Akhir 2013


Hallooowww..., 

Ini hari terakhir dan malam paling ujung di tahun 2013. 
Tinggal hitungan jam lagi, tahun yang penuh suka duka dan cerita hidup ini, akan berganti menuju tahun baru 2014. Oyeaaacch....

Sbr foto;disini


Selalu heboh, ramai dan sibuk, ya, orang-orang setiap menyambut malam pergantian tahun baru. Ada yang sudah jauh-jauh hari janjian sama temen mau ngerayain apa dan dimana gitu. Ada yang bakar-bakaran rumah, eh maksudnya bakar sate dirumah, hehehe. Ada yang berdiam diri di kamar, merenung sambil nonton acara kehebohan tahun baru dibeberapa wilayah Jakarta dan dunia. Ada yang tadarusan di mesjid, pun ada yang konvoi bersama temen-temen satu geng atau berduaan doang naik motor sambil boncengan sama sang kekasih. Dan, ada pula yang tetep ngantor alias kerja, seperti yang saat ini saya lakukan. Ya, saya menyambut tahun baru sambil bekerja dan ngeblog, hihihi... 

Ehm, malam pergantian tahun kali ini saya habiskan dikantor, karena memang jadwalnya saya masuk shift sore. Dari jam 15.00 mpe 24.00 (9 jam bukan..?) Dan itu artinya saya hanya berjibaku dikantor berteman dengan komputer, dan keheningan kantor.. Yuhuuu...Tak apa, paling tidak saya masih bisa memantau kemeriahan tahun baru melalui internet. Lagian, ini bukan tuk pertama kalinya saya bertahun baruan dikantor sambil kerja, baik kerja di belakang meja atau dilapangan.

Ah, teringat 7 tahun lalu, saya tahun baruan sambil liputan. So, usai perayaan yang bertabur kembang api dan sampah dimana-mana itu, saya ditelpon bos kantor untuk melipir ke beberapa rumah sakit besar di Jakarta, untuk melihat ada berapa banyak korban kecelakaan pasca tahun baru. Eh, ternyata, 3 rumah sakit yang saya datangi, semuanya “kedatangan” korban lakalantas, gegara hiruk pikuknya tahun baru. Ya, maklum, padatnya lalu lintas membuat suasana tak terkendali. Akhirnya orang jadi keselip yang berujung tabrakan atau jatuh dari motor dan sebagainya. Apalagi, dini hari itukan jam-jamnya ngantuk dan capek ya, tubuh jadi gak stabil.

Ilustrasi; Kepadatan lalu lintas di malam tahun baru Sbr foto;disini

So, yang malam ini mau bertahun-baruan dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat, hati-hati, lo, dijalan. Kepadatan lalu lintas yang sebabkan macet-dimana-mana, membuat orang jadi emosi  tak bisa mengontrol diri tuk melajukan kendaraannya. Semua kepengen cepat sampai ditempat tujuan, sehingga sering terjadi musibah. Awas, jangan sampai ngantuk..!! (ngasih peringatan dikit, hehe..)

Eits, hindari juga buang sampah sembarangan dan nginjak-nginjak rerumputan di trotoar jalan, ya, seperti yang terjadi setiap malam tahun baru. Trus, bagi yang ingin merayakan diluar rumh, enaknya  sih, bawa botol air isi dari rumah ya. Biar ketahuan kualitas kebersihannya dan juga mengurangi botol sampah plastik  kemasan.

Ehm..Tahun baru selanjutnya lagi (6 tahun lalu), kembali merayakan di kantor, bersama-teman-teman yang juga kebagian tugas malam. Bertabur makanan dan minuman, euy. Entah, siapa yang jadi sponsornya..? wkwkwkwk. Saya dan teman-temanpun melahap nikmat hidangan yang tersaji di meja panjang itu, yang terpajang dilantai basemen kantor, ditemani dengan gerimis mengundang, cihuuy. Eh, dapet telephone romantis ucapan selamat tahun baru pula dari kecengan yang nun jauh disana, hihihhi... #abaikan... 

Di tahun-tahun selanjutnya lagi, ya idem..  

Kadang dikantor, kadang juga dijalan bersama teman-teman. Begitu juga dengan tahun pergantian 2012 ke 2013, setahun lalu. Pertamakalinya saya menikmati kemeriahan di bunderan HI sambil berdesak-desakan melawan arus dengan jutaan warga Jakarta yang berebut ingin berada didekat podium utama, persis didepan bunderan HI, supaya bisa melihat penampilan artis-artis yang menyumbangkan suaranya tuk meramaikan malam yang disesaki oleh warga Jegardaah itu. Termasuk juga pengen melihat kemunculan Pak Jokowi, sang gubernur DKI Jakarta yang baru beberapa bulan menjabat. Kisah keriwehan tahun baru ditahun lalu yang saya alami bersama dengan dua orang teman saya yang gokil habess, sila baca disini.


Merayakan tahun baru di Bunderan HI, setahun lalu.


Dan kini...ehem.., 31 Desember 2013, dari jam 3 sore mpe jam 24.00 teng nanti, tahun baruan, kembali saya jalani dikantor, bersama teman-teman yang juga masuk shift malem. Tak apa, udah puas juga toh menikmati tahun baru dijalanan? Hehehe.. (besarin hati sendiri). Palingan, ketika pulang kantor ntar malem, saya masih bisa melihat letupan sisa kembang api yang entah darimana itu asalnya, hehehe...


Yaay, bertahun baruan dikantor sambut 2014. Cemunguutttsss.


Hokeeh...Met sambut tahun baru 2014, and say goodbye 2013.

Lumayan banyak cerita disepanjang tahun ini... dan semoga ditahun depan, lebih banyak lagi cerita indah yang terukir. Amiin...


Sbr foto;disini


Read More

Saya jatuh cinta sama blog ini

Sbr foto: disini


Saya jatuh cinta sama blog ini



Saat ini saya sedang jatuh cinta....

