Menikmati Malam di Taman Ayodia




Sudah lama tak menikmati sejenak kesejukan taman kota di Jakarta. Kangen dengan kolamnya, suara percikan air mancur, lampu-lampu hias taman dan kangen juga melihat warga duduk lesehan yang santai sambil bercengkrama di dekat danau. Meski, ada juga yang sibuk memadu kasih, gak peduli dilihat banyak orang. Itu juga yang saya lihat kemarin malam, ketika saya diajak oleh teman-teman kos tuk jalan-jalan malam ke Taman Barito atau Ayodia, di wilayah Jakarta Selatan. 

Kami memilih duduk disalah satu bangku semen tanpa sandaran, yang posisinya ada disamping taman. Pengennya sih, duduk dibangku ala tribune gitu, tapi berhubung sudah PW alias posisi wenak, jadi, tak mengapalah menikmati taman dari arah menyamping, hehehe..


Yaay, menikmati malam ditaman Ayodia

Baru saja lima belas menit menikmati taman, lalu lalang pengemis dan pengamen menghampiri kami, sekedar beryanyi setengah lagu. Setelah recehan diberikan, udah deh, orang sama gitarnya langsung kabur. Padahal, saya masih kepengen dengerin lagunya sampe tuntas..tas..tas...

Selain pengamen, pedagangpun ramai disana. Mereka ikut meramaikan taman kota, menemani pengunjung yang siapa tau ada yang kelaparan atau kehausan.  Ada penjual nasi goreng, kacang-kacangan, gorengan, pecel, tahu gejrot dan sebagainya. Ada yang menggelar dagangannya ditanah, beralaskan tikar,  ada pula yang memakai bakul dan gerobak.

Pedagang tahu gejrot di pinggiran taman

Berhubung kemarin adalah malam minggu, jadi lumayan ramailah tempat itu. Jejeran motor yang terparkirpun sesak. Hampir mengelilingi taman yang luasnya sekitar 7.500 meter persegi itu. Kebanyakan sih muda-mudi yang berkunjung. Ada yang berombongan sambil bercanda,  seperti saya dan 3 orang teman kos saya, ada juga yang hanya berdua sama sang kekasih.

Emang enak, lo, nongkrong ditaman. Saya juga suka. Makanya senang sekali diri ini ketika diajak dadakan semalam tuk menikmati Taman Ayodia,  yang letaknya  ada di antara Jalan Barito, Mahakam, dan Melawai, sekitar 1 kilometer sebelum kawasan terminal dan pusat perbelanjaan Blok M. Nah, karena letaknya di antara jalan barito itulah, maka taman ini sering disebut juga Taman Barito.

Sayang, meski pembuatan taman ini mengucurkan dana Rp 2,1 miliar, namun sepertinya sudah mulai terlihat lusuh. Danaunya terlihat kotor dan berwarna coklat. Air mancurnya tak mengucur lagi. Pun, dengan lampu tamannya, malam itu terlihat tak berfungsi. Tak ada cahaya yang dipancarkannya, padahal bentuknya begitu gagah, layaknya balon ulang tahun ukuran jumbo, yuhuuu...

Soal sampah.. aeh...harusnya taman itu bersih ya, tapi sampah makanan terlihