Seni Sebuah Radio


Ini radio, lo!
Radio oh radiooo...
Semua orang membutuhkan radio....... 
Tuk mencari hiburan, berita, informasi yang sedang beredar dan hot, atau hanya sekedar ingin mendengarkan celotehan lucu dan menggemaskan dari penyiar kesayangan.

Radio oh radiooo... 
Ketika kecil, saya senang sekali mendengarkan sandiwara radio serial Saur Sepuh dan Misteri Gunung Merapi. Saya masih ingat, ada tokoh-tokoh nama seperti Mantili, Brama kumbara, Farida, Basir, dan sebagainya. Tau gak, sekali saja saya melawatkannya, duh, rasanya saya tertinggal informasi penting. Informasi dalam hal kelanjutan cerita dari serial drama radio tersebut tentu, hehehe. 

Saya,bersama "Mantili"&"Brama Kumbara"
Ah, beruntungnya saya, dua tahun lalu, disebuah acara radio juga, bisa bertemu dengan sang pemilik suara Mantili, Elly Ermawati dan Fery Fadli, si pemilik suara Brama Kumbara, yang selama ini suaranya hanya bisa saya dengar di radio, kini bisa tatap muka langsung. Yah, begitulah ketika radio membuat ketagihan pendengarnya dengan acara yang dihadirkan, maka rasa ingin bertemu dengan sang tokoh drama radiopun menggelora, hehehe...

Radio oh radiooo...
Dulu, kalau jadi penyiar radio, pasti dikenal masyarakat banyak. Paling gak, jadi idola pendengar setianya deh, terutama yang ngefan sama suara menggoda sang penyiar. Apalagi, kala itu, jumlah frequensi radio tak sebanyak saat ini. Jadi, nama dan suara si penyiar, pasti melekat di hati pendengarnya. Amboiii...

Ya, banyak orang yang penasaran dengan sosok asli dan dari si pemilik suara yang setiap hari hadir diruang dengar pencinta radio. Ada yang nekat datang ke studio siar, sambil membawa makanan/oleh-oleh demi untuk melampiaskan keinganan hati tuk berjumpa dengan sang penyiar pujaan. Ahay....   Jadi penyair eh penyiar  serasa jadi arteeeesss....hehhehe...

Namun, itu dulu...
Dijaman serba internet saat ini, lebih simple lagi. Tinggal buka situs radio, udah bisa deh ngeliat foto sang penyiar yang biasanya dipajangkan di website tempat perusahaan radio itu bernaung. Twitter dan facebook, BMM, whatapp dan sebagainya, adalah media yang bisa menjadi ajang interaksi antara penyiar dan pendengar. Begitu mudahnya. Tak perlu jauh-jauh datang ke alamat kantor radionya, kalau hanya sekedar tuk bertegur sapa dan melihat wajah si pemilik suara indah nan merdu yang terkadang “menghipnotis” banyak orang itu.

Radio oh radiooo...
Dulu, design/ bentuk radio yang dihardirkanpun sangat sederhana. Memanjang atau petak. Biasanya didominasi warna hitam atau putih yang terbuat dari bahan besi atau plastik, tanpa sentuhan motif atau pernak-pernik yang bisa mempercantik barang elektronik itu. Cuma polos doang !

Yaay.... Kini, saatnya era kebangkitan design radio.

Bosankan melihat rupa radio yang bentuk dan designnya begitu-begitu saja...?

Design Art radio. Aw, biruuhh!
Nah, sekarang Cawang Art Radio atau metamorfosi radio yang bermerk CAWANG, melemparkan produknya dengan balutan ragam hias yang diadopsi dan dikembangkan dari berbagai motif khas nusantara. Produk ini, tak hanya mengkombinasikan karya seni dengan tehnologi modern saja, lo, namun dalam proses produksinya juga mengadopsi konsep Monozukuri dari jepang.

Monozokuri ? Apa itu..?

Dalam bahasa Jepang, berasal dari kata “Mono”, yang bearti produk atau barang. Dan “zukuri”, bearti proses pembuatan/ penciptaan. Namun, konsep ini mengandung makna yang jauh lebih luas dari arti harfiahnya, sehingga mengungkapkan spirit mencipta, memproduksi produk-produk unggulan dengan kemampuan untuk terus menyempurnakan proses dan sistem produksinya.


Suasana pameran Cawang Art radio
Nah, hari minggu yang cerah kemarin (17 Nov 2103) Cawang art radio, memamerkan puluhan designnya pada acara pameran Indonesia Monozukuri dengan tema: “The Frequency Of Life”, di atrium lantai 1 Plaza Senayan, Jakarta. 

