lain dengan seragam biru dan senyum mengembang, siap membantu penumpang tuk mengarahkan petunjuk nomor tempat duduk dan membantu menyusun barang-barang bawaan dengan cekatan dan apik. Berhubung saya baru pertama kali naik pesawat, saya minta diarahkan oleh mbak Pramugarinya, kira-kira nomor kursi saya ada dimana, ya? Kalau gak salah, waktu itu, saya bersama kakak mendapat jejeran kursi nomor 12-an deh. Dengan senang hati, pramugarinya menunjukkan dimana letak kursi saya. Makasih ya mbak..

Pramugari sedang membantu penumpang (Gbr:Garuda-Indonesia.com)

Begitu tau posisi saya persis di samping jendela, ah, rasanya seneng bingittss. Yes! Saya bisa leluasa melihat pemandangan alam dari samping jendela.. Kata orang, kalau melihat mobil di jalanan dari atas pesawat, kayak melihat semut, lo. Eh, bener saja. itu mobil kayak semut yang lagi lari-lari berebut mangsa. Rumah-rumah kayak kotak-kotak, dan jalanan atau sungai, kayak uler.. Duh senangnya. Maklum, baru pertama kali naik pesawat, masih  norakss, hahahaha..

Sebelum berangkat ke bandara, teman saya komentar  “Gila, enak banget lu,  selama ini belum pernah naik pesawat, eh, sekali naik, langsung terbang bersama Garuda“. *Maaf ya dilarang syirik, hehehe*

Ya, gak heran sih temen saya bilang begitu, karena Garuda Indonesia sangat terkenal dengan pelayanannya yang excelent dan prestise. Nomor satu gitu loh di Indonesia, gimana gak syumringah rasanya. Dan, benar saja, ketika duduk di kursinya, aih empuk.. puk..puk.. ruang area kakinya besar, maksudnya jarak antara kursi depan dan belakang, rada jauh, jadi gak sempit. Apalagi kaki saya termasuk ukuran panjang, bisa nyantuk tuh dengkul kalau ruang kakinya kecil. *maklum, kaki mantan peragawati* #eh..
Kabinnya juga besar dan bersih. Sirkulasi udara dan pendingin udaranya bagus, gak terlalu dingin, sedang-sedang saja, pas untuk suhu tubuh orang Indonesia. 

Beginilah Kabin garuda Indonesia. (sbr: indoflyer.net)

Terbang bersama maskapai ini, kita gak perlu takut bakalan bosen atau jenuh, apalagi jika melakukan perjalanan yang panjang. Karena, ada  layar LCD monitor yang akan menemani kita selama dalam perjalanan.  Jadi, kalau mau membunuh bosan, ya bisa dialihkan dengan menonton melalui layar tadi., letaknya persis di depan kursi saya. Ya, layar LCD  berukuran sekitar 30 cm, siap memberikan tayangan kesukaan kita. Bebas aja mau pilih tontonan film atau video apa gitu. Tapi, saya pernah juga naik Garuda Indonesia yang layar TVnya diletakkan di atas plafon. Posisinya di depan, tengah dan belakang kabin. Saya suka tuh nonton di layar yang berukuran sekitar 21 inch itu, besar, soalnya nontonnya barengan dengan penumpang lain dari kursi masing-masing, jadi ada rasa kebersamaan hehehe.. Pas ada adegan lucu saat drama komedi diputar, misalnya, kita ketawa barengan, serasa dirumah, hehehhe.. 

Asiknya terbang ditemani TV (sbr: portalbalikpapan.com)
Kurang lebih 25 menit perjalanan, ada ada pramugari yang menghampiri kursi masing-masing penumpang sambil membawa meja dorong, Ouw, rupanya isi meja itu adalah makanan/snack dan minuman yang bisa dipilih sesuai selera. Ya, sesuai selera, karena banyak pilihannya. Ada teh, kopi, susu, jus kotak rasa buah dan sebagainya. Kita tinggal bilang aja mau minum apa, dan pramugarinya akan memenuhi permintaan anda. Asalkan, minuman tadi tersedia di pesawat ya. Jangan kayak cerita saya diatas tadi, yang ujuk-ujuk minta jus alpukat, bikin pramugarinya senyum simpul, hehehehe…

Makanannya juga bervariasi, lo. Kita juga boleh memilih mau nasi atau pasta? Atau, nasi dengan lauk apa..? Mau ayam atau daging…?  

