Saya jatuh cinta sama blog ini

Sbr foto: disini


Saya jatuh cinta sama blog ini



Saat ini saya sedang jatuh cinta....

Ehm...yang namanya orang sedang jatuh cinta, pasti berbunga-bunga, dong. Ya, perasaan saya memang selalu bertabur bunga ketika membaca sebuah blog yang menurut saya benar-benar menggunakan analisis ala-ala wartawan, dengan research yang lengkap dan aktual, hingga menjadikannya sebuah tulisan, yang tak seperti tulisan blog, bahkan terlihat layaknya sebuah berita yang biasa mejeng dilaman kanal berita ternama. Atau, seperti membaca sebuah artikel di majalah, via website. Begitulah kira-kira perumpamaan saya terhadap tulisan yang membuat pengetahuan saya bertambah itu, saking bagusnya penjabaran yang ditorehkan. Saya selalu suka dengan kritik atau ide-ide pemikirannya. 


Si empunya, kalau menurut saya sih, bernama Samandayu, seperti yang tertulis pada headernya.

Dia juga ada di kompasiana,  www.kompasiana.com/samandayu

Ilustrasi Wajah Samandayu, sang blogger pujaanku. Sbr foto;disini 


Dari tulisan-tulisannya yang mejeng di kompasiana, apalagi kalau itu jadi headline, biasanya akan dia copy juga ke blogspotnya, (busyet, gue sampai segitu taunya, ya..hihihh...)

Bagi saya yang masih unyu-unyu dalam hal kepenulisan ini, blog ini cukup bermanfaat, karena mengetengahkan opini dan pengalamannya secara keren, smart, bermutu dan kena.
Saya suka sekali membaca hasil karya lelaki pencinta kucing ini. Biarpun tulisannya ada yang panjaaang, tapi kena dan bermutu. Gak ngebosenin. Kalimat perkalimat yang ia sajikan, layaknya makanan gurih yang dengan nikmatnya saya santap sampai habis. Sangat menambah wawasan. Sayapun bisa belajar dari tulisannya.

Blog ini sangat up to date. Apapun yang sedang ngehitsss, ngetren, ngehot, ngeblinger, aneh bahkan nyeleneh yang menjadi buah bibir dimana-mana, akan dia kupas tuntas layaknya mengupas kentang lantas digoreng trus dijual. Selanjutnya, tinggal menunggu respon dari sang pembeli. Kalau rasanya enak, maka orang akan kembali lagi. Tapi, sebaliknya, kalau gak ada rasa yang nendang, atau kurang asin dikit aja, maka orang akan meninggalkannya karena tak memberi kesan yang mendalam. #tsaaah....

Panasnya kabar ketika Munawarman menyiramkan air teh kepada “teman” yang ada disebelahnya, riuweh dan gonjang-ganjingnya ajang pencarian bakat  X faxtor, sampai yang terbaru adalah Demo Dokter se-Indonesia, semuanya diulas layaknya analisa seorang wartawan. Ya, dari apa yang ia paparkan pada tulisannya sangat terlihat kalau ia berwawasan luas.

Misal, ketika sedang ngehitsnya berita tentang Roy Suryo yang gak hapal lagu sakral kebanggaan kita, Indonesia Raya, pada saat mendamaikan kisruh diajang sepak bola, maka diapun menuliskan pendapat atau kritikannya, disertai dengan informasi lainnya pula tentang sejarah lagu kebangsaan kita itu. Jadi, ia tak hanya semata mengkritik doang, tapi, ada nilai lain juga yang ia persembahkan dalam tulisannya itu. Tak heran, kalau tulisannya yang berjudul Saat Menpora Lupa LirikLagu Kebangsaan, menjadi headline di kompasiana.

Atau ketika sedang berlangsungnya kontes Miss World di Bali, beberapa bulan lalu, tak luput pula ia analisa, lengkap dengan prediksinya siapa yang akan jadi pemegang mahkota Miss World 2013. Meskipun meleset, tapi prediksinya gak jauh beda. Ia menjagokan Miss Ukraina sebagai pemenangnya, eh, ternyata negara tetangga kita, Filiphina yang menyabetnya. Meski demikian, Filiphina masuk dalam jajaran posisi 5 besar, sesuai prediksinya.

Begitu juga ketika ajang Miss Universe 2014 tengah berlangsung di Rusia, ia pun menceritakan tentang perjalanan Whulandary, gadis asal padang, yang mewakili Indonesia di ajang bergengsi itu. Apa saja yang dilakukan Wulan, termasuk suasana dalam kamar hotelnya, yang foto-fotonya ia ambil dari twitternya Uni Whulan. Ah, benar-benar rinci sekali. Soal prediksi, tentunya juga ia cantumkan, lengkap dengan analisnya.

Pokoknya, yang sedang up to date atau ada yang ramai dikit, maka ia langsung menuliskannya.