Ehm...yang namanya orang sedang jatuh cinta, pasti berbunga-bunga, dong. Ya, perasaan saya memang selalu bertabur bunga ketika membaca sebuah blog yang menurut saya benar-benar menggunakan analisis ala-ala wartawan, dengan research yang lengkap dan aktual, hingga menjadikannya sebuah tulisan, yang tak seperti tulisan blog, bahkan terlihat layaknya sebuah berita yang biasa mejeng dilaman kanal berita ternama. Atau, seperti membaca sebuah artikel di majalah, via website. Begitulah kira-kira perumpamaan saya terhadap tulisan yang membuat pengetahuan saya bertambah itu, saking bagusnya penjabaran yang ditorehkan. Saya selalu suka dengan kritik atau ide-ide pemikirannya. 


Si empunya, kalau menurut saya sih, bernama Samandayu, seperti yang tertulis pada headernya.

Dia juga ada di kompasiana,  www.kompasiana.com/samandayu

Ilustrasi Wajah Samandayu, sang blogger pujaanku. Sbr foto;disini 


Dari tulisan-tulisannya yang mejeng di kompasiana, apalagi kalau itu jadi headline, biasanya akan dia copy juga ke blogspotnya, (busyet, gue sampai segitu taunya, ya..hihihh...)

Bagi saya yang masih unyu-unyu dalam hal kepenulisan ini, blog ini cukup bermanfaat, karena mengetengahkan opini dan pengalamannya secara keren, smart, bermutu dan kena.
Saya suka sekali membaca hasil karya lelaki pencinta kucing ini. Biarpun tulisannya ada yang panjaaang, tapi kena dan bermutu. Gak ngebosenin. Kalimat perkalimat yang ia sajikan, layaknya makanan gurih yang dengan nikmatnya saya santap sampai habis. Sangat menambah wawasan. Sayapun bisa belajar dari tulisannya.

Blog ini sangat up to date. Apapun yang sedang ngehitsss, ngetren, ngehot, ngeblinger, aneh bahkan nyeleneh yang menjadi buah bibir dimana-mana, akan dia kupas tuntas layaknya mengupas kentang lantas digoreng trus dijual. Selanjutnya, tinggal menunggu respon dari sang pembeli. Kalau rasanya enak, maka orang akan kembali lagi. Tapi, sebaliknya, kalau gak ada rasa yang nendang, atau kurang asin dikit aja, maka orang akan meninggalkannya karena tak memberi kesan yang mendalam. #tsaaah....

Panasnya kabar ketika Munawarman menyiramkan air teh kepada “teman” yang ada disebelahnya, riuweh dan gonjang-ganjingnya ajang pencarian bakat  X faxtor, sampai yang terbaru adalah Demo Dokter se-Indonesia, semuanya diulas layaknya analisa seorang wartawan. Ya, dari apa yang ia paparkan pada tulisannya sangat terlihat kalau ia berwawasan luas.

Misal, ketika sedang ngehitsnya berita tentang Roy Suryo yang gak hapal lagu sakral kebanggaan kita, Indonesia Raya, pada saat mendamaikan kisruh diajang sepak bola, maka diapun menuliskan pendapat atau kritikannya, disertai dengan informasi lainnya pula tentang sejarah lagu kebangsaan kita itu. Jadi, ia tak hanya semata mengkritik doang, tapi, ada nilai lain juga yang ia persembahkan dalam tulisannya itu. Tak heran, kalau tulisannya yang berjudul Saat Menpora Lupa LirikLagu Kebangsaan, menjadi headline di kompasiana.

Atau ketika sedang berlangsungnya kontes Miss World di Bali, beberapa bulan lalu, tak luput pula ia analisa, lengkap dengan prediksinya siapa yang akan jadi pemegang mahkota Miss World 2013. Meskipun meleset, tapi prediksinya gak jauh beda. Ia menjagokan Miss Ukraina sebagai pemenangnya, eh, ternyata negara tetangga kita, Filiphina yang menyabetnya. Meski demikian, Filiphina masuk dalam jajaran posisi 5 besar, sesuai prediksinya.

Begitu juga ketika ajang Miss Universe 2014 tengah berlangsung di Rusia, ia pun menceritakan tentang perjalanan Whulandary, gadis asal padang, yang mewakili Indonesia di ajang bergengsi itu. Apa saja yang dilakukan Wulan, termasuk suasana dalam kamar hotelnya, yang foto-fotonya ia ambil dari twitternya Uni Whulan. Ah, benar-benar rinci sekali. Soal prediksi, tentunya juga ia cantumkan, lengkap dengan analisnya.

Pokoknya, yang sedang up to date atau ada yang ramai dikit, maka ia langsung menuliskannya.

Seperti contoh, ketika heboh soal ucapan yang keluar dari mulut Deddy Corbuzier saat membawakan acara Hitam Putih dalam episode membahas soal Kecelakaan kereta api dan truk tangki Pertamina yang menewaskan 8 orang, beberapa waktu lalu. Dalam salah satu sesi perbincangan, ucapan sang Host dengan keluarga korban, dianggap melecehkan. Hujatanpun bertubi-tubi dialirkan oleh beberapa kalangan yang ditujukan  pada host yang juga seorang pesulap itu, melalui jejaring sosial.

Tak berapa lama usai acara berlangsung, jari-jemarinya langsung ketak-ketik di keyboard kompi tuk menyuarakan opini dan kritikannya tentang acara hitam putih tadi. Lantas, esok harinya, ketika Deddy Corbuzier meminta maaf kepada penonton dengan sikapnya yang tetap angkuh itu, pria berkacamata inipun juga langsung sesegera mungkin mengupdatenya. Wow, benar-benar penulis sejati. Salah satu kalimat yang saya suka dalam tulisannya tentang hal ini adalah, Tapi, standar seorang DC memang tinggi, dia seperti hidup 'sendiri'.  Sekarang terserah saja bagaimana kita menanggapinya.” Maksud dari standar seorang DC cukup tinggi adalah, begitu sakleknya si DC memilah-milah untuk hal mana yang harus menuntutnya menyatakan permintaan maaf, atau tidak. Dan, kena banget, tuh! Maksudnya kena terhadap kejumawaannya si DC, seolah ia yang paling benar. Padahal, ya memang tak ada salahnya kita meminta maaf kalau perkataan kita banyak menyinggung perasaan orang.

