Ragam Menu Keindahan Di Pantai Pulau Peucang, Terbalut Dalam Satu Paket


Sisi pantai Pulau peucang

Bertandang ke Pulau Peucang, adalah anugrah yang luar biasa bagi saya.  Pulau yang terdapat di selat Panaitan Kabupaten Pandeglang Banten, ini terkenal dengan pantainya yang indah, dengan pasir putihnya, serta menjadi kawasan konservasi bagi satwa-satwa unik yang menggemaskan. 

Tiga tahun lalu, saat menginjakkan kaki di dermaga ini, hamparan pasir putih langsung terhampar didepan kami. Air laut biru yang menghempaskan gelombang paginya seolah menyapa. Satwa-satwa langka yang dilindungi, sedang bermain-main dipinggir pantai, melihat kehadiran saya dan rombongan. 

Mereka menyambut kami..!

Jarang-jarang lo, tiba dipantai atau di pulau, langsung disambut  rusa-rusa cantik dengan tanduknya yang keren itu dan sekumpulan monyet yang menunjukkan polah menggemaskan. Wah, apa yang tersaji didepan mata ketika itu, langsung membayar segala kepenatan selama 10 jam lebih berjuang tuk menuju pulau itu. Melupakan lamanya 2 jam perjalanan laut dari Pandeglang, dan 8 jam perjalanan darat dari Jakarta, serta menyingsingkan secuil pikiran dari berkecamuknya urusan pekerjaan. 

Si rusa yang menyambut kedatangan kami.....
Ya, hari itu, saya dan teman-teman kantor menyantaikan diri dengan jalan-jalan ke Pulau peucang, pulau yang terkenal dengan pantainya yang dahsyat. Laut birunya yang indah, dan suasana sekitarnya yang bersih dan asyik. Hewan-hewan yang bebas bermain dan berkeliaran tanpa takut diburu atau di pasung.  Dan.....kedatangan kami dihari itu membuktikan semuanya.

Kemana-mana mata memandang, semua dikepung pantai dan laut biru kehijau-hijauan yang membahana. Jangan kaget aja, pas lagi jalan-jalan, eh ketemu biawak gede, eh ada monyet-monyet lucu yang bikin kami geli. Eh, ada segerombolan babi hutan yang lagi cari makan.. Ee..e..eh ada rusa cantik lagi bermain dibibir pantai.  Aih, pemandangan langka yang gak bakal dijumpai di kota besar macam Jakarta. 
 
Ini dia lautnya...biru kehijau-hijauan..Gak sabar pengen nyemplung..plung..
 
Awalnya, saya tidak tau seperti apa rupa dan penampakan pantai yang ada di ujung Kulon ini. Saya hanya mengikuti rombongan saja. Sebelumnya, terdengar ada kasak kusuk di kantor, yang berencana mau jala-jalan ke Pulau Peucang, ya saya daftar pengen ikutan, hehehe.  Ternyata eh ternyata.. duh.... saya bisa mengatakan kalau ini adalah pantai terindah yang pernah saya lihat. Hembusan angin yang membelai tubuh kami ketika tiba didermaga, seolah dengan senang hati menerima kedatangan kami. Semakin membuat kami menyatu dengan pulau yang tidak ada penghuninya ini. 

 "Pintu gerbang" Pulau Peucang

Turun dari jembatan dermaga, sekitar 60 meter melangkahkan kaki, bangunan berdinding papan, yang menjadi tempat kami menginap, terpampang depan mata. Didepannya, puluhan rusa sibuk bermain dan merumput. Ini adalah kantor tempat para pegawai Taman Nasional Ujung Kulon. Menjaga dan melindungi satwa, serta memastikan kalau satwa-satwa itu tidak kelaparan adalah tugas mereka.

Tapi, kantor itu memang diperuntukkan juga untuk tempat penginapan bagi siapa saja yang bertandang ke Pulau Peucang. Bangunannya luas dan lapang. 

Sampai di Penginapan. Nyantai dulu

Ruang tamunya besar (cukup tuk mengadakan rapat kelurahan :)) dan beberapa kamar tidur. Jumlah kamar mandinya lumayan cukup banyak tuk rombongan kami yang berjumlah lima belas orang, ada sekitar 6 kamar mandi. Eh,  dapurnya juga ada, lo. 

