SADARI Payudara Anda!


Menjadi seorang wanita sesungguhnya, tentu dikarunai sepasang buah dada yang bernama payudara, pemberian alami dan asli dari Tuhan, sang pencipta.

Namun, sering melewatkannya begitu saja. Sering tak diperhatikan secara seksama. Hanya dianggap “onderdil” tubuh yang emang ada dari sononya. Dan sebagian dari kita,  merasa baik-baik saja dengan semua itu. Padahal, jika  kiat cuek, bisa saja ada sesuatu yang tak diinginkan terjadi dalam jaringan payudara. Salah satunya dengan kehadiran daging kecil yang tumbuh, yang tak pernah  kita undang, tapi tiba-tiba udah bercokol saja tuh di payudara kita yang indah ini.. 

Kalau dibiarkan, wah wah....panjang urusannya. Selain mesti mengeluarkan uang berjut-jut... bikin anda terkejut-jut..., ancaman kematianpun akan menjemput, apalagi jika sudah tahap stadium empat. Stadium yang paling parah dalam ukuran dunia medis, dan menyeramkan bagi semua pasien.

Untuk itu,  menurut Dr.Denni Joko Purwanto Sp,B (onk), Kepala Instalasi Bedah Sentral dan Ahli Bedah Onkologi RS Dharmais,dari sekarang perlu deteksi dini untuk melihat kondisi dua buah yang berbentuk  seperti buah pepaya ini, untuk melakukan SADARI. Singkatan dari Periksa Payudara Sendiri, sejak saat ini tentu.

Salah satu cara tuk mendeteksi tumor payudara adalah: sebelum tidur, kita berkaca didepan cermin dengan telanjang dada tentunya (telanjang bulat juga boleh, hehehe)  atau bisa juga sambil tiduran dengan posisi terlentang, dengan kepala disanggah oleh tangan, sementara punggung juga di disanggah dengan bantal, agar payudara membusung. Lantas, dalam posisi itu, rabalah payudara dengan dipijit-pijit lembut, dengan memutar seperti arah jarum jam. Apakah terasa ada benjolan atau tidak. Kalau dirasa tak ada daging yang menonjol, Alhamdullilah. Tapi..., kalau ada, meski itu kecil...eng ing eng...mesti diwaspadai, walau tak perlu takut yang berlebihan juga. Karena, tumor payudara bisa di atasi dengan cara diterapi atau  dioprasi/diangkat tuk menghilangkan benjolan tadi.

Trus, kalau keluar cairan berwarna merah atau coklat, nah ini juga itu perlu diwaspadai. Namun, kalau cairannya berwarna putih dan bening, itu hal normal.


Ini cara SADARI. (foto tandatandakankerpayudara.com)


Eh, kata dokter, terkadang suami yang justru menemukan benjolan pada payudara istrinya, saat sedang meraba buah dada pendamping hidupnya itu. Namun, bukan bearti ketika melakukan SADARI, harus suami juga yang melakukannya, soalnya takut tujuannya berubah, hehehe...

Nah, memeriksa payudara, seperti cara diatas, kata dr.Denni, baiknya dilakukan pada 7 sampai 10 hari sesudah haid. Karena pada masa itu payudara sedang dalam kondisi lembek. (kalau menjelang haidkan keras, kaku dan nyeri yak).

"Early Detection is Best Detection. Terbukti 90% penderita kanker payudara bisa sembuh dengan deteksi dini: SADARI, "begitu kata dr.Denni pada acara Love Your Health, Love Your Body, yang diadakan  Majalah femina, Sabtu (30/11).

Namun, benjolan payudara belum tentu tumor, lho. Kata dokter Denny, bisa jadi itu kista. Nah, kalau ternyata itu adalah kista, biasanya tak perlu diangkat, cukup diobservasi atau disedot, dan ini bisa disembuhkan. Bahkan, 9 dari 10 benjolan payudara, dideteksi bukan kanker.

Beda penampakan tumor dan kista. ( foto: pengobatankankerserviks.web.id)


Mengingat payudara merupakan penyakit nomor satu di Indonesia yang menyebabkan kematian, maka pendeteksian sejak dini perlu dilakukan. Bahkan, untuk yang berusia diatas 35 tahun, menurut dr. Denni,  perlu melakukan yang namanya USG atau Mammografi.  