Salahsatu sajian  hot meal Garuda Indonesia (traveloka.com)

Jangan takut bakal sering pipis karean merasa minumnya kebanyakan, sob. Yaelah, pipis aja dipikirin… Tinggal buang aja tuh hajat di toilet Garuda Indonesia. Bersih dan wangi. Maskapai ini gak mengenal jorok, wanginya toilet  maskapai ini, lebih harum dari toilet rumah saya :)
 
Satu jam perjalanan dari kampung menuju Jakarta, eh, tiba-tiba roda pesawat menghentakkan cakarnya dengan lembut ke landasan pacu, pertanda pesawat telah landing dengan sempurna. Ouw, akhirnya, tiba juga di Ibu kota tercinta, yang selama ini penampakannya cuma bisa saya lihat  di layar TV doang, tapi, kini saya berada di dalamnya. Menuju pintu keluar kabin, Pramugari dan Pak pilot, kembali menebarkan senyuman dan sapaan ramah kepada penumpang yang hendak keluar pesawat. “Terimakasih sudah terbang bersama Garuda  Indonesia”, sapa mereka di samping pintu. Saya tersenyum dan menjawab “terimakasih kembali”.  

Keluar dari pintu pesawat, tak perlu lama merasakan bahu miring sebelah karena menenteng/memanggul tas ransel berat, karena sudah ada eskalator yang menunggu, yang  disediakan  di area penurunan penumpang, membawa saya dan kakak menuju ke tempat pengambilan bagasi. Jadi, jalannya gak terasa jauh. Karena barang bawaan, bisa ditaruh juga di tangga berjalan itu, supaya gak  berat  nentengnya. Coba deh, kalau gak  ada eskalator, waduh,  kerasa capeknya, bro !

Ah, perjalanan yang menyenangkan dengan pelayanan yang excellent. Padahal penerbangan yang saya ikuti, hanya kelas ekonomi, lo. Apa kabarnya kalau saya duduk di kelas eksekutif ? Wew, jadi mupeng deh.


Semakin Mengenal Garuda Indonesia.

Hmmmm, kedatangan saya di Jakarta, dan bekerja di salah satu perusahahan media ternama, membuat saya lebih mengenal Garuda Indonesia. Sebagai reporter, saya sering ditugaskan tuk meliput kejadian ke suatu daerah dengan moda transportasi udara, tentu. Itulah yang membuat saya semakin mengenal maskapai ini. Ya, setiap bertugas keluar Jakarta, Mas Wisnu, karyawan bagian HRD, yang bertugas memesan tiket keberangkatan dan kepulangan, selalu menyodorkan tiket maskapai Garuda Indonesia kepada semua reporter yang akan berangkat ke daerah. Ia tak pernah memesan tiket maskapai lain. 

Kemanapun saya dan reporter lain bertugas meliput, selalu dan selalu Garuda Indonesia yang kami tumpangi. Kalaupun ia memesan tiket maskapai lain, itu mungkin disebabkan karena hal yang urgent. Misalnya, saat si reporter akan berangkat dadakan saat itu juga karena liputan yang mendesak,  ternyata tiket Garuda Indonesia  ke kota yang dituju, sudah full booking. Jadi, ya mau gak mau, mesti beli tiket maskapai lain. Tapi, kalau saya memesannya 3 atau 2 hari sebelum keberangkatan, biasanya, tiket Garuda Indonesia  selalu berhasil digenggam.

 Garuda Indonesia Air Lines. Sbr gbr disini

Kata orang, maskapai apa yang ditumpangi oleh seorang reporter/karyawan pada saat bertugas, menunjukkan brand atau identitas perusahaan dimana tempat ia bekerja. Lagi pula, management perusahaan merasa lebih nyaman jika memberangkatkan karyawannya dengan Garuda Indonesia, dibandingkan  dengan maskapai lain.

Tak berlebihan memang, jika karyawan tempat perusahaan saya bekerja dulu, diberi tiket Maskapai Terbaik Indonesia. Bukan sekedar untuk memanjakan karyawan, tapi lebih kepada kepercayaan kepada maskapai itu sendiri. Kepercayaan kepada keselamatan penumpang, sistem oprasional, management pelayanan penumpang, kenyamanan area tunggu pesawat, makanan dan minuman yang disajikan, serta  kenyamanan  kabin yang dimiliki oleh maskapai ini.