Cuma, kalau untuk kompor dan peralatan masak serta sayur mayur, plus beras, ya kami bawa sendiri dari Jakarta. Kan disana gak ada yang namanya mini market atau pasar, jadi ya mesti sedia persediaan sendiri, namanya juga pulau tak berpenduduk, hehehe....


Di depan penginapan, kami sibuk bergaya, si rusa sibuk mencari makan :)
 
Tau gak.., sepanjang kami mengolah sayur mayur tuk dijadikan lauk santap siang, yang namanya monyet dan babi gak berhenti-henti menyambangi kami. Terganggu? Pastinya, tapi seru aja. Kapan lagi bro, saat masak, eh.. di ganggu monyet. Dia nekad masuk ke dapur kami, nyolongin apa saja yang terlihat. Suara-suara ketakutanpun keluar, saat kami sedang masak.

“Tutup jendela”! Tutup pintu!”,  teriakan polisi hutan sekaligus guide kami berkumandang, agar hewan-hewan tadi tak masuk kedapur dan mencuri sayuran, hihihi... Ehmm, memasak, sambil was-was kalau-kalau ada "pencuri", ..? Aha, cuma ditempat ini kami bisa merasakan itu. Sedaaaapp....

Nah, kopipun diminum sama die...Sluuurrpp..
Memantau  mangsa dan kesempatan, hihihi
 
Usai makan siang...., baru saja rehat sebentar di tempat penginapan, kami tak sabar tuk menikmati keindahan pantai dan laut birunya. Tak perlu basa basi, ntar basi beneran, berangkatlah kami menuju spot yang asyik tuk dijadikan tempat snorkling dan berenang. 

Berlari menuju titik spot pantai yang diinginkan tuk bercengkrama dengan laut..

Melangkah hingga 300 meter dari penginapan, kami sepakat tuk bermain air di 'titik” yang sudah memberhentikan langkah kami. Karena saya tak membawa baju renang, jadi tak perlu pake ritual ganti baju, langsung tancap gas berlari sambil menyemplungkan diri kedalam air biru itu. Byuuurrr....ah...dinggiiinnn..... tapi sejuk dan adem, tubuh ini langsung merengsek kedalam air. Berendam.. Yuhuuu....berasa sensasinya....ihiyyy...
 
Membenamkan tubuh di dalamnya, saya merasakan laut ini layaknya masih perawan. Airnya jernihhh, bersiiih..dan tak ada sampah yang mengapung maupun terserak di pantai. Mungkin karena pulau ini tak ada penduduknya ya, jadi tak ada sampah yang dihasilkan. 

Nah...sudah bermain air aja nih....asyiikk...

 
Menjauh sedikit dari bibir pantai, saya snorkling. Ini adalah pertamakalinya pengalaman saya mencicipi yang namanya melihat kehidupan bawah laut. Selama ini, kalau bermain kepantai, ya cuma duduk-duduk lesehan di pantai, sambil sedikit menginjakkan kaki di bibir air. Atau, kalaupun mandi dan berenang di laut, yach... cuma byar byur aja, kagak pake ritual snorkling, hehhehe.. Tapi, di pantai pulau peucang ini, tuk pertamakalinya saya melakukan itu.  
 
Duh, melihat ikan-ikan laut yang cantik berwarna warni, dengan terumbu karang yang indah, membuat saya tambah betah dan jatuh cinta akan kehidupan laut .
Tak hanya saya yang menikmati keindahan yang tersaji di pulau peucang, tapi, teman-teman yang lainpun, sama seperti saya, sibuk snorkling dan berenang. Eh, anak-anak ada yang juga yang ikutan lo, karena diajak bapaknya liburan ketempat ini, hehehe...

Oh..indahnya pantai ini.....
 
Saat itu,  jam dua siang.... 