Selain mempunyai analisa dan kritikan tajam dalam setiap tulisannya, rupanya ia juga mengamati industri musik dan film. Dari ngomongin Agnez Mo, boyband/girlband tanah air, korea dan dunia, juga riview film serta pendapatnya tentang sang aktor/aktris, yang penyampaiannya santai dan renyah,  khas anak muda.

Coba intip tentang reviewnya terhadap film, lengkap dengan pembandingnya, lo. Bahkan, ia pun mengutarakan pendapatnya tentang film mana yang layak atau seharusnya menang di ajang FFI atau piala citra. Wuih, benar-benar punya refrensi yang luas.

Pun, termasuk pendapat dan kritikannya tentang singkatan/bahasa gaul anak muda sekarang yang sering mengucapkan kata “Damn!”. Damn! I Love Indonesia. Atau, "Damn! Saya dukung Whulandari", misalnya. Ternyata, saya juga baru tau, (ya, gara-gara ngebaca blognya Samandayu)  kalau 'damn' itu adalah singkatan dari Daniel Mananta, host yang terkenal itu, lo, yang punya usaha baju kaos, dan menuliskan kata “Damn”, pada bajunya itu. Sehingga kata yang berasal dari bahasa Inggris itu beredar meluas. Namun, kadang tak sesuai dengan konten yang disandingkan dengan kata 'damn” itu sendiri.

Ucapan Damn! I love Indonesia pada banner Film. Sbr foto;disini

Beberapa orang yang meninggalkan jejak di kolom komentar pada blogspotnya, ada beberapa yang saya baca, kalau mereka ternyata juga menyukai analisis atau pendapat Samandayu, terhadap sesuatu hal. Ada yang mengaku setiap hari malah ngintip blognya kang Saman. Namun, si pengomentar hanya meninggalkan nama Anonim saja pada indentitasnya. Ya, mungkin saking terpesonanya terhadap analisis atau tulisan Samandayu, orang jadi speechles, hingga tak mampu menyebut nama dirinya sendiri, hihihih...

Oh, ya, saya baru mengenal blog ini sekitar 5 bulan belakangan. Ketika, tak sengaja mencari alamat blognya salah satu artis, eh, malah nyasar ke blognya Samandayu. Setelah saya kulik-kulik, widdih, ini dia yang namanya blog. Sangat memberikan informasi dan wawasan dengan santai tanpa emosi. Dan apa yang dibahasnyapun tidaklah kacangan, bukan juga curhat dia pribadi tentang sesuatu hal. Walaupun, ada sedikit juga sih tentang curhatnya, tapi ia ramu dengan kejadian lain sehingga menghasilkan tulisan yang apik. Foto-foto yang ia pajangkan sebagai penunjang tulisannyapun, kebanyakan dari dokumen pribadinya yang ia capture dari youtube atau ia potret dari acara tipi, melalui layar tipi. Keren, kan..? Kreatif sekali.

Penasaran sama wajahnya? Pastinya!

Namun, di blog yang ia punya, tak memajang fotonya. Hanya ada gambar kucing ( secara dia benar-benar pencinta kucing). Tak jarang dalam setiap tulisannya selalu menyelipkan kata “Ah, siapa sih elu meong?” Maksudnya, itu ucapan dia tujukan untuk diri sendiri ketika sedang merasa “tak pantas” untuk menyoroti/ menilai suatu hal.

Saking cintanya sama Meong, ada tulisannya juga tentang si meongnya yang berhasil menjadi pemenang dalam lomba menulis. Dan karyanya itu akan dibukukan oleh si penyelenggara.

Yang saya tau lagi, dia adalah anak sastra. Kebetulan saya pernah membaca tulisannya tentang sastra atau kesastraan, yang mana disitu menyebutkan juga pengalamannya ketika menjadi anak sastra di kampusnya. Wih, pantesan tulisannya keren. Tapi, gak semua anak sastra bisa bikin tulisan sebagus doi, tentunya, hehehe....

Inikah wajah Samandayu? sbr foto disini
Usianya? Ehm sepertinya dia cowok berusia sekitar 25-an, hehehe. Gak tau tuh bener apa kagak, bisa saja lebih atau kurang. Ya, ini tebakan saya doang sih, dari hasil melihat wajahnya di akun google+ miliknya, seperti gambar disebelah ini.

Wah, panjang deh, kalau ngomongin soal blognya si paklik Samandayu ini. Saya langsung jatuh cinta ketika pertama kali berkunjung ke blog yang berusia sekitar 4 tahunan ini. Saya belajar banget dari bahasa dan gaya kalimat yang ia sampaikan. Serius tapi santai, bikin saya mengangguk-ngangguk, hehehe..

Ah, saya benar-benar jatuh cinta sama blog kamyu, om Saman. 

Oh ya, ada pertanyaan saya terkait blog yang saya bahas ini. Kalau saya perhatikan, setiap komentar yang mejeng di blogspotnya, kok gak dibalas sama si empunya, ya..? Tapi, giliran komentar yang masuk diranah kompasiana punya doi, eh, di bales. Mungkinkah ia ingin menjaga hubungan pertemanan dengan sesama kompasianer, sehingga dia menyempatkan diri selalu tuk membalas komen yang masuk. Tapi, kenapa yang di blogspot dicuekin..? Hikss... cian euy yang komen disana, gak ditanggepin...

Anyway, terima kasih atas informasi dan masukannya selama ini, terhadap hiruk pikuknya  dunia yang sama-sama kita nikmati ini, melalui tulisan di blogmu, Samandayu.. 

Nah, daripada anda penasaran, yuk capcus, melipir bentar (lama juga boleh) ke wanasedaju.blogspot.com.