Kebayang dong, kalau dalam perjalanan udara, tiba-tiba kita kelaparan karena gak dikasih makanan (gratis) waduh, bisa berabe tuh. Kalau naik maskapai yang peduli dengan perutnya penumpang, pasti akan memikirkan konsumsi penumpang selama dalam perjalanan. Dan pilihan serta jenis makanan dan minuman yang disajikan GarudaIndonesia bervariasi lo. Saya juga semakin tau, kalau pemberian variasi makanan, bergantung jarak pendek atau jauhnya penerbangan yang dilakukan. Semakin jauh perjalanan, ya, tentu makanan yang diberikan lebih banyak dan "berat ". Pokoknya, kalau naik maskapai ini, sih, kalau meniru kata Syahrini, kenyang cantik, deh, hehehe  Pramugari yang menawarkanpun penuh dengan senyuman. Tak selalu muda, ada juga pramugari maskapai ini yang saya lihat berusia sekitar 30 tahunan keatas. Namun, tetap ramah.


Garuda Indonesia, No delay !

Satu hal, yang membuat orang percaya dan suka dengan Garuda Indonesia adalah kedisiplinan sistem oprasionalnya. Maskapai ini, sangat jarang terdengar yang namanya delay atau penundaan waktu penerbangan. Kalaupun pesawat harus delay, pastilah dengan alasan yang kuat. Faktor cuaca,  misalnya.  Pengalaman saya, waktu masih aktif liputan keluar kota dulu, berkali-kali pulang dan pergi dengan Garuda Indonesia, seingat saya tak pernah merasakan yang namanya delay. Ini bukti, bahwa, management yang dikelola maskapai nomor satu ini, baik.

Lima tahun lalu misalnya, saya liputan ke Aceh, dengan pesawat Garuda Indonesia penerbangan pertama. Sekitar jam 6 pagi jadwal  keberangkatan pesawat. Kalau jadwal pesawat jam segitu, ya otomatis, saya mesti bangun jam 3 pagi dong, tuk berbenah dan bersiap. Jam 4, sudah kudu pergi dari rumah. Nyampe di bandara sekitar jam 04.50. Pas kan, memang itu waktunya boarding check in pesawat. Bayangkan, kalau pesawatnya delay sodara-sodara?  Sudah bangun tengah malem, tergesa-gesa, eh..delay. Duh rasanya pengen nimba air sedrum, saking kesalnya. Belum lagi, panitia atau acara akan menunggu-nunggu di lokasi yang akan didatangi. Kan repot, gara-gara delay jadi bikin kacau tugas/acara orang. 

Sembari menunggu keberangkatan pesawat, saya dan rombongan istirahat sejenak sambil ngobrol-ngobrol di lounge. Teh manis panas dan kue-kue an, tersaji di meja kami.  Ah, lumayan buat ganjel perut, karena memang belum makan ketika berangkat dari rumah, hehehe.. ruangannya asik dan adem. Sofanyapun empuk. Sayang, kami tak bisa berlama-lama ditempat itu, karena waktu menunjukkan saatnya kami harus naik pesawat, tuk terbang ke Aceh.

 Istirahat dulu sebentar sembari menunggu keberangkatan pesawat. 

Ah, untunglah kami berangkat tepat waktu, dan  semuanya berjalan lancar bersama Garuda Indonesia. Ya, tugas saya sebagai reporter, memang harus berpatokan dengan waktu, karena sudah ada janji dan planning sebelumnya dengan nara sumber yang akan saya datangi. Apa jadinya, jika janji atau liputan bakalan  bubar, gegara pesawat delay…? 

Pose dulu bersama temen-temen reporter ...)


So, dengan harga tiket pesawat murah, saya sudah merasakan excellent service dan ketepatan waktu yang sangat berharga. Ya, dengan waktu keberangkatan dan waktu tiba yang tepat, akan menyenangkan penumpang, karena tidak perlu menunggu lama di bandara/ ruang tunggu penumpang. Jadi, pekerjaan atau janji yang harus ditepati untuk waktu yang sudah di patok, akan berjalan lancar. Banyak toh, kejadian gara-gara pesawat delay, akhirnya urung menghadiri acara/meeting penting. Kan, yang kayak begini bikin orang pengen garuk tembok. 