Kebayang dong teriknya kayak apa..? Matahari sedang sombong-sombongnya. Namun, keganasan kilau panas yang memantulkan cahanya dilaut, tak kami hiraukan. Justru, kebersamaan itu kami isi dengan saling bercanda satu sama lain. Saling mencipratkan air, hingga masuk mata. Perih ! Kan asyin, bro! Yup, kapan lagi bisa becandaan di laut biru kehijau-hijauan yang hanya ada kami disana. 

Ya, hanya kami...!

Cuma ada 13 manusia yang saat itu tengah berada di laut yang indah. Setumpuk masalah, tiba-tiba lenyap entah kemana ketika melihat sekeling kami hanya laut dan pepohonan hijau. Hanya rasa sejuk dan adem yang dirasakan. Jauh dari yang namanya polusi, apalagi suara deru debu mesin kendaraan bermotor yang memekakkan telinga itu. Beuuuhh! 
 
Hanya ada kami disini. Ya, hanya kami..!!
 
Kalaupun harus gosong sepulang dari sana, gak masalah. Jikapun bakal masuk angin karena kelamaan berendam dalam air, itu urusan nanti. Waktu kami cuma sehari semalam menginap disana (besok pagi, sudah harus pulang lagi ke Jakarta), jadi memang tak bisa lagi ditunda tuk memanfaatkan kesempatan bercengkrama dengan keindahan alam disana. Padahaaaal, paginya kami baru saja menikmati perjalanan darat dan laut sehari semalam lo, dari Jakarta. Capek..? Pastinya..!! Namun, karena dihibur dengan sesuatu yang indah, rasa capek dan dan ngantuk itu hilang tanpa diusir.

Lama kami menikmati surga dunia di pantai itu. Tiba-tiba, salah satu dari kami berteriak sambil menunjuk jarinya kearah air “Hei, ada ikan lucu, lihat itu!”, Ouw, seekor ikan ceper ukuran sedang berwarna hitam lurik-lurik nampak berenang-renang disekitar kami. Kalau tubuhnya dilihat dari bagian atas, hewan ini tampak seperti kebanyakan ikan laiinnya. Tapi, saat badannya berbalik, eh... kok beda ya. Warnanya putih polos, berbeda dengan bagian atasnya. “Wah, ini nih mungkin yang disebut orang "ikan sebelah”, begitu celetuk yang laiinnya. 

Jadilah kami terpesona melihat ikan, yang kami sebut "Ikan Sebelah" itu. Namun, kami tak menangkapnya, lo. Kalau mau jahil, mudah bingiitt ikan itu ditangkap dan dipelihara. Tapi, kami biarkan ia bermain didalamnya, di laut biru yang lepas. Ia berhak hidup bebas, apa hak kami tuk menangkal kebebasannya? 
 
Ini dia yang kami sebut "Ikan Sebelah" , (versi dugaan kami).. Atau, ada yag tau nama ikan ini yang sebenarnya..?


 
Ah, capek bermain air, kami rehat sebentar dengan meluangkan waktu tuk bermain pasir putih nan halus. Beneran halus, lo. Saya sampe merebahkan tubuh di pasirnya. Badan jadi kotor karenanya..? Hidih, gak masalah kale. Atau kuku jemari saya jadi kemasukan kotoran, halah, itu bukan hal yang menyebalkan. Kapan lagi mau kembali ke masa kecil dengan bermain pasir kalau bukan di tempat yang special, bersih dan membuat jiwa jadi tenang,..tsaah.... 

Belepotan masin pasir, gak masalah tuh, hehehe
Yuk Mareee...main pasir putiiihhh...Gak usah takut kotor.. :)
 
Ya, selain bermain pasir, kami tak lupa mengabadikan kebersamaman sekaligus kegilaan kami melalui jepretan lensa kamera. Ahaaayyy, jalan-jalan ke pantai itu wajib diabadikan lo, biar ada buktinya, kalau cerita kita gak mau dianggap hoax alias boong-boongan, hahhaha....

Sssssttt, tau gak.. ada salahsatu dari jajaran cewek paling bergengsi saat itu, di pantai itu, yang takut air, jadilah ia digendong ketika harus melewati air biru yang sejuk itu. Coba tebak, kira-kira yang mana ya orangnya di foto ini ? Hihihih.... Nah, mesti takut air, tapi, ia tak takut beraksi didepan kamera. Lihat aja nih gaya-gayanya. 
 