Btw,

Ngeblog, adalah salah satu resolusi yang saya taruh dalam hati diakhir 2012 lalu. Alhamdullilah, kesampean. Jalan-jalan ke Bali, juga salah keinginan yang saya idamkan sejak kapan, juga terkabul. Itulah dua keinginan yang akhirnya bisa saya cicipi di tahun 2103, yang akan segera berakhir ini. Tapi, tentu ada resolusi lain yang tak tercapai. Apa tuh..? Kasih tau gak ya..?, hihihi. Ah, gak usahlah dituliskan disini, cukup saya saja yang tau, wkwkwkw...(takut nelangsah..)

Ehm, gegara saya udah jadi blogger gitu, (kata orang sih, hehe), maka saya pun akhirnya suka membaca blog orang. Padahal, jujur ya, dulu sebelum saya suka ngeblog, ketika saya bertemu dengan tulisan yang beralamat dalam suatu blog, gara-gara tak sengaja ketemu dari hasil pencarian kata di mesin google, langsung saya close tuh laman. Boro-boro saya baca. (sadis banget, yak, hehehe). Ya, dulu saya gak suka baca blog. Karena, bagi saya itu cuma sekedar tulisan, yang belum tentu bisa dipercaya kebenarannya. Beda dong, kalau kita melihat tulisan di kanal berita populer semacam kompas.com, tempo.com, atau detik.com. Lah, ini baru saya pantengin.

Eh, tak disangka ternyata, saya sendiri yang “terjebak” dalam dunia perbloggingan setahun ini,  heheh..

Ya, tak, seperti yang saya bayangkan, rupanya ada banyak manfaat yang didapat dari ngeblog. Salahsatunya bisa berbagi cerita tentang pengalaman hidup atau informasi yang syukur-syukur bisa menginspirasi orang. Pun, sebaliknya, dari cerita teman-teman yang ditulis pada blog, saya juga mendapatkan pengetahuan lain tentang pengalaman mereka. Misalnya, ada yang pernah mengalami penipuan, suka duka berprofesi sebagai ini dan itu, ada yang berbagi tips untuk suatu hal, atau kisah inspiratif lainnnya.

Nah, bertemu dengan blognya Si Manusia Setengah Kucing, begitu Samandayu biasa menyebut dirinya, yang bisa jadi acuan saya tuk semakin kreatif lagi, membuat saya semakin  mencintai blogging. Ah...

Read More

Mengapa tak dari rumah saja....?



Santai internetan dari rumah. Sbr foto;disini
Dua tahun lalu, teman kantor saya, meninggal dunia karena sakit komplikasi ginjal. Yang saya ingat darinya, sebelum berpulang kepada yang kuasa, dengan kondisi kesehatan yang sudah menipis, semangat kerjanya tak pernah padam. Ia tetap mau bekerja, dengan kondisi tubuh yang sakit, sempoyongan dan tentu tak fit seperti kala ia masih sehat. Ia, tak bisa lagi dikirim tuk liputan kesana dan kesini. Rumah sakit pun sudah tak terhitung lagi berapa kali ia datangi untuk berobat ataupun rawat inap.

Pihak kantor kami sangat bersipamti padanya. Bukan karena ia termasuk karyawan senior dan punya reputasi yang bagus, tapi karena gelora jiwanya yang terus hidup demi baktinya kepada pekerjaan dan perusahaan temapt ia mengais rezeki. Ia merasa punya tanggung jawab, karena masih menerima gaji bulanan, dengan kondisi yang sering keluar masuk rumah sakit. Artinya, bisa dikatakan ia tak aktif lagi dikantor. Mungkin, ia tak enak hati kalau harus memakan gaji buta. Walaupun management kantor sangat memakluminya.

Ketika ada masanya ia telah keluar dari rumah sakit (walaupun belum sembuh dan harus tetap kontrol) maka ia menyempatkan diri tuk datang kantor. Tuk bekerja. Semangatnya masih menggelora.

Namun, dengan kondisi tubuh yang sudah sakit parah, sungguh tak memungkinkan melihatnya harus datang kekantor setiap hari. Akhirnya, ia diberikan keringanan tuk bekerja dari rumah. Mengirimkan tugas-tugasnya melalui email dan berkomunikasi dengan atasan atau teman sekantornya melalui jejaring sosial atau fasilitas pesan pendek pada handphone. Jadi, ia tetap bisa bekerja tanpa harus merepotkan diri sendiri dan orang lain yang harus mengantar atau menjaganya dikantor, kalau-kalau penyakitnya kumat, misalnya. Istrinyapun bisa mendampinginya, tuk sekedar mengingatkan agar ia jangan lupa minum obat atau beristirahat. Interaksinya pada anaknya yang masih balitapun pastinya lebih intens. Jadi, semuanya bisa dikerjakan lebih mudah tanpa membebani siapapun. 
 

Kenapa belajar tak dilakukan dengan e-learning saja..?


Belajar langung dari internet. sbr foto;disini
Nah, melihat apa yang dilakukan oleh Almarhum teman saya ini, ketika itu saya berfikir, andaikan sistem pembelajaran di Indonesia juga bisa dilakukan dari rumah,  secara jarak jauh melalui perangkat komputer dengan koneksi internet atau jaringan, tentu sangat memudahkan para siswa, orang tua dan juga guru. Apalagi, buat yang tinggal di Jakarta. Ehmm, tau sendirikan, dengan kondisi lalu lintas ibukota yang begitu padatnya ketika dipagi, siang dan sore hari. Pulang sekolah, anak-anak sudah teler. Bukan hanya capek karena belajar disekolahnya, tapi juga capek karena berjam-jam melalui jalanan ibukota yang gak tau kapan akan sepi dari kendaraan lalu lalang itu.

Begitu juga saat mereka harus berangkat kesekolah yang jam masuknya sekitar jam 7 atau 6.30 pagi buta itu. Wah, kebayangkan jam berapa mereka harus bangun tidur demi mencapai ke sekolah tepat waktu, supaya tak dimarahi guru dan tak ketinggalan pelajaran sekolah..? Padahal, bisa saja, sang anak masih ngantuk, belum tidur yang cukup atau badannya masih terasa capai...?