Mammografi adalah pemeriksaan payudara menggunakan sinar X yang dapat memperlihatkan kelainan pada payudara dalam bentuk terkecil. Dengan mammografi, kanker payudara dapat dideteksi dengan akurasi sampai 90%.

Namun, perlu diingat juga, bahwa  faktor risiko bukan penyebab kanker payudara. 

Faktor resiko itu misalnya :

 -tidak menikah, 
-tidak menyusui, 
-baru punya anak yang pertama disaat usia 35 tahun,  
-haid pertama di usia kurang dari 10 tahun
-menopause di usia lebih dari 55 tahun, 
 -diet tinggi lemak
-Mengkonsusmsi alkohol atau gaya hidup yang tak sehat. 

Faktor resiko yang tidak bisa diubah adalah gender, usia, genetik dan riwayat keluarga. Ini juga yang saya takutkan.  Sekitar 20 tahun lalu, Ibu saya menderita kanker payudara yang tak kunjung sembuh. Berkali-kali masuk rumah sakit untuk melakukan oprasi, namun, akhirnya payudaranya yang sebelah kiri, harus diangkat/dihilangkan juga. Meski rajin melakukan terapi sinar, sampai rambut di kepalanya habis/botak, ajalpun tetap menjemputnya, dengan kondisi yang masih sakit parah. Memang, ibu saya terlambat mengetahui kalau Ia terkena tumor. Setelah diperiksa, ternyata tumor itu sudah berkembang menjadi kanker stadium empat, dan telah menyebar melalui kelenjar getah bening. Tubuhnya pun  langsung kurus kering dan tenaga berkurang. Semoga, ini tidak menurun kepada saya. 

Sementara, untuk faktor penyebab tumor payudara sendiri (yang diatas tadi faktor resiko ya, bukan penyebab), menurut dokter Denni, sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Sebagai perbandingan, angka kejadian kanker payudara yang menyerang pria dan wanita adalah 1:100.

Nah, untuk mencegah hal-hal tersebut, pola hidup seimbanglah yang perlu kita terapkan saat ini. Seperti memilih makanan yang sehat (tidak junkfood, kurangi gorengan dan mi instant), olahraga teratur, istirahat yang cukup dan hindari stres.


Suasana Talkshow  

Terkait faktor resiko dan penyebab, banyak mitos-mitos yang berhubungan dengan penyakit ini. Ada yang bilang, kalau rajin minum wine akan terhindar dari kanker. Ada juga yang percaya kalau penggunaan bra yang berbusa dan berkawat, atau memakai bra ketika tidur, bisa terkena tumor. Namun, menurut dr.Denni, hal tersebut bukan merupakan faktor risiko tumor payudara, namun hanya mitos belaka, jadi tak perlu khawatir. Bertepuk tanganlah anda yang sering memakai bra berbusa atau berkawat, demi si payudara terlihat membusung dan terangkat, hahaha...

Artis cantik yang juga anggota DPR, Wanda Hamidah, yang turut berbagi pengalaman dihari itu, mengatakan Less sugar and less carbo, adalah prinsip hidupnya. Ia tidak menjalankan diet. Hanya dua hal itulah yang berusaha ia terapkan, agar tumor payudara tak mengunjunginya lagi. 

Saya bersama Wanda hamidah


Ya, di tahun 2002 lalu, ibu tiga orang anak ini, mengalami benjolan kecil dipayudara sebesar 2 cm. Lantas, setelah ia periksa, maka ia di arahkan ke onkologi. Onkologi adalah spesialisasi medis yang berkenaan dengan studi dan praktek pengobatan kanker atau tumor. Dokter onkologi menyarankan tumor jinak di payudaranya, diperiksa 6 bln sekali, namun ia memilih diangkat saja kala itu. Setelah tumornya diangkat, tak ada perubahan pada bentuk payudaranya, karena benjolannya kecil. 

Meski tumornya sudah diangkat, tapi Wanda tetap rajin memeriksakan diri dengan check up setahun sekali. Bahkan, karena hal ini, banyak hikmah yang didapat oleh model sejak usia remaja ini.

“Setelah tumor payudara saya diangkat, saya jadi lebih sadar pentingnya hidup sehat,“ begitu katanya sebagai penutup acara dengan tema  "Faktor resiko dan deteksi dini kanker payudara", di Otel Lobby, Epicentrum Walk, Kuningan Jakarta Selatan. 