Model dadakan di laut biru nan indah

Sah sah aja dong gaya bebas, sebebas memandang laut lepas dan langit biru..

Ya, kami para cewek sexy dan menggemaskan ini memasang aksi centil dan suka-suka ketika dijepret.... Air biru yang mempesona, dengan latar belakang pepohonan yang subur dan hijaupun menjadi saksi kebahagian kami kala itu. Meski panas menerpa, tak menjadi halangan tuk menikmati pesona pantai indah pulau peucang, yang belum tentu lima tahun lagi bakal dikunjungi. 

Aseeknya main air, meski panas terik. 

Puas bercengkrama dengan keindahan alam pantai, kamipun berkemas tuk kembali lagi ke pondokan. Eits, menuju ke tempat peristirahatan, kami harus melewati lagi pasir putih sepanjang 300 meter...hidih.... Sejauh mata memandang hanya laut dan laut. Sepanjang kaki menapak, hanya pasir dan pasir …..putih dan halus, terasa saat dipijak.

Usai menikmati laut biru,...

Eh..... mendekati penginapan, kami ketemu lagi sama rusa-rusa yang cantik itu dan.....bercengkrama dengan mereka, wajib lo. :)
 

Yey, asyiknya  teman saya  ini bercengkrama dengan Rusa
Sesampai di penginapan, istirahat sebentar, berganti baju dan mengamati satwa-satwa langka dan cantik berkeliaran didepan penginapan. Lagi-lagi, rusa, monyet dan babi, tiga hewan ini tak henti-hentinya mengunjungi penginapan kami. Seolah meminta perhatian kami, agar mereka diberi makan atau diajak bermain. Ih, lucunya hewan-hewan ini...

Babi hutan didepan penginapan kami... Mau apa , Bi...?
Becanda sebentar sama si Babi...hehehe



Mengejar Sunset di karang Copong
 
Ups...baru saja leyeh-leyeh didalam kamar yang dihuni oleh 6 orang wanita-wanita muda nan hangat, tetiba... ada instruksi kalau kami ternyata harus melanjutkan kembali planning yang sudah disusun. Wow, jujur saya masih capek. Capek dari perjalanan jauh, dan capek dari berenang dan bermain air. Tapi, tak mungkin juga saya sendirian di pondokan, dan tak mungkin pula saya melewatkan kesempatan tuk menikmati alam Pulau Peucang. Oke, saya pun mengikuti kemana nahkoda rombongan akan berpetualang. Hiyaaaahh.... “tarik tali kuda*

Ouw....rupanya, planning selanjutnya adalah menikmati sunset di pantai yang berada di utara Pulau peucang, atau yang disebut kawasan Karang Copong, Ditempat ini, adalah view yang paling oke untuk melihat pemandangan  matahari yang akan kembali ke peraduannya. Menuju Pantai Karang Copong, kami harus memasuki hutan dan melalui jalan berliku sepanjang 3 kilometer. Pohon-pohon raksasa mengelilingi kami. Banyak akar pohon yang bercabang, yang tampak seperti pohon, padahal itu adalah akar lo... ya, akar pohon. Wuih..benar-benar pemandangan unik.

Saya dan akar pohon
Wow, akarnya bisa diduduki. Keren!
Meski suasananya rada temaram, karena hari telah beranjak sore, ditambah lagi dengan kanopi lebat yang menutupi kami dari awan dan terik matahari, bertambah syahdulah suasana hutan sore itu. Namun, kami tetap semangat menyusuri perjalanan. Untunglah jalannya tidak menanjak alias landai. Kebayangkan kalau menanjak...? *gigit sepatu*

Perjalanan menuju kawasan pantai karang copong.
 
Hey, sesekali hewan hutan menampakkan dirinya. Musang, babi, kijang dan kancil terlihat mengintip kami,. Suara-suara hewanpun  terdengar bersahutan dari balik pepohonan,  seolah ingin menyapa dan mengikuti kami.  Tapi, mereka tak mengganggu. Mungkin tau ya kalau kami orang baik-baik, hehehe. Kurang lebih satu jam melangkahkan kaki, ah akhirnya sampai jua ke pantai yang dituju. Lega rasanya, soalnya jauh, bro...hihiih

Saat sampai di bibir pantai karang Copong
 
Pantai yang ada dikawasan Karang copong ini, memang mempunyai view yang dahsyat tuk menikmati sunset. Oh ya, kenapa dinamakan karang copong, karena ditempat ini ada sebuah karang mati besar yang berlubang hingga bentuknya copong.  

Di pantai ini, banyak karang-karang bertebaran, baik karang kecil maupun besar. jadi kudu hati-hati kalau melangkah, takut tersandung batu karang.

Duduk menepi di tempat ini, sembari memandang dashyatnya penampakan matahari yang sebentar lagi akan tenggelam disebelah barat, membuat suasana menjadi berbeda. Saya benar-benar merasa ada diujung dunia. Sepi, hikmat layaknya menanti sebuah misteri. *kibas rambut*

Dani, si bocah kecil, (anak dari salah satu teman kami) , menikmati bibir pantai Karang Copong.

Semakin matahari beranjak tenggelam, awan-awanpun semakin mengubah warnanya menjadi jingga kemerah-merahan, sebagai pertanda kalau mereka juga ikut menghantarkan sang surya beristirahat tuk menyimpan tenaga bekal keesokan harinya.. Ah...benar-benar eksotik....

Yuk, bergaya dulu sembari menanti sunset.
Angin yang kencang, menusuk ruas benang baju yang saya pakai. Tapi, aha... tak mengapa. Bisa menyaksikan pemandangan ditepi pantai dengan bonus sunset, itu adalah anugrah tiada tara yang jarang terjadi, kalau bukan berada di pantai.

Inilah sunset yang perlahan-lahan kami abadikan itu......

Memandang Sunset
Wow..sensasi sunset yang kereeen....
Kami juga mau dong foto berbackground sunset...heheheh

Usai menikmati anugrah tadi, kami beranjak pulang. Hari sudah malam. Kok Gelap? Ya, iyalah. Ini pantai dan hutan bro, lu kate Jakarta, ada lampunya jalannya...? hahahaha...

Untunglah kami sedia obor. Jadi, api yang menyulut sumbu oborlah yang menerangi kami sepanjang jalan, menemani jejak langkah kaki kami menelusuri hutan dimalam hari. Widih, kalau bukan karena serombongan, mana berani saya masuk ke hutan malam-malam begindang. Karena bisa saja ada penampakan hewan. Walau hewan itu tak menganggu, tapi kita bisa dibikin kaget, karena tidak terbiasa. Alhamdullilah... perjalanan pulang kami berjalan lancar tanpa hambatan, meski sesekali kami harus tersandung ranting atau batu yang melintang ditengah jalan yang tidak terlihat. Ada juga yang kakinya kecemplung di bekas kubangan hewan. Kotor deh, sepatunya. :)

Sesampai dipenginapan, meski capek, untunglah ada yang menghibur kami. Petikan dawai-dawai gitar cukup membantu melepaskan lelah. Tapi, ada hiburan yang lebih keren lagi lo. Ya, malam itu, kami dihibur dengan hewan-hewan lucu yang bertamu ke penginapan. Lagi dan lagi... monyet, rusa dan segerombolan babi hutan. Mereka mendekati kami yang sedang bernyanyi dengan petikan gitar. Entahlah... apa mereka terhibur dengan nyanyian kami, atau mungkin pengen diajarin nyanyi kali ye, hehehe. Kamipun terhibur oleh mereka. Jarang-jarang melihat pemandangan seperti ini. Menghibur diri dan mengukir kebersamaan di pulau, ditemani oleh ragam fauna yang jarang dijumpai, saat telah berada di kota metropolitan. 

Menghibur diri dan bersenda gurau di teras penginapan....

 
Babi hutan yang menyambagi penginapan kami di malam hari. Menghibur kami.







Jalan-jalan ke Pantai itu... Jangan lupa bawa minuman yang segar dan menyehatkan..

Nah, berhubung kalau yang namanya pergi kepantai atau jalan-jalan itu sering lupa waktu, lupa makan yang bikin pencernaan jadi buruk, trus kurang minum air putih dan gak menghiraukan cuaca, seperti yang saya ceritakan diatas, maka tubuh kita rawan panas dalam, lo. Jadi, kalau jalan-jalan apalagi kepantai, yang cuacanya biasanya terik hingga mengundang haus, apalagi kalau pake acara snorkling plus berenang, pasti capek dan hausnya dobel-dobel deh. Nah, jangan sampe habis jalan-jalan tepar. Gak asyeek kaleee... So, tuk menghindarinya, selalu sediakan minuman yang membuat tubuh kita tetap fit. 
 

Berat Hati meninggalkan Pantai Indah Pulau pecang. 

Hari sudah pagi, ketika saya masih terbuai mimpi oleh keindahan di pulau yang menyajikan pantai cantik dan indah itu. Masih berasa lautnya yang biru kehijau-hijauan memanjakan kami. Rusa cantik yang menyambut di bibir pantai. Ikan Sebelah yang licin, ceper, unik dan lucu terasa masih terasa mengitari kami. Sunsetnya yang indah, masih terbayang dipelupuk mata. Polah puluhan babi rusa, dan monyet, masih ngangenin. Eh, merekapun setia menghantar kepulangan kami hingga menuju dermaga. Sungguh tak bisa terlupakan. Terasa begitu cepat. Kesempatan jalan-jalan seru bersama teman-teman kantor saat itu, adalah salah satu kenangan termanis dalam hidup saya.

Pepohonan disekitar pulau, ngepose sebelum meninggalkan Pulau Peucang..

Betah euy berada disana. 
 
Saya ingin mengulangi lagi rona kebahagiaan tuk bertandang kesana tentu. Bukan karena pantai ini terletak nun jauuuhhh di ujung kulon, dipulau yang tak ada penghuninya, dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan. Namun bagi saya, inilah alam yang indah. Yang masih layak tuk dinikmati, surga dunia yang terselip di ujung provinsi Banten. Tempat yang menjadi habitat satwa-satwa unik, tanpa perlu diusik oleh hal-hal yang tidak menyenangkan mereka. Melihat hewan-hewan itu, semakin membuat kita saling menghargai dan mengenal kehidupan mahluk lain.

Tapi, kami  harus meninggalkan keindahan itu, karena mesti melanjutkan kehidupan selanjutnya di tempat yang berbeda....

Dermaga Pulau Peucang

Datang ke tempat ini, saya mendapatkan ragam menu kebahagiaan dan kenangan dalam satu paket.
  • Menu  1  :   Bisa menjelajah dua pantai indah di Pulau Peucang dalam satu hari,
  • Menu 2  :   Kedua pantai yang dikunjungi, mempunyai magnet keindahan masing-masing. Dari laut yang biru bersih dengan pasir putihnya, serta view pemandangan sunset yang kece badai. 
  • Menu 3  :   Bisa bercengkrama dengan hewan langka yang dilindungi sambil bermain dipantai., sekaligus  melihat tingkah pola  rusa, babi, kijang, kancil, biawak, monyet  dan hewan-hewan langka dan unik lain-lain... (tuk pertama kalinya bagi saya)
  • Menu 4 :  Snorkling, langsung dihadiahi pemandangan alam bawah laut yang indah, dengan segala isinya yang membuat takjub (tuk pertama kalinya bagi saya)
  • Menu 5 :  Belum pernah masuk hutan? Ah, di tempat ini kita bisa merasakan sensasi kehidupan hutan, lengkap dengan pohon-pohon raksasa yang langka. 
  • Menu 6 :  Perjalanan laut menuju dan pulang dari Pulau Peucang,  suguhan  pemandangan dahsyat dan ombak yang keren, akan kita nikmati. 
Tengkyu Liang Teh Cap Panda, yang sudah mengajak kami membuka memori dengan pantai-pantai cantik di Indonesia yang pernah kami kunjungi, hingga saya bisa menuangkan kenangan dan gambar-gambar yang untungnya masih tersimpan dengan baik di file saya. Maklum, 3 tahun lalu, saya belum jadi blogger, jadi gak kepikiran buat menumpahkan cerita ini ke dalam tulisan, hehehe..