Apalagi, kalau kita lihat didaerah-daerah, yang mana jarak antara sekolah dan tempat tinggal/ pemukiman penduduk cukup jauh. Aksesnya susah pula. Guru dan siswa, pasti repot. Ketika sampai disekolah, bukannya fokus mengajar, yang ada malah capek duluan. Belum lagi jika ada siswa yang tak bisa hadir di kelas karena alasan sakit, izin atau hal  lainnya, yang membuat mereka jadi tak bisa mengikuti pelajaran.  

Tapi, hal itu tak perlu terjadi atau bisa diminimalisir, kalau sistem e-learning sudah diterapkan. Ya, dengan media yang menyajikan tehnologi internet, guru tinggal mengirimkan bahan-bahan yang dia ajarkan pada muridnya yang absen tadi. Atau, kalau ada latihan soal, ya bisa dikirimkan juga satu paket dengan bahan pelajaran tadi. Jadi, siswapun  bisa mempelajari atau mengerjakan latihannya, tanpa harus melihat catatan buku dari teman-temannya. Dan gurupun, tak perlu dua kali tuk menjelaskan pelajaran yang sama. Iya, kan..?

Dan masih banyak lagi beberapa alasan, kenapa sih kita tidak belajar dari rumah saja..?

Kan bisa toh, anak-anak yang masih dalam tahap perkembangn itu diarahi oleh gurunya melalui sistem belajar e-learning melalui internet..? Lantas siswa mengikuti petunjuk apa yang diinginkan dan diperintah oleh guru. Sementara, orang tua bisa mengawasi aktifitas belajar sang anak. Jadi, banyak  keunggulan yang didapat. Sang anak tak perlu capek datang kesekolah, orang tua juga akhirnya punya banyak waktu banyak tuk bersama dengan sibuah hati. Sementara, bapak dan ibu guru bisa juga melakukan aktifitas lainnya sembari tetap memperhatikan pembelajaran yang dilakukan oleh siswanya.

Apa itu e-learning dan manfaatnya?


Ilustrasi E-Learning. Sbr foto;disini
Ehm, ngomongin soal belajar jarak jauh melalui internet, atau yang biasa disebut e-learning, ini adalah Sistem pembelajaran elektronik yang merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, murid tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. Jadi, bisa mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program pendidikan. 

Secara sederhana e-learning dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet) dan multimedia (grafis, video, dan audio) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan berinteraksi antara pengajar dan pembelajar, dari jarak jauh.

Dengan E-learning, anak dapat belajar dengan tidak terikat pada ruang dan waktu. Buah hati kita akan dapat belajar kapan saja, tidak terikat pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas. E-learning merupakan kegiatan belajar siswa yang menyenangkan, sebab dengan proses pembelajaran berbasis komputer ini disajikan materi pembelajaran yang interaktif. Siswa dapat memilih sendiri materi pembelajaran yang diperlukan, sehingga pemahaman siswa terhadap materi tersebut dapat ditingkatkan. 

Misalnya e-learning menggunakan CD-ROM (multimedia), siswa dapat membuka kembali pelajaran tersebut di rumah dan belajar sendiri. Mengapa demikian? Dalam multimedia, pelajaran dapat dipelajari sendiri karena terdapat feedback dan dilengkapi animasi yang cukup menarik. Sehingga siswa akan termotivasi dalam belajarnya karena penyajiannya yang seperti permainan. Selain itu, sesuatu hal yang baru biasanya membuat seseorang lebih tertarik untuk mengetahui dan mencobanya. Apalagi dengan kemajuan teknologi, maka anak-anak  akan merasa tertantang untuk mampu menggunakannya. 

Bagi gurupun, manfaat dengan adanya e-learning, mereka bisa lebih mudah untuk melakukan pendalaman terhadap bahan-bahan pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terkini. Mereka juga bisa mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak. Serta bisa mengontrol kegiatan belajar peserta didik, meski dari jauh. 

Oh ya, sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line, lo. Tapi bisa juga distribusikan secara off-line dengan menggunakan media CD/DVD. Ini juga termasuk pola e-Learning. Tentu, dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan pelajar dapat memanfatkan hal tersebut dan belajar di manapun dia berada. 

E-Learning, bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, lo. Misalnya melalui sarana e-mail atau mailing list, e-newsletter atau website pribadi. Simple kan..? Gak harus terkesan serius kok, santai aja. Asal kita bisa mengerti dan memaknai ilmu/ arahan atau keinganan dari si pengajar yang posisinya tak berdekatan dengan siswa itu. Kalau kita diminta tuk mengirim jawaban soal atau latihan, misalnya, ya, tinggal kirim aja melalui email. Sampainyapun cepat, dan lebih bersifat rahasia. Siswapun tak kan bisa mencontek jawaban teman atau siswa yang lainnya. Jadi, mereka bisa mencari sendiri jawaban dari bahan ujian atau menelisisk pengembangn ilmu pengetahuan dengan berselancar didunia maya.

Nah, E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). 

Tapi, perlu dingat, E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, lo, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait. Agar proses pembelajaran ini berjalan dengan baik sesuai tujuan dan aturan. 

So, pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian pelajar, serta komunikasi antara guru dan siswa.


E-learning akan ada diterapkan di sekolah Jakarta.


Ilustrasi: Sekolah Jakarta. Sbr foto;disini
Beberapa sekolah yang ada di Indonesia sudah ada yang menerapkan sistem ini. Di lampung misalnya, sudah ada sekolah yang melakukan e-learning. Bahkan, kabar terbaru lagi, nih, Pemerintah Provinsi DKI berencana menerapkan sistem pembelajaran elektronik (e-learning) di sekolah-sekolah yang ada di wilayah ibu kota. Wow..!