Seperti contoh, ketika heboh soal ucapan yang keluar dari mulut Deddy Corbuzier saat membawakan acara Hitam Putih dalam episode membahas soal Kecelakaan kereta api dan truk tangki Pertamina yang menewaskan 8 orang, beberapa waktu lalu. Dalam salah satu sesi perbincangan, ucapan sang Host dengan keluarga korban, dianggap melecehkan. Hujatanpun bertubi-tubi dialirkan oleh beberapa kalangan yang ditujukan  pada host yang juga seorang pesulap itu, melalui jejaring sosial.

Tak berapa lama usai acara berlangsung, jari-jemarinya langsung ketak-ketik di keyboard kompi tuk menyuarakan opini dan kritikannya tentang acara hitam putih tadi. Lantas, esok harinya, ketika Deddy Corbuzier meminta maaf kepada penonton dengan sikapnya yang tetap angkuh itu, pria berkacamata inipun juga langsung sesegera mungkin mengupdatenya. Wow, benar-benar penulis sejati. Salah satu kalimat yang saya suka dalam tulisannya tentang hal ini adalah, Tapi, standar seorang DC memang tinggi, dia seperti hidup 'sendiri'.  Sekarang terserah saja bagaimana kita menanggapinya.” Maksud dari standar seorang DC cukup tinggi adalah, begitu sakleknya si DC memilah-milah untuk hal mana yang harus menuntutnya menyatakan permintaan maaf, atau tidak. Dan, kena banget, tuh! Maksudnya kena terhadap kejumawaannya si DC, seolah ia yang paling benar. Padahal, ya memang tak ada salahnya kita meminta maaf kalau perkataan kita banyak menyinggung perasaan orang.

Selain mempunyai analisa dan kritikan tajam dalam setiap tulisannya, rupanya ia juga mengamati industri musik dan film. Dari ngomongin Agnez Mo, boyband/girlband tanah air, korea dan dunia, juga riview film serta pendapatnya tentang sang aktor/aktris, yang penyampaiannya santai dan renyah,  khas anak muda.

Coba intip tentang reviewnya terhadap film, lengkap dengan pembandingnya, lo. Bahkan, ia pun mengutarakan pendapatnya tentang film mana yang layak atau seharusnya menang di ajang FFI atau piala citra. Wuih, benar-benar punya refrensi yang luas.

Pun, termasuk pendapat dan kritikannya tentang singkatan/bahasa gaul anak muda sekarang yang sering mengucapkan kata “Damn!”. Damn! I Love Indonesia. Atau, "Damn! Saya dukung Whulandari", misalnya. Ternyata, saya juga baru tau, (ya, gara-gara ngebaca blognya Samandayu)  kalau 'damn' itu adalah singkatan dari Daniel Mananta, host yang terkenal itu, lo, yang punya usaha baju kaos, dan menuliskan kata “Damn”, pada bajunya itu. Sehingga kata yang berasal dari bahasa Inggris itu beredar meluas. Namun, kadang tak sesuai dengan konten yang disandingkan dengan kata 'damn” itu sendiri.

Ucapan Damn! I love Indonesia pada banner Film. Sbr foto;disini

Beberapa orang yang meninggalkan jejak di kolom komentar pada blogspotnya, ada beberapa yang saya baca, kalau mereka ternyata juga menyukai analisis atau pendapat Samandayu, terhadap sesuatu hal. Ada yang mengaku setiap hari malah ngintip blognya kang Saman. Namun, si pengomentar hanya meninggalkan nama Anonim saja pada indentitasnya. Ya, mungkin saking terpesonanya terhadap analisis atau tulisan Samandayu, orang jadi speechles, hingga tak mampu menyebut nama dirinya sendiri, hihihih...

Oh, ya, saya baru mengenal blog ini sekitar 5 bulan belakangan. Ketika, tak sengaja mencari alamat blognya salah satu artis, eh, malah nyasar ke blognya Samandayu. Setelah saya kulik-kulik, widdih, ini dia yang namanya blog. Sangat memberikan informasi dan wawasan dengan santai tanpa emosi. Dan apa yang dibahasnyapun tidaklah kacangan, bukan juga curhat dia pribadi tentang sesuatu hal. Walaupun, ada sedikit juga sih tentang curhatnya, tapi ia ramu dengan kejadian lain sehingga menghasilkan tulisan yang apik. Foto-foto yang ia pajangkan sebagai penunjang tulisannyapun, kebanyakan dari dokumen pribadinya yang ia capture dari youtube atau ia potret dari acara tipi, melalui layar tipi. Keren, kan..? Kreatif sekali.

Penasaran sama wajahnya? Pastinya!

Namun, di blog yang ia punya, tak memajang fotonya. Hanya ada gambar kucing ( secara dia benar-benar pencinta kucing). Tak jarang dalam setiap tulisannya selalu menyelipkan kata “Ah, siapa sih elu meong?” Maksudnya, itu ucapan dia tujukan untuk diri sendiri ketika sedang merasa “tak pantas” untuk menyoroti/ menilai suatu hal.