Sedang wawancara bersama Rafly Kande, penyanyi Aceh.
Habis wawancara, pose dulu ah bareng penyanyi etnik, Rafly Kande.

Tak hanya disiplin dalam hal ketepatan waktu oprasional keberangkatan pesawatan saja, tapi maskapai yang sangat jarang sekali terdengar bermasalah ini, juga disiplin dalam ketepatan waktu transit. Beberapa tahun lalu, saya melakukan perjalanan tuk liputan ke Kupang, NTT. Tuk menuju kesana, saya harus transit dulu di Makasar. Pada saat transit, saya tak perlu melakukan pemindahan barang-barang di bagasi, semua penumpang yang transit  hanya perlu check-in lagi untuk transit menuju bandara berikutnya. Barang-barang bawaan, ya tinggalkan saja di bagasi. Pun, tas ransel yang saya taruh di bagasi dalam kabin , tidak saya  bawa keluar. Ya ngapain? Berat-beratin aja. Aman kok. Tempat duduk sayapun, masih di kursi dengan nomor yang sama.

Proses transit berjalan normal dan lancar. Bahkan, sangat cepat. Setelah check in transit, saya langsung duduk di ruang tunggu. Eh, gak sampe 30 menit, terdengar suara “Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan sekian, tujuan Kupang, akan segera berangkat”. Loh, sudah mau terbang lagi, toh? Padahal, niat saya sih mau leha-leha dulu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin  Makassar. Eh, gak taunya tepat waktu sekali. Beli oleh-oleh khas Makassar disekitar area bandarapun, mana sempat. Hussh, iya lah, sayakan kesana niatnya mau kerja, kerja dan kerja  bukan mau shopping, hehehe.      

Saat On Camera di pantai yang ada di  Kupang

Tak Temukan Excellent Service di Maskapai Lain. 

Saya pernah liputan keluar kota memakai maikapai lain, itu karena  kami kehabisan tiket pesawat Garuda Indonesia, pada hari dan jam yang kami inginkan. Padahal,  janji dengan nara sumber dan kontributor yang ada di Samarinda,  untuk meliput suatu peristiwa yang akan dijadikan cerita panjang berdurasi sekitar 15 menit, sudah di planning.  Ya, Mas Wisnu, yang bertugas memesan tiket, tak berhasil mendapatkannya. Padahal, nara sumbernya, menurut keterangan sang kontributor, akan pergi keluar dari Samarinda, karena suatu alasan. Mau gak mau, ya hari itu kami mesti ke Samarinda, untuk menahan dan bertemu nara sumbernya. So, daripada “kehilangan”  nara sumber, mau tak mau, dengan nekad, akhirnya saya dan kameramen yang bertugas, melakukan go show sekitar 2-3 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat Garuda Indonesia jurusan Jakarta-Samarinda . 

Go show, adalah istilah bagi calon penumpang yang langsung nyamperin bandara, tanpa memesan tiket sebelumnya atau tanpa tiket keberangkatan, berharap akan ada penumpang yang batal atau tidak datang sehingga kami bisa menggantikan posisi kursi penumpang tadi. Sama halnya, seperti melakukan reservasi seat pada umumnya, namun reservasi go show dilakukan oleh petugas air lines yang bersangkutan, yang bertugas di bandara. Dan istilah ini, familiar di dunia penerbangan.

Setiba di bandara, ow, rupanya bukan hanya kami saja yang melakukan go show, ternyata ada sekitar 5 orang lainnya yang mempunyai tujuan sama dengan kami. Dan tentulah, kelimanya berharap, merekalah yang dipilih petugas untuk naik pesawat, jika ada penumpang yang berhalangan datang. Lama kami menunggu di bandara, berharap mendapat kesempatan reservasi seat. Namun, ah, kami gagal, tak ada satupun penumpang yang membatalkan perjalanannya di jam keberangkatan yang kami tunggu. Saya dan Mas Agus, kameramen yang menemani saya, akhirnya harus balik lagi  ke kantor. Urung dah berangkat ke Samarinda. “Belum rezeki kalian”, begitu komentar produser saya, begitu kami ceritakan kronologisnya saat tiba di kantor,  hihihi…. 