Tentu ini bertujuan agar bisa merealisasikan impian menjadikan Jakarta sebagai kota pintar atau smart city. Guna mewujudkan impian tersebut, Pemprov DKI akan mulai membangun sambungan fiber optic serta antena telekomunikasi mikro selular di sekolah yang ada di DKI.
Dengan cara tersebut, maka kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berlangsung dengan sistem online. Tentu, fasilitas komputerpun harus memadai, agar semua siswa atau kelas kebagian sama rata tuk menggunakannya. 
 
Memang, tak gampang sih untuk menerapkan e-learning di Indonesia ini langsung dilakukan dirumah masing-masing pelajar. Namun, tak ada salahnya jika kita memulai langkah-langkah sederhana dulu. Misalnya, menerapkan e-learning tapi masih dalam lingkungan sekolah, sehingga masih bisa diawasi oleh guru. Sekaligus bisa dijadikan evaluasi untuk kedepannya, agar bisa mengembangkan program ini lebih baik lagi. Karena, bisa saja kalau dilepas dirumah, eh muridnya malah malas-malasan tuk belajar. Nah, peran orang tua juga sangat dibutuhkan tuk mengawasi disiplin waktu belajar anaknya, agar tak tersita dengan kegiatan lain. Bila perlu, ada komunikasi antara orang tua dan guru, demi mendukung program ini berjalan dengan baik.

Kitalah memang yang harus memulai inovasi ini, agar kedepannya bisa lebih berkembang menjadi e-learning yang benar-benar berdivinisi belajar dengan media internet secara jarak jauh itu, dari rumah, dari apartemen atau dari rumah neneknya si murid yang ada dimana gitu. 

Ya, dengan pembelajaran jarak jauh ini, dimanapun kita berada termasuk diluar negeri, bisa saja mengikuti pelajaran sekolah. Atau, kalau mau bertatap muka dengan guru melalui fasilitas skype/video pada ponsel atau laptop, kenapa tidak..? Supaya bisa terjadi percakapan langsung, agar siswa lebih jelas dan gurupun bisa menekankan apa yang menjadi keinginannya.

Ya, daripada siswa jadi tua dan stres dijalan karena kemacetan Jakarta yang tiada ampun itu, mendingan mereka belajar dari rumah masing-masing. Para gurupun tak harus ribet dengan urusan siswa yang ribut dikelas, misalnya, gara-gara berebutan pulpen, atau sibuk menghukum murid yang telat datang kesekolah karena bangun kesiangan atau terjebak macet dijalan. #pengalamanpribadi

Saling menguntungkan, bukan..?


E-Learning selamatkan hutan

Selamatkan Hutan!. Sbr foto;disini
Dengan program e-learning, kita tak perlu lagi membawa atau memegang buku yang tebal itu. Tinggal bawa laptop aja atau tablet kemana-mana, yang dengannya kita bisa melihat dan mendapatkan milyaran data dan ilmu pengetahuan. Lebih lengkap dari sebuah buku malah.

Kecenya lagi, dengan menghindari buku atau kertas, itu artinya kita sudah membantu penyelamatan hutan, lo. Ups, apa hubungannya kertas dengan hutan..? Nah, kertas itu terbuat dari kayu, kan..? Tuk mencari kayu itu, biasanya orang akan menebang berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus pohon, hanya demi menghasilkan lembar demi lembar kertas putih untuk keperluan kantor, sekolah atau industri lainnya. Iya kan..? Nah, kalau kita hemat kertas atau meminimalisir penggunaan kertas, berarti kita sudah bersikap ramah lingkungan dan menyelamatkan bumi. Karena, tanpa hutan yang merupakan paru-paru dunia itu, apalah artinya bumi. Ia akan kropos dan layu...Hikss..

Aih, teringat jaman sekolah dulu, ditahun 90-an, yang masing-masing setiap pelajaran berbeda-beda buku tulis dan buku cetak/fisik pelajarannya. Bayangkan jika dalam setahun kita menggunakan 15 buku cetak dan 20 buku tulis. Berapa ribu lembar kertas yang terpakai dan lantas (biasanya) akan mubazir begitu saja...? Karena sistem kurilulum pelajaran yang sering berubah setiap tahunnya, sehingga buku cetak edisi sebelumnya tak berlaku lagi. Kalau sudah begitu, artinya, berapa banyak pohon yang ikut “kita tebang”, hanya demi lembaran buku/ kertas yang akan menjadi “modal” pelajaran kita. Belum lagi mesti menahan beban dipundak ketika membawa tas yang berisi buku-buku fisik yang banyak itu.

Nah, kalau sekarang sudah ada yang lebih praktis, tak memerlukan kertas sebagai metode pembelajaran, tapi cukup dengan media internet saja, ya kenapa tidak kita dukung...? 

So, Mau belajar sambil selonjoroan dalam kos-kosan juga sah-sah aja. Mau ngikutin ujianpun, sambil duduk dipinggir kolam renang, ya, oke-oke saja. Mau mencari bahan pelajaran sambil ngemil singkong gorengpun, asyik-asyik saja. Ada internet, toh, penghubungnya. Posisi Bapak dan ibu gurupun, bisa saja mereka ada dimana-mana, yang penting tetap konsisten dengan tugasnya. Sehingga, yang namanya penggunaan kertas, benar-benar kita "istirahatkan" dulu atau selamanya.

XL menunjang program e-learning

Namun, disamping keuntungan-keuntungan yang didapat dari e-learning ini, ada juga lo pengganjalnya..? Apa tuh....? 
 
Biasa, internet yang lemot atau wifi yang kadang tak bisa diajak kompromi. Nah, lo, kalau sudah begini, bisa berabeh tuh, ntar ketinggalan waktu dan bikin panik. Tapi, dengan memakai provider XL, hal tersebut bisa diminimalisir. XL salah satu solusi untuk mencegah kelemotan itu. Karena jaringan XL terkenal sangat cepat dalam mengakses internet, dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps.