Nah, untuk anda yang ingin tau apa saja tanda-tanda kanker payudara? Wajib baca artikel ini ya.  

Pada acara yang bertabur touch of blue, dihadiri oleh sekitar 40 wanita yang tergabung dalam komunitas sabahat femina, sangat antusias mengikuti diskusi dan tanya jawab tentang hal paling rawan yang bisa dihinggapi oleh kaum wanita ini. Apalagi MC nya adalah presenter cantik, yang sering wara-wiri di TV, Moza Pramitha, bisa menghidupkan suasana menjadi lebih hangat dan tak membosankan. Eh, acara yang berlangsung sejak pukul 9 pagi dan berakhir pada saat jam makan siang ini, juga didukung oleh Asuransi Kesehatan, Zurich.

Ini suasana acara keren itu. ( foto : @feminamagazine)


Nah, anda sudah punya asuransikah? Belum? Atau masih ragu-ragu karena merasa gak pernah sakit, gitu? Atau bingung, kapan seharusnya kita memiliki asuransi? 

Menurut Oemin Handajanto, Pimpinan Zurich, yang ikut berbagi di acara itu menjawab, sama seperti pertanyaan kapan kita harus makan sehat, jadi harus sedini mungkin.

Kalau anda ingin bergabung di asuransi, perlu diketahui juga kalau derajat risiko penyakit yang anda atau keluarga alami, akan menentukan premi, lho. Sebaliknya, jika pernah menderita penyakit tertentu yang riskan dan parah, belum tentu juga langsung ditolak aplikasi asuransinya. Asuransi jiwa mutlak diperlukan. Selain itu, kita juga harus melindungi diri dari penyakit kritis. Jangan lupa, sisakan pula dana untuk hari tua. Zurich, menyediakan asuransi dengan premi mulai dari Rp175 ribu.

So, acara femina yang selalu bermanfaat seperti ini, selalu saya nanti-nantikan. Tak hanya menambah pengetahuan baru, tapi juga dapat teman baru dan oleh-oleh alias goody bag yang ciamik. Ini adalah kali ke lima, femina mengundang saya tuk berpartisipasi diacara mereka.

Tengkyu femina dan Zurich, yang sudah menyelenggarakan acara bermutu dan menyenangkan ini. Jadi semakin peduli terhadap payudara dan mengerti tentangnya.

Geng meja saya, heheh

33 comments :

  1. Waduhh, saya takut sendiri kalo tiba-tiba ada benjolan.. takut dengan vonis dokter juga . Semoga kita para wanita selalu diberi kesehatan. Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..saya juga takut...beberapa teman saya bahkan sdh ada yang mengalami kista maupun tumor.. Untung ketahuannya cepat, jadi bisa diangkat/ dibuang. Semoga tidak terjadi pada kita ya. Amin...

      Delete
    2. Nanti malam saya coba deh, hehe . Sebenarnya saya tahu sadari ini sejak dulu cuma belum pernah tes langsung siih

      Delete
    3. Yuk, mari kita sama-sama SADARI saat sedang mandi, atau sebelum tidur, hehehe...

      Delete
  2. duh jadi pengen cepet nikah nih biar ga kena kanker payudara.. hiks hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...Semoga segera menikah ya mbak Susan...btw, walau kita sudah menikahpun, bukan bearti akan terbebas dari penyakit ini. Tapi, memang, tuk wanita yg menikah di usia ranum, faktor resikonya lebih besar terkena tumor payudara.Semoga kita tidak mengalaminya ya mbak. Amin...

      Delete
  3. setiap kali mandi, diusahain cek payudara seperti pada gambar, semoga kita selalu diberikan kesehatan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, mari di praktekkan. Pas lagi mandi deh emang yang pas ngeceknya, kalo sebelum tidur, takutnya kelupaan, hehehe..

      Delete
  4. Sadari memang sudah wajib diketahui oleh para perempuan, biar bisa dideteksi sejak dini :)
    Informasi yang sangat bermanfaat mbak, saya juga lagi membahas masalah mitos-mitos penyebab payudara :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas Bagus, info yang menarik dan penting ttg penyakit apapun, memang baik tuk dibagikan...:)

      Delete
  5. sangat penting nih untuk diketahui kaum hawa... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih mas....serem, tapi itu justru bikin kita kudu waspada stiap hari :) Meski slalu berharap, jgn sampai saya mengalaminya.