Sayapun langsung mengabarkan kontributor Samarinda, kalau saya gagal berangkat hari itu. Namun, ia berjanji, akan mengusahakan atau menahan nara sumber, supaya jangan pergi dulu dari Samarinda, sebelum tim dari Jakarta datang. Untunglah, nara sumbernya bisa ditahan, meski kami harus tiba di Samarinda, esok harinya. Namun, sayangnya, Mas Wisnu tak bisa mendapatkan tiket pesawat Garuda Indonesia, mau gak mau kami naik maskapai lain., karena tugas  liputan harus tetap berjalan.  

Samarinda, dari atas bukit...:)

Nah, disinilah saya melihat perbedaan antara maskapai lain dengan Garuda Indonesia.

Saat di counter check-in, barang yang akan dimasukkan di bagasi, kok tidak di ikat sih..? Dibiarin begitu saja. Alamat dibongkar oleh orang iseng deh, Hadeh,..

Ketika sedang dalam perjalanan udara, saya kaget ketika tak menemukan pilihan makanan di maskapai itu. Hanya roti plus snack ringan. Bahkan, jika  perjalanannya cuma satu jam saja, tidak diberi makanan sama sekali.

Minuman.? 

Kok saya gak menemukan orange juice, blueberry juice, kopi, teh dan susu apalagi ? Cuma dikasih air meneral kemasan ukuran gelas doang. 

Kemana TV /layar monitor LCD  tuk nonton filmnya, diletakin dimana..?

Trus, kok gak ada yang menawarkan koran? 

Ups, ruang kakinya sempit!  Gak leluasa!

Dan, ketika tiba kembali ke bandara Soetta, Jakarta, keluar dari kabin  tak ada eskalator yang menyambut saya.  Dicari-cari,  gak nemu, hingga saya harus berjalan kaki menuju tempat bagasi dengan membawa tas ransel  yang berat. Ups, capeknya…

Bahkan pernah, ketika mencicipi maskapai lainnya lagi, saya mengalami delay hingga 3 jam. Masya Alloh! Padahal, saat itu kondisi cuaca baik-baik saja. Alasan yang saya terima sih, katanya pesawat  sedang dalam pembenahan masalah tehnis. Memang sih, kami diberi nasi kotak, sebagai kompensasi delay. Namun, semua itu tak akan mengobati rasa kesal dan jenuh karena harus menunggu lama di bandara. Sementara keluarga yang ada di kota yang akan saya sambangi sudah menunggu-nunggu.

Ouw, saya baru sadar, fasilitas dan pelayanan excellent  yang saya nikmati di Garuda Indonesia, ternyata tak saya temukan di maskapai lain. 

Bersama bocah-bocah Samarinda yang lagi mandi di Sungai, hehehe

Garuda Balikpapan

Eh, melihat foto-foto diatas, jadi saya pengen deh balik lagi ke Samarinda dan ke Balikpapan. Karena, waktu ke Samarinda kemarin, cuma sebentar doang nyamperin Balikpapan, ya, cuma sekedar transit doang, habis itu lanjut naik mobil ke Samarinda dengan menempuh 2 jam perjalanan, karena maskapai lain yang saya tumpangi waktu itu, ini belum melayani  jurusan Jakarta-Samarinda. Jadi kalau mau ke ke ibu kota Kalimantan Timur ini, ya, kudu lewat bandara Balikpapan, sebagai gerbangnya Kaltim. Dan, saat itu, mana sempetlah mau jalan-jalan dulu ke Balikpapan, karena kondisinya saya sedang bertugas, bukan sedang liburan, hehehe

Ya, kerja sambil menikmati suasana daerah  lain yang belum pernah dikunjungi, mungkin itulah asiknya jadi reporter ya. Dan Garuda Indonesia, tak hanya membawa saya terbang ke Jakarta, Aceh dan  Kupang saja, tapi juga sudah menghantar saya ke Gorontalo, Solo, Surabaya, Semarang dan kota-kota lainnya. Bersama Garuda Indonesia, pekerjaan saya berjalan mulus, karena tak terkendala masalah waktu gara-gara delay misalnya. Memuaskan. 

Di depan kantor Gubernur Gorontalo. Bangunannya keren!
Di pantai yang ada di Banyuwangi
 
Kini, di perusahaan media tempat saya bekerja saat ini, saya lebih banyak berada di kantor, sudah jarang liputan. Pengen rasanya jalan-jalan lagi ke luar kota bersama Garuda Indonesia. 