Bahkan didaerah-daerah yang terpecilpun, yang justru provider lain belum masuk kewilayah itu, eh.. XL malah sudah bercokol dengan gagahnya demi memberi kemudahan akses informasi dan komunikasi bagi penduduk yang ada disana. Sepuluh tahun lalu, saya pernah bertandang ke daerah Kabupaten Belinyu, sebuah daerah kecil yang ada di pulau Babel, untuk urusan kantor.  Tak ada provider lain disana kecuali XL. Tentu, kehadirannya sangat membantu sekali bagi warga yang ingin berkomunikasi pada sanak saudaranya yang ada di tempat jauh. Sayapun, akhirnya bisa berkomunikasi dengan rekan kantor dan keluarga, karena XL sudah masuk disana. 
 
Tak hanya itu, sejak tahun 2009 lalu, melalui program XL Axiata, memberikan bantuan pemberian komputer kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan, terutama sekolah yang ada didaerah, agar mendapatkan peluang akses teknologi yang sama. Hingga saat ini XL Axiata telah menyalurkan perangkat komputer ke 186 sekolah di seluruh Indonesia. Lengkap dengan pemberian modem internet dan fasilitas gratis akses internet selama 1 thn.

Nah, untuk para bapak dan ibu guru yang gaptek atau belum jago menggunakan komputer, XL pun memberikan pelatihan komputer dan internet bagi guru, agar semakin mengenal dan mampu memaksimalisasikan kegunaan internet sehat yang bekerjasama dengan ICT Watch. Ya, semua ini dilakukan agar program e-learning berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan.

So, memanfaatkan e-learning akan berjalan lancar jika ditunjang dengan provider yang juga mendukung dan mengerti kebutuhan antara guru dan siswa untuk mengembangkan sistem pengajaran jarak jauh via internet ini. Untuk itulah XL sangat mendukung program ini agar banyak lagi siswa yang berprestasi tuk memajukan negeri, disamping sarana dan prasarana yang harus dilengkapi.
 
Wah, saya jadi pengen sekolah lagi, deh, kalau kayak gini. Kan, bisa belajar dari rumah sambil ngemil singkong goreng buatan mamak. Yummyy....


Sbr tulisan :
http://www.indonesiaberprestasi.com/kusi
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik
http://klipingut.wordpress.com/2007/06/14/peran-%E2%80%9De-learning%E2%80%9D/



Read More

IBU, Cinta Tanpa Akhir

Mom & Me


Mamah...Mamah...Mamah... 

Nama itulah yang kusebut, ketika terjaga dari tidur. Tak ada yang lain.
Aku memanggil namanya kala mulai beraktifitas menyambut pagi.
Kala mata telah terbuka setiap jam wekerku berbunyi.

Seakan ia ada disebelahku.
Seperti masih butuh bantuannya, walau umur sudah lebih dari seperempat abad.
Seolah aku ini anak kecil, yang butuh di gendong, dipeluk dan dimanja  olehnya.




Ah, mama.....

Ketika berumur 6 bulan
Ketika aku kecil dulu, sering kali terbangun tengah malam.
Mungkin jam 24.00 atau sudah dini hari...
Aku merengek haus dan meminta air minum padamu.
Engkaupun terbangun mendengar erangan gadis kecilnya.
Tak ada waktu untuk kau menunda keinginanku.

Langkah kakimu yang masih capai itu, langsung menuju kebagian belakang rumah kita.
Tak sampai dua menit, air putih yang jernihpun sudah ada dihadapanku, 
Tuk hilangkan dahagaku tengah malam itu.
Padahal, bisa saja di tengah malam itu kau masih mengantuk dan capek karena bekerja seharian. 
Bekerja dengan ilmu yang kau punya
Juga bekerja tuk mengurus diriku yang masih bocah.


Ah, mama  
Mamah, saat beliau muda
Hampir setiap hari, kala aku mengaji di sebuah mesjid besar yang jaraknya lumayan jauh dari rumah kita.
Engkau selalu menjemputku dan menunggu dibahu jalan raya,
sembari duduk diatas motor vespa kesayanganmu.. 
Ketika aku keluar dari masjid usai mengaji, 
Engkaupun langsung tersenyum menyambutku.

Lantas, dengan kendaraan roda dua yang kau dapat dari hasil jerih payahmu itu, engkau mengajak aku berwisata kuliner. 
Mampir di beberapa kedai makanan.
Apapun yang aku suka, ya tinggal ambil saja. 
Tak pernah kau melarangku tuk membatasi apa yang ingin aku santap kala sore hari itu.
Pempek, srikaya, agar-agar, rerotian, semuanya ku santap.
Nikmatnya, sore hari jalan bersama dirimu, Mah. 

Ah, mama.... 
Ketika lebaran tiba.
Aku tak perlu capek merengek padamu tuk dibelikan baju baru.
Tapi, baju baru itu justru sudah ada didepan mataku, ketika aku pulang sekolah.
Bahkan jumlahnya tak hanya satu, dua, tapi tiga, tanpa kupinta.
Kau sangat mengerti kebutuhan dan keinganan anakmu ini.
Meski busana yang kau belikan untukku itu, terkadang tak sesuai dengan seleraku, Mah,
Tapi, aku juga tak berani menolaknya.
Aku tetap bergembira. Namanya juga anak kecil, hehehe..


Ketika daku  masih imut, hehe
Ah, mama.... 
Ketika tubuh mungilku terasa sakit dan tak enak.
Tak ada waktu bagimu tuk membiarkan kesakitan.
Engkau langsung membawa aku ke dokter saat itu juga.
Engkau tak mau melihatku bersakit-sakitan.
Segala upaya kau lakukan untukku agar aku cepat sembuh.  

Masih ingat gak, Mah,.... 
Pernah dulu aku mengalami susah buang air besar.
Aku menangis.
Engkaupun langsung panik.
Sampai tetangga satu komplek heboh, karena kau “berteriak” minta tolong pada semua orang gegara keadaaanku itu.
Tetanggapun ramai mengunjungi rumah kita.
Ada yang menyarani ini-itu, agar aku bisa mengeluarkan hajat itu dengan lancar..
Namun, masih tak keluar juga. Hiks,,..
Tapi, untunglah aku masih bisa tidur nyenak malam itu. 
Meski engkau tetap panik melihatku. 