Ah, kapan ya bisa ke  Pulau Peucang lagi..?

Di kapal, saat meninggalkan Pulau Peucang

47 comments :

  1. Wah good lucky mbak Fikry wah kayaknya ini nih juaranya lengkapp beuud plusss keren" fotonya modelnya juga cantik" euyy hehehe...keren abis nih mbak trip ini ^-^ saya ngiler ke ujung kulon...vbawa saya ke sana donk mbak haha pizz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk..kita ke ujung Kulon bareng...aku juga pengen kesana lagi... Pantainya indah binggittss..... Kangen juga sama hewan-hewan yang menggemaskan ituhh....

      Delete
    2. setuju sama komentar ini...
      fotonya keren euy...

      mam[pir juga kemari yak

      http://gubugkecilsangentung.blogspot.com/2014/08/17-agustusan-di-pantai-klayar-banyu.html

      Delete
    3. Hai Fubuki...Makasih ya sdh mampir......ntar aku maen2 juga ke blogmu ya... :)

      Delete
  2. jalan2 ke pantai sambil berpetualang nih Mak, asyiik...
    pantainya masih perawan ini yah? warna biru dimana-mana, bikin perasaan jadi adem ayem :)
    good luck ya Mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi mak, kalau nemu pantai indah plus sepi karena gak ada penduduknya, berasa pantainya masih perawan deh, adem.....hehehe...

      Delete
  3. Keren sekali itu pantai. ada rusa sama babi hutannya lagi.... mantap. http://fxmuchtar.blogspot.com/2014/08/serasa-memiliki-pantai-pribadi-di-liang.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang.... saya baru pertama kalinya bertemu rusa. Rasanay penegn megangin tanduknya, tapi takut diseruduk.. Datang kesini bisa menikmati ragam pemandangan deh, gak cuma pantainya doang, hehehe

      Delete
  4. Dari Jakarta saja butuh waktu 10 jam lebih! Apalagi dari tempat saya di Jawa Tengah. Sepertinya model-model dadakan di atas cocok buat sampul majalah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi Mas Lutfi... kalau dari Jawa tengah, mungkin 2 hari dua malam ya, baru nyampe. Tapi, kalau dari tempatmu berada sekarang, di Yaman, mungkin 2 bulan kali baru nyampe , kalau lewat perjalanan laut, hihihiih..... Tapi, semuanya terbayar dengan kenikmatan yang dicicipi disana. Makasih pujiannya tuk model dadakan ala kami, hahahah

      Delete
    2. Dua hari 2 malam itu perjalanan yang sangat melelahkan. Di Yaman sebenarnya juga ada pulau tempat wisata, tapi jaraknya lumayan jauh dan cukup ekstrem.

      Delete
  5. saya suka juga denagn pantai, apalagi saat senja tiba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi Mbak..aku juga suka dengan senja dan susnset di pantai..berasa berada didunia lain, hehehhe...

      Delete
  6. Ini wisata paket kumplit ya mak. Ada rusa, ada babi, segala macam ada. Asik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, wisata komplit dalam satu paket, Mak... Pengen lagi datang ke tempat , kangen dengan semua yang ada disana...

      Delete
  7. wuihhhh foto-fotonya keren bingit ... bikin ngiri.com.......... jadi pengen ke Pulau Peucang juga
    Thanks sharingnya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Astri....Makasih kembali...hayuk...aku jg pengen kesana lagi, hehehe..

      Delete
  8. bener bener menajubkan sekali pemandangannya, begitu alami ya mbak, mudah mudahan terus terjaga keasliannya. eh btw berapa harga penginepan satu malam rata rat mbak ? oh iya salam kenal mbak ijin sekalian follow blog nya yah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas Yuliono...pantai pulau peucang keren bingittss. gak nyesel deh datang kesana...Oh ya tuk harga penginapan disana, 1 kamar @250ribu, bisa untuk 4-5 orang, disediakan dua tempat tidur dalam satu kamar. Tapi, ini harga 3 tahun yang lalu lo , bisa jadi sekarang sudah naik,hehehe...Semoga kecapaian bisa bertandang kesana ya mas...