Ouw, rupanya kunjungan saya disana merupakan hari terakhirnya pameran unik yang sudah dimulai sejak tanggal 14 November 2013 itu.

Sayapun menikmati pemandangan radio-radio cantik dengan bentuk unik dengan balutan ragam warna dan motif. Ada yang berbentuk tas picnik, cangkang kerang-kerangan, satelit, dan sebagainya. Duh, ngiler deh ngeliat keunikannya. 

Ya, biasanya selama ini kita melihat bentuk radio ya gitu-gitu aja. Tapi, konsep yang ditawarkan oleh perusahaaan elektronik asal Jepang, Panasonic dengan Kriya Nusantara meluncurkan karya inovasi seni dan kreasi. Jadi, Panasonic, yang menyediakan mesin radionya, sementara Kriya Nusantara merancang desain luarnya. Keren! 
 
Si putih berhias kuning emas. Menawan!
Produk ini merupakan karya desain radio berbasis teknologi transistor dengan sentuhan tradisi dan budaya Indonesia. Misalnya menggunakan inspirasi dari motif yang ada di Kalimantan, songket, bunga-bungaan  atau kaligrafi.

Dari model bulat, petak /kotak, maupun tipis horizontal. Semuanya diperindah dengan sentuhan warna dan motif yang bermacam-macam. Gak bosenin deh intinya. So, ketika kita melihat radio art cawang yang dipertontonkan disana, seperti bukan melihat sebuah radio, tapi serasa melihat pajangan hias yang menambah nilai seni, jika barang ini dipajangkan didalam lemari/ meja hias rumah kita. Begitulah kesan yang saya tangkap.


Gak percaya,..?? 
Coba lihatlah bentuk-bentuk radio cawang yang penuh goresan seni ini.

kayak puzzle ya.


Radio motif kain
Radio motif songket
Si merah yang menggoda



 


Nah, kalau radio dibawah ini, berbentuk tas piknik. 

Tentu pembuatan model ini terinspirasi dari tas piknik yang simple dan bisa dibawa kemana-mana. Apalagi disediakan juga tali pada radionya. Jadi, benda cantik ini bisa menemani kita kemanapun. Kerumah teman, jalan-jalan, atau memang mau dibawa untuk picnik. Hiyaauuww...Cucok banget bo....

Duh, jadi kepengen piknik beneran deh.
Radio Model tas piknik




Masih ada lagi yang unik-unik...seperti model radio favorit saya dibawah ini...
 

Sepertinya....kalau saya sebut....Slant, cocok deh,  untuk radio yang berbentuk miring ini. Konsep modern dan fun tercermin dari bentuk yang simple dengan warna yang cerah. Cocok dengan gaya hidup anak muda yang dinamis dan aktif. Ragam hias pada radio ini merupakan komposisi bentuk geometris dengan gaya retro yang menciptakan irama dinamis. 

Ini bentuk yang saya suka!



Bersama radio idola





Radio berbentuk satelit
Nah, kalau yang disebelah ini, desainnya bentuk satelit.  

Mengapa satelit? 

Jadi, radio itu diibaratkan satelit yang terus bergerak  dalam orboit yang mengelilingi benda induknya. Artinya, radio ini adalah sebagai satelit yang selalu dekat, menjadi kesayangan yang memberikan hiburan dan informasi pada pemiliknya. 

Bentuknya, merupakan penggabungan dari kubus dan dua panel yang menyilang sebagaimana bentuk umum satelit yaitu tubuh induk dan panelnya. 

Warna pada ragam hias mengangkat kesan bumi dan flora.


Pengunjungpun antusias melihat dan memperhatikan setiap detail sentuhan seni yang tersemat di barang elektronik unik itu. Banyak yang berfoto bersama barang cantik  itu.Tak sedikit juga yang memotretnya tuk dijadikan koleksi atau mungkin suatu saat nanti berminat untuk membelinya.





Sayapun, tak mungkin melewatkan pameran unik dan special itu. Seperti specialnya design radio yang bisa dinikmati pengunjung mall saat itu. 
 
Nih, kenarsisan saya.....







Bersama radio model cangkang kerang
Tapi, tak semua radio yang dipajang dipameran ini dijual, lo. Ada juga yang masih berupa konsep kini dan konsep yang akan datang. Artinya, jika ada yang berminat terhadap salah satu konsep yang di pertunjukkan disana, boleh langsung memesannya. 

Ehm...melihat kemolekannya, saya langsung beranda-andai, kayaknya nih radio.... cocok banget kalau dijadikan cinderamata untuk tamu yang berkunjung ke Indonesia. Sebagai oleh-oleh tuk kerabat juga it's okay... Ataaauuu.., boleh juga nih ngasih kado buat yang lagi ultah dengan radio cantik ini. Setuju? Hehehe ….


Ini dia radio yang harganya 1,8 juta. Tertarik.?
Harganya..? 

Ehm...pasti tak seperti harga kebanyakan radio yang dijual dipasaran dong. Ya, rata-rata Radio Cawang yang dijual dipameran itu berkisar jutaan rupiah. 

Salah satu radio berbentuk kotak kecil, dengan design menarik yang saya tanyai harganya, rupanya dibandrol dengan 1, 8 juta rupiah. Ketika saya mengucapkan kata “wow, mahal, ya",  si mbak SPG nya langsung berujar, “Jangan dilihat dari harganya, mbak, tapi lihatlah dari design dan seni yang ditawarkan.” Ah, bisa aja nih si mbak... #namanyajugalagijualan …. hihihi …..

Harga segitu, hanya tuk ukuran barang yang kecil dan imut, lo. Tapi, kalau bentuknya lebih kece nan cetar lagi, ya pasti lebih tinggi lagi dong harganya. Bisa mencapai 10 jutaan kali ya.
Ya, intinya, radio cawang menawarkan konsep seni. Tau sendirikan, kalau udah berbicara mengenai karya seni, entah itu seni musik, seni lukis, seni baca puisi, seni theater, apalagi seni design..... ya, pasti mahal....!!

Peluncuran ini merupakan pertama kali di Indonesia. Namun, sebelumnya, konsep radio ini, telah melanglang buana di dunia ekspor.

Nah, karena ini radio mereknya CAWANG, sebenarnya tidak merujuk pada satu kawasan Cawang di Jakarta, meski radio ini memang berbasis di sana. Tapi, Cawang sendiri, adalah kependekan dari "Cari Uang". Ah, ada-ada saja, hehehe....


Koleksi Radio jadoel

Tak hanya design radio yang penuh dengan sentuhan seni masa kini saja yang dipamerkan di acara tersebut, tapi juga radio-radio jadul dengan model yang jadul pula pastinya, juga ikut dipajangkan. Ah, serasa nostalgia nih melihat radio jaman saya belum lahir dulu, hihihi #sokmuda


 Saya bersama radio-radio Jadoel

Kok, saya kayak mau nyolong radionya sih..? hiihih


Nah, ada gak diantara radio-radio dibawah ini yang pernah anda miliki?? Atau, paling tidak pernah melihatnya ketika masa kecil dulu...?

Koleksi Radio Jadoel

Beuh, radio yang pernah dilihat di film tempo dulu, deh, hehehe


Oh, radio jadulku sayang
Meski bahan atau kayu yang membalut tubuh si radio sudah terkelupas, namun, saya yakin, ketika radio ini masih gagah, pasti ia banyak memberi manfaat kepada si empunyanya.. Mungkin, radio ini juga menjadi saksi sejarah kemerdekaan negara kita tercinta di tahuh 1945 lalu. Karena, pada saat itu, radiolah yang pertama kali menyiarkan/ mengumandangkan kemerdekaan RI. 

Haduh, saya jadi terharu ngetik tulisan ini, karena mengingat bayangan nenek kakek kita di masa lalu yang penuh pengorbanan dan perjuangan itu. 
 
Adalah seorang Yusuf Ronodipuro, yang menyiarkan tentang kemerdekaan RI di tahun 1945 itu. Ia, dianggap sebagai salah satu tokoh pahlawan Indonesia karena perannya dalam menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia, saat dia bekerja di Radio Hoso Kyoku. Dia juga adalah salah satu pendiri dari Radio Republik Indonesia pada tanggal 11 September 1945, yang berdiri sampai sekarang, dan kemudian hari jadinya diperingati setiap tanggal 11 September. 

Nah, karena jasanya itu, kini namanya menjadi sebuah bentuk nama penghargaan "Yusuf Ronodipuro Award", bagi insan-insan radio yang mendapatkan predikat juara dalam pembuatan kategori feature radio, dalam ajang Indonesian Radio Award IRA, yang juga diadakan berbarengan dengan acara puncak penutupan pameran Cawang Art Radio ini.

 
Pemenang IRA 2013, yang mendapat penghargaan Yusuf Ronodipuro Award


Nah, kalau radio dibawah ini..........

Beuh, radio jadul, tapi antik!
Namanya Radio philips BG413A,  pertama kali dibuat tahun 1951, bersamaan dengan digagasnya kompetisi ratu sejagad, Miss World. Radio ini pada zamannya menjadi salah satu media yang turut berperan serta menyebarkan informasi ke seluruh penjuru Inggris raya.

 Bersama radio yang bersejarah

Duh, senangnya saya bisa berpose besama radio-radio tempo dulu, yang sudah jarang bisa kita temui lagi. 

Bahagia pula rasanya, ketika menemukan model radio yang unik dan mempesona, bikin saya tak mau berpaling melihat. Wah, saya jadi betah deh dengerin radio, kalau bentuknya keren-keren seperti karyanya radio CAWANG ini. Cuma, harus nabung dulu, buat mewujudkan mimpi mendapatkan radio cantik ini. Jutaan harganya, bro...hehhehe.

Eh, saya juga sambil dengerin radio lo ketika menulis tentang radio-radio unik ini...

Ah, radio...radio......


Bersama dedengkotnya penyiar radio, Farhan.


 Sumber tulisan :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Joesoef_Ronodipoero
-www.cawangradio.com

Sumber foto :
 Sejuta persen koleksi pribadi

18 comments :

  1. Waaaa, lucunya bentuk radionya...gemesin, tapi harganya mahal yakk? hihiihi.. Yang radio jadul juga ngeliatnya emang bikin terharu ya.....seru ngeliatnya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang seru radionya atau gaya gue yang narsis itu..? hehehe

      Delete
  2. radio yah.. dari jaman sayanya masih SMP sampai sekarang udah mau 30, radio emang nggak ada matinya. tapi benar memang, jaman dulu itu selalu penasaran sama wajah di penyiarnya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi Rochma...wajah penyiar bikin org penasaran ya, karena suara itu bisa mempengaruhi orang secara tidak langsung, hehehhe... hidup radio...

      Delete
  3. Radionya cihuy-cihuy ya Mbak.. pengen deh bawa pulang satu gitu. Btw aku sejak SD bercita-cita jadi penyiar radio loh, tapi belum kesampean. Doakan ya segera terwujud. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...semoga cita-citanya terwujud ya.. Asyik lo bercuap-cuap diudara itu. Apalagi sekarang acara radio bervariasi dan keren-keren, ditambah pula dengan model design radio yang serba cantik dan unik, jadi tambah cinta deh sama radio,hehhe.. makasih Hilda..

      Delete
  4. Radio, teknologi yg ga ada matinya.
    Eh, saya pernah bikin postingan ttg radio lho..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi Mss Nugroho.. Mantaplah ya radio dari waktu ke waktu selalu ada cerita seru, romansa dan nostalgia, heheh.. Eh, mana postingannya...? Aku cari di blogmu ya...

      Delete
  5. Mantap itu yang model radio jadul, pasti harganya udah mahal banget.

    Saya juga penggemar radio, penyiar favorit Surya-Molan. =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi..yang antik yang mahal....hehehe

      Btw, Surya Molan, penyiar jaman kini ya mas..? hehehe

      Delete
  6. Bentuk radio nya bikin gemesss :3
    Naksir sama radio-radio jadulnyaaa... Pengin dibawa pulang itu rasanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saja juga naksir sama si jadul, mbak...
      Terharu ya kalau ngelihat yang jadul jadul, hihihi....

      Delete
  7. ya ampun mba radio nya unik-unik yah lucu banget pula hehehe di tempat saya belum nemuin radio yang unik itu mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga baru nemu radio-radio uniknya, ya karena pameran itu, hehehe

      Delete
  8. Bentuk radionya unik-unik mba radio punya bapak saya udah di jual sekarang kalau dengerin radio bisa di hp :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kangen ya sama radio jadul.....
      Iya skrng radio bs didengerin via Hp, jadi dah jarang kali ye org beli radio, hehehe

      Delete
  9. Halo mbak, Wah..radionya unik2..kereen... Sekarang sy dengerin siaran radio bisa di HP tapi rasanya kurang 'radio'. Pengen punya yang kayak gitu biar lebih 'nge-radio'. *lagi ngebayangin masak sambil dengerin radio di radio beneran, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Ayu..Aku juga lebih puas kalau dengerin radio, ya pake radio, kalau di Hp suaranya gak memuaskan, hehehe

      Delete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?