Ah, mama....
Setiap kali jatuh tanggal lahirku, aku tak pernah meminta untuk dirayakan.
Tapi, engkau selalu merayakannya, dengan caramu sendiri.
Disaat teman-teman sebayaku meraung-raung pada orang tuanya tuk dibuatkan pesta ulang tahun,
Aku justru tak pernah merengek-rengek meminta itu. 
Karena engkau tau apa yang harus dilakukan.
Engkaulah yang paling sibuk merencanakan, merancang dan mengseksekusinya
Hingga acara meriah itu berjalan lancar dan ramai. 
Ah, ibu mana yang pernah lupa dengan tanggal kelahiran anak kandungnya...??
Ibu mana yang tak ingin mengucapkan selamat hari ulang tahun tuk belahan hatinya..?


Ketika Ulang tahun yang ke 8 .




Saya, saat berumur 3 tahun
Ah, mama 
Ketika aku meminta ini-itu dimasa-masa kerewelanku semasa kecil dulu, engkau tak pernah mampu tuk menolaknya.
Dengan segala keterbatasanmu, engkau berusaha memenuhi semua keinginanku. 

Kini.... 
Disaat aku sudah punya pekerjaan tetap dan menerima gaji setiap bulannya, harusnya ada sebagian dari uang itu yang harus kuberikan padamu, Mah..
Paling tidak, aku bisa membelikan baju baru, atau makanan kesukaanmu..
Bukan tuk membalas semua kebaikanmu,
Karena tak mungkin aku bisa membalasnya,
Tapi, hanya sekedar tuk menyenangkan hatimu 
Buat bibirmu mengembang

Namun ternyata,
Yang harusnya kupersembahkan untukmu itu, 
Tak pernah tercicipi oleh mu sampai sekarang. 


Serius baca bahan talkshow
Ah, mama

Dulu, ketika melihat tayangan televisi,
Ada seorang anak remaja yang berani tampil bernyanyi atau berperan dengan begitu ekpresifnya,

Engkau bilang padaku : “Lihat tuh anak, ia tak cantik, tapi ia berani tampil. Kamu juga harusnya punya keberanian seperti itu, jangan pemalu! 

Kini... 
Disaat aku bisa tampil di layar TV, 
membawakan acara Talkshow di TV swasta, 
Engkau justru tak pernah menontonnya.

Ketika aku berhasil memegang piala kebanggaan, 
hasil kemenanganku disuatu lomba bergengsi, yang mengharuskanku tuk tampil dan bicara didepan umum, 
Engkau justru tak menyaksikannya.


Ah, Mamah.... 
Dipangkuan Mamah
Ketika aku sudah bisa begini dan begitu, engkau justru tak menikmatinya.
Ketika aku ingin memelukmu erat, menciummu bertubi-tubi, engkau justru tak merasakannya.
Ketika banyak koleksi foto yang aku punya, namun aku justru tak punya foto bersamamu ketika aku tlah meranjak remaja.
Tapi, syukurlah, masih ada foto-foto kebersamaan kita ketika aku masih balita dulu. 

Ya, sudahlah Mah.... 
Mungkin Tuhan tlah merencanakan tuk membatasi waktu kebersamaan kita yang tak panjang itu.
Namun, aku tau, kecintaanmu pada buah hatimu, tak pernah ada batasnya, tak ada akhirnya.
Pun, cintaku padamu, tiada pernah berhenti.  

Dan, sebagai persembahanku di hari Ibu, yang jatuh pada hari ini, 22 Desember 2013, aku tulis sedikit kenangan indah bersamamu. 
 
Saat Family Gathering 
Kebaikanmu untuk bocah kecilmu yang sudah menjadi wanita dewasa ini. 
Kegigihanmu tuk membahagiakanku.
Semangatmu tuk membuatku tertawa dan tercukupi.
Ah, semuanya, Mah..
Semua kau perjuangkan untukku.
Apa yang tlah kau lakukan pada hidupmu, hanya demi orang-orang tercinta yang ada disekitarmu.

Meski engkau tak bisa membaca tulisan ini...
Namun, aku yakin...
Malaikat akan mengirimkan guratan ini langsung kehatimu, agar kau bisa merasakannya. 

Tau gak, Mah... 
Dengan semua apa yang kuhadapi dan kurasakan
selama hidup tanpamu... 

Ternyataaa...

Ketika Liburan
Tak ada yang panik berlebihan jika aku sakit, kecuali engkau, Mah.
Tak ada yang sesegera mungkin mengabulkan keingananku, kecuali Mamah tersayang.
Tak ada lagi yang mengajakku berwisata kuliner, kecuali engkau yang slalu memanjakanku, Mah.
Tak pernah lagi aku melihat sosok wanita tegar  menjemputku disuatu tempat, kecuali hanya sosokmu.
Tak ada yang bisa menyayangi dan mencintaiku sepenuh hati, sedalam lautan, kecuali Mamah tercinta.
Tak ada yang ikhlas menolong aku, kecuali wanita hebat yang telah melahirkanku kedunia ini.
Tak ada yang berani memberikan aku pengaruh hebat, kecuali dirimu, Mah
Dan.....
Tak ada yang bisa menaklukkan hatiku yang terdalam, kecuali Ibu kandungku terkasih.

Engkau, selalu terukir dalam hatiku, dalam bersitan pikiranku
Engkau, selalu ada dalam tiap langkahku
Setiap aku pergi kemanapun, hanya dirimulah yang aku ingat, tak ada yang lain.
Tak ada yang bisa menggantikan posisimu dihatiku, sampai saat ini, Mah. 

Cintamu yang tiada akhir dan tanpa batas itu, membuatku merasa selalu ada didekatmu, sampai kapanpun.

Terima kasih untuk semua kebahagiaan dan kenangan yang tercipta selama ini, antara kita.



Selamat hari Ibu tuk Mamaku tersayang
22 Desember 2013

http://emak2blogger.web.id

Read More