Saking cintanya sama Meong, ada tulisannya juga tentang si meongnya yang berhasil menjadi pemenang dalam lomba menulis. Dan karyanya itu akan dibukukan oleh si penyelenggara.

Yang saya tau lagi, dia adalah anak sastra. Kebetulan saya pernah membaca tulisannya tentang sastra atau kesastraan, yang mana disitu menyebutkan juga pengalamannya ketika menjadi anak sastra di kampusnya. Wih, pantesan tulisannya keren. Tapi, gak semua anak sastra bisa bikin tulisan sebagus doi, tentunya, hehehe....

Inikah wajah Samandayu? sbr foto disini
Usianya? Ehm sepertinya dia cowok berusia sekitar 25-an, hehehe. Gak tau tuh bener apa kagak, bisa saja lebih atau kurang. Ya, ini tebakan saya doang sih, dari hasil melihat wajahnya di akun google+ miliknya, seperti gambar disebelah ini.

Wah, panjang deh, kalau ngomongin soal blognya si paklik Samandayu ini. Saya langsung jatuh cinta ketika pertama kali berkunjung ke blog yang berusia sekitar 4 tahunan ini. Saya belajar banget dari bahasa dan gaya kalimat yang ia sampaikan. Serius tapi santai, bikin saya mengangguk-ngangguk, hehehe..

Ah, saya benar-benar jatuh cinta sama blog kamyu, om Saman. 

Oh ya, ada pertanyaan saya terkait blog yang saya bahas ini. Kalau saya perhatikan, setiap komentar yang mejeng di blogspotnya, kok gak dibalas sama si empunya, ya..? Tapi, giliran komentar yang masuk diranah kompasiana punya doi, eh, di bales. Mungkinkah ia ingin menjaga hubungan pertemanan dengan sesama kompasianer, sehingga dia menyempatkan diri selalu tuk membalas komen yang masuk. Tapi, kenapa yang di blogspot dicuekin..? Hikss... cian euy yang komen disana, gak ditanggepin...

Anyway, terima kasih atas informasi dan masukannya selama ini, terhadap hiruk pikuknya  dunia yang sama-sama kita nikmati ini, melalui tulisan di blogmu, Samandayu.. 

Nah, daripada anda penasaran, yuk capcus, melipir bentar (lama juga boleh) ke wanasedaju.blogspot.com.

Btw,

Ngeblog, adalah salah satu resolusi yang saya taruh dalam hati diakhir 2012 lalu. Alhamdullilah, kesampean. Jalan-jalan ke Bali, juga salah keinginan yang saya idamkan sejak kapan, juga terkabul. Itulah dua keinginan yang akhirnya bisa saya cicipi di tahun 2103, yang akan segera berakhir ini. Tapi, tentu ada resolusi lain yang tak tercapai. Apa tuh..? Kasih tau gak ya..?, hihihi. Ah, gak usahlah dituliskan disini, cukup saya saja yang tau, wkwkwkw...(takut nelangsah..)

Ehm, gegara saya udah jadi blogger gitu, (kata orang sih, hehe), maka saya pun akhirnya suka membaca blog orang. Padahal, jujur ya, dulu sebelum saya suka ngeblog, ketika saya bertemu dengan tulisan yang beralamat dalam suatu blog, gara-gara tak sengaja ketemu dari hasil pencarian kata di mesin google, langsung saya close tuh laman. Boro-boro saya baca. (sadis banget, yak, hehehe). Ya, dulu saya gak suka baca blog. Karena, bagi saya itu cuma sekedar tulisan, yang belum tentu bisa dipercaya kebenarannya. Beda dong, kalau kita melihat tulisan di kanal berita populer semacam kompas.com, tempo.com, atau detik.com. Lah, ini baru saya pantengin.

Eh, tak disangka ternyata, saya sendiri yang “terjebak” dalam dunia perbloggingan setahun ini,  heheh..

Ya, tak, seperti yang saya bayangkan, rupanya ada banyak manfaat yang didapat dari ngeblog. Salahsatunya bisa berbagi cerita tentang pengalaman hidup atau informasi yang syukur-syukur bisa menginspirasi orang. Pun, sebaliknya, dari cerita teman-teman yang ditulis pada blog, saya juga mendapatkan pengetahuan lain tentang pengalaman mereka. Misalnya, ada yang pernah mengalami penipuan, suka duka berprofesi sebagai ini dan itu, ada yang berbagi tips untuk suatu hal, atau kisah inspiratif lainnnya.

Nah, bertemu dengan blognya Si Manusia Setengah Kucing, begitu Samandayu biasa menyebut dirinya, yang bisa jadi acuan saya tuk semakin kreatif lagi, membuat saya semakin  mencintai blogging. Ah...

No comments :

Post a Comment

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?