      Delete
    2. saya juga mewaspadainya ko m'ba..:D

      ijin follow blog kerennya boleh yah

      Delete
    3. Yes, Mas Cilembu Thea.... kita-sama-sama waspada ya, makasih sudah follow blogku... :)

      Delete
  6. Selamat Hari Kesehatan (12 November). Ini artikel lama, ya? Saya lihat di link-nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Lutfi,. ini artikel lama, berhubung kemarin hari Kesehatan, makanya aku share ulang nih artikel,suapaya kita lebih peduli terhadap kesehatan, hehehe. Selamat Hari Kesehatan ya..Semoga dirimu juga sehat selalu di negeri orang :).

      Delete
  7. Kesadaran untuk melakukan SADARI bagi setiap wanita itu penting sekali ya, MBak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas...bagusnya dilakukan sediini mungkin, supaya kalau ada apa-apa cepet ketahuan dan segera di ambil tindakan. .:)

      Delete
  8. Enaknya mbak Eka.. diundang acara mulu :D
    Haduh jujur mbak, aku awalnya cuek bebek lo soal beginian. Tapi semenjak kampanye ini gencar di mana-mana, mulai resah juga. Apalagi aku anak kosan, sering makan mie sama gorengan :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Alhamdullilah, selalu dapat acara yg bermanfaat, hehehe..

      Iya nih, kampanye ini makin gencar dilakukan, krn sdh banyak penderitanya, akibat kecuekan dan faktor ketidak tahuan ya. Btw, sama Hilda, aku juga anak kosan, yg suka makan sembarangan,.hiks..smg kita tetap terhindar ya... :)

      Delete
  9. Aku pernah kena tumor payudara. Sekarang sudah diangkat. Tapi yang nemu malah anjingku, bukan dokter, hehehe :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ouw, Indi pernah kena toh, dan anjingnya malah yang nemuin, wah..pasti itu gara-gara sering meluk anjing kesayangannya ya, hehehe.. untunglah sdh diangkat ya, In.. Smg tidak terulang lagi... Makasih sharingnya :)

      Delete
  10. Alhamdulillah...beruntung saya ngga memiliki payudara, coba kalau punya tentu harus baca artikel ini dengan seksama.
    tapi...ya perlu juga sih, buat ngasih tau tetangga agar selalu menyadari payudara nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih mang Lembu, bukankah cowok juga punya payudara ya, tapi ukurannnya kecil dan bisa dipamerin pula kesemua orang, wkwkwkkw... btw, tetangga mas Lembu banyakan cewek ya...? Cucok nih kalo isi artikel ini di sharing sama mereka, hehehe.. Tengkyu Mas Lembu...

      Delete
    2. Mang Lembu lagi ngelindur kali mbak, lah wong saya juga punya ko... :)

      Delete
    3. hehehe...iya ..cowok jugakan punya payudara ya Marnes. :D

      Delete
  11. Artikel yang bermanfaat banget nie mbak, khususnya buat kaum wanita... tapi gak ada salahnya dong kalo saya juga ikutan menyimak biar bisa berbagi sama istri... oya salam kenal ya sekalian ijin follow blognya di kunjungan perdana saya ini, trims atas share informasinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas Marnez, silahkan info ini di bagi tuk istri atau saudaranya. Salam kenal kembali. Terima kasih sdh follow blog saya. Salam buat istrinya ya. :)

      Delete
  12. masih suka cek payudara sendiri waktu lagi mandi.. :)

    ReplyDelete
  13. Artikel yang sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan akan kanker payudara :))

    ReplyDelete
  14. sangat bermanfaat sekali mbak, semoga para wanita bisa menjadi bahan referensi yang baik ne :)

    ReplyDelete
  15. hmm kalo udah bahas beginian pasti udah parno duluan.. ngeri..
    moga aja kita semua diberi kesehatan ya, amin...
    yang pasti juga jaga pola hidup sehat biar terhindar dari penyakit berbahaya..
    terutama menghindari makanan gosong2 yang memang salah satu pencetus kanker..

    ReplyDelete
  16. Hal seperti ini nih yang perlu di waspadai, yang awalnya hanya benjolan tapi tidak segera diatasi yang ada malah jadi berbahaya ya mbak?? ihh serem..

    ReplyDelete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?