      Delete
  9. mudah mudahan mbak, nabung dulu biar bisa kesana, ok informasinya thanks banget mbak, wah kalau 3 tahun yang lalu bisa kesana kamarnya murah banget oi....tapi tak apalah kalau punya rejeki dan Allah mengijinkan insya Allah bisa kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin mas...mudah-mudahan dirimu bisa jala-jalan kesana ya, biar ketemu sama si rusa , si monyet, si biawak, dan si babi hutan..hehehe

      Delete
  10. Selamat yaa...saya ikut senang, tulisanmu raih juara. Saya jadi bisa belajar deh! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mbak Mutia... saya juga masih belajar, kok.:)

      Delete
  11. wih , keren ya, pantai memang selalu indah . Dan keasrian di sana menambah daya tarik juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi mbak...karena pulau ini tak berpenghuni kali ya dan jauh dari Jakarta, makanya lautnya bersih dan asri..:))

      Delete
  12. wah keren banget tuh tempatnya, airnya lebih jernih dari air kolam dan paling menarik buat saya rusanya , bisa sedekat itu dengan rusanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas Hajir, wah, pokoknya gak nyesel deh dtg ke pulau ini, meski capek, tapi tetep aja nyebur ke laut... rusa-rusanya baik kok, gak galak, hehehe

      Delete
  13. indah nyaaaaaaa pantai peucang air laut yang biru kehijau-hijauan itu loh bikin ngiler aku pengen ke pantai lagi :G sunset nya pun kereeeeen mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho oh..... lautnya indah bingit lho Ipah, betah nyelem lama-lama, hehehe...

      Delete
  14. Berlibur bersama teman-teman itu lebih mengasyikan bagi saya karena bisa bebas mengekspresikan diri sendiri dan bisa menjelajah kemana aja sesuka hati. Btw, mbak suasana airnya tenang banget iya, namanya juga pulau nggak ada ombak seperti pantai hihihi.
    Anggaran untuk berlibur kesana kira-kira berapa iya mbak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Wida, iya seru jalan 2 sama temen kantor, ke pulau indah pula, cuci mata bingit, hehehe

      Delete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. keren mba fotonya :)
    ini daerah banten?wah mantap sekali untuk bahan liburan ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daerah ujung kulon, eh, iya masuk Banten ya,... yuk dicoba kesana, heheh

      Delete
  17. indah pantainya, moment sunsetnya eksotic banget, keren2 fotonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, walau cuma dua hari satu malam, tapi berkesan bingit ...hehehe

      Delete
  18. itu serius mbak, herwan2 pada keliaran bebas?
    ngeri-ngeri sedap euy :)
    apalagi kalo ketemu babi hutan he he he

    kalo rusa mah saya justru senang, soalnya pas di monas kan cuma bisa liat di kejauhan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Rul, hewan2 nya bebas berkeliaran... cuma monyet aja yg paling bandel, suka masuk rumah,kamar dan dapur, kita jadi rempong deh ngusirnya, hihihih :)

      Delete
  19. postingannya panjang bangeeet .. tapi untungnya ada banyak foto jadinya dibaca terus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, makasih Putri, kalau nulis tentang travelling itu, gak bisa ditahan, selalu panjang, hehehe..

      Delete
  20. Wah pantainya bener" indah mba,. jadi pengen liburan ke pantai lagi :D
    banyak bener yah hewan liarnya, apa ga menggangu tuh mba hewan liarnnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai....ini memang pantai yang indaaaahhhh...yuk, main main kesana. hehehe...hewannya baik baik kok, asik deh...

      Delete
  21. duh serunya ke pantai rame-rame

    ReplyDelete
  22. pengen deh pergi ke Pulau Peucang, kayanya bakalan seru

    ReplyDelete
  23. Pengen kesitu tapi belum ada yang mau diajak katanya serem hehehehhe

    ReplyDelete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?