Ah, semoga saja saya bisa balik lagi ke Balikpapan, menikmati panorama alam kota minyak itu, trus main-main deh ke Manado dengan naik Garuda Balikpapan.  Cihuy….Saya juga belum pernah tuh ke Manado, gak sabar, pengen  main ke Bunaken dan melihat Danau Tondano  serta nyicip Bubur Manado, buatan orang manado asli, hehehe.. 

Ya, jadi sekarang, buat yang tinggal di Balikpapan, kalau mau ke Manado, Tarakan atau ke Banjarmasin, gak perlu muter dulu ke Jakarta, trus baru ke Manado, misalnya. Karena sekarang sudah ada rute Balikpapan-Manado, Balikpapan-Tarakan, Balikpapan_Banjarmasin, dan sebagainya. Langsung lo.

Dibukanya penerbangan Garuda Balikpapan dengan beberata rute pilihan ini, adalah sebagai bentuk perluasan  kepak sayap Garuda Indonesia di Kawasan Timur Indonesia, yang berpusat di  bandara Sepingggan, Balikpapan.  

Perluasan rute ini, juga sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan jaringan penerbangannya di wilayah Indonesia Timur. Tujuan dari semua ini, apalagi kalau bukan untuk mendukung peningkatan ekonomi, bisnis dan pariwisata di kota-kota yang dihubungkan. Jadi, tuk anda yang tinggal di kawasan ini, tentu lebih praktis.

Eh, garuda Balikpapan ini, tak hanya melayani rute Balikpapan -Manado saja, tapi juga beberapa rute kota lainnya. Nah, pengen tau Garuda Balikpapan ini melayani rute apa saja plus jadwal keberangkatannya? 

Rute dan jadwal keberangkatan Garuda Balikpapan. Sbr : @Garuda_BPN








Ehm..., jadi  pengen naik Garuda Balikpapan

Kali ini, kalau keinginan saya tercapai, pengennya sih, saya beneran menikmati me time, alias beneran liburan, tanpa harus dibebani dengan urusan pekerjaan. Supaya saya bisa lebih bebas mengeksplore keindahan alam dan lokasi tujuan saya. Amin.

Tengkyu Garuda Indonesia, gaga-gara mangajak para blogger memberikan pengalaman tentang  excellent service mu, akhirnya saya bisa menuliskan cerita panjang ini, sambil ngacak-ngacak album-album lama demi mencari foto-foto liputan, termasuk juga membongkar kenorakan saya waktu pertama kali naik pesawat, yang sekalinya naik pesawat, langsung bersama GarudaIndonesia. Bikin nagih ! Ya, gimana gak nagih, kalau dengan Excellent Servicenya Garuda Indonesia, membuat pekerjaanku jadi mulus.. 

Sbr : @Garuda_BPN

36 comments :

  1. Lengkap bingits mbak. Garuda emang wonderful yak. Btw, mbak Eka reporter di TV apakah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi mak... Garuda emang TOP ! Dulu, waktu masih kerja di TV, emang aktif sekali liputan ke luar kota naik Garuda. Sekarang kerjanya pindah-pindah mak, hehehe... pernah di TV ini dan TV itu, Eh...ada ya TV ini dan TV itu, hihiihih, sekarang malah di media lain lagi, hehehe

      Delete
  2. wonderfull Garuda...aaach ternyata empat tahun lalu aku naik Garuda, kupikir sudah lama. Garuda memang nyaman dan berkelas, yees

    Salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah lebih lama lagi naik Garudanya mak, jadi sambil mengorek-ngorek ingatan kembali, hihiih. karena di kantor yg sekarang sudah jarang turun ke lapangan. Dan, naik maskapai ini, gak pernah merasa rugi dan kesel. Mengesankan.

      Salam kenal kembali mak Astin

      Delete
  3. Aeh mak Eka cantik2 ya di foto *lospokus heheheee.... Garuda emang kewren, gak ada yg nyaingi di Indonesia :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi Mak Lusi, Garuda tiada duanya, dari mulai pengepakan barang di counter check in, sampe fasiltas yang ada di dlm kabinnya.. Makasih sudah muji fotoku yang rada-rada jadul itu mbak Lusi...hihihih...

      Delete
  4. Belom pernah naik pesawat nih. Penginnya pertama kali naik pesawat, pilih garuda saja ya, keliatannya nyaman banget dan asyik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu saat nanti kecapaian naik pesawatnya ya Mak. Mudah2an bs ngerasain nyaman dan asiknya Garuda Indonesia, hehehe

      Delete
  5. Jadi pengen naik Garuda Indonesia lagi nih :))

    -www.fkrimaulana.blogspot.com-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, naik Garuda Indonesia lagi, Fikri...:)

      Delete
  6. Sukses lombanya, saya belum pernah naik Garuda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Kania, semoga nanti ada kesempatan naik Garuda Indonesia ya.. :) Amin.

      Delete
  7. Berasa di resto ya mak, jadi mintany jus alpukat hihih tapi mending lah ada orenge jus, maskapai lain ada yang cuma kair mineral gelas hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhe, saking ngefansnya sama jus alpukat, jadi kepikirannnya itu ketika ditawari mau minum juus apa, hahahha...Tapi, untunglah jus jus laiinnya menyegarkan dan banyak pilihannya, hehehe

      Delete
  8. Foto fotonya keren keren banget. Garuda emang enak ya. Nyaman lagi. Emang rada mahal tapi kualitas gak boongin sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. kualitas Garuda Indonesia memang nomor satu mbak Ade. Gak rugi ikut terbang bersama maskapai terbaik Indonesia ini..:)

      Delete
  9. Keren tulisannya Mak. Semoga sukses ngontesnya yaa :D

    ReplyDelete
  10. Sepertinya lebih nyaman daripada pesawat Yemenia yang pernah saya tumpangi. Hmm ... sayangnya Garuda Indonesia tidak melayani rute penerbangan Indonesia-Yaman. Semoga sukses kontesnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, belum ada ya Garuda Indonesia rute ke Yaman, nah, mungkin ini boleh deh diusulkan ke pihak Garuda, karena banyak pelajar asal Indonesia yang sekolah di Yaman, ya.. Nah, kalau sdh ada rute kesana, silahkan dicicipi terbang bersama GAruda Indonesianya, Lutfi. Nyaman deh. hehehe.

      Delete
  11. Garuda emang top banget dah. Servicenya itu gak ada bandingnya! Hayuk main ke Manado mak :D banyak tempat wisata dan kuliner yang asikkk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga kesampaian daku ke Manado mak dan menyicipi kuliner disana bersama Garuda Indonesia yang memang TOP bingits!

      Delete
  12. Saya pernah sekali naik pesawat ini waktu kecil, saat hijrah dari papua ke jawa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, dah lama sekali, Mas, Masih ingat gak rasanya naik Garuda Indonesia diumur segitu, yang perjalanannya 8 jam-an ya dari Papua ke Jawa? Jauuuh...hehehe...

      Delete
  13. emang garuda no 1 ya mak eka,heeee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi Mak Aira...Garuda Indonesia masih nomor satu sampe skrg, belum tergantikan... :) .

      Delete
  14. Ikut meramaikan aja deh.. kalo berkenan mampir balik yuk!

    ReplyDelete
  15. Aku belum pernah naik Garuda, pingin coba kayak apa rasanya hehe. Terbang perdana pakai maskapai lain dan kayaknya Garuda lebih oke ya Mak. Sukses lombanya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Tia, ayo cobain naik Garuda Indonesia, iya, lebih oke pastinya. Tengkyu ya..

      Delete
  16. Selama ini belum pernah naik Garuda Indonesia...
    Tiket nya keliatannya mahal si :D

    ReplyDelete
  17. Hai ngoopi.com .... dgn pelayanan dan faslitas prima yg dimiliki Garuda..harga tiketnya sebandi g dgn pelayanannya..Bahkan jika sedang bruntung kt bs dapatkan harga promo yg sangat muraah. Yuk, dicobain naik masakapai ini.. .tengkyu ya..

    ReplyDelete
  18. aku belum pernah naik garuda indonesia mbak, terkendala harga yg mahal sih sebenarnya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe,semoga suatu saat nanti kesampaian ya mbak..;)

      Delete
  19. Aku seringnya naik Garuda hee, tapi terakhir udah tahun 2013 heeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. weits..2013 baru kale..aku mah sdh lama bingit... jadi pengen lagi, hehehehe..

      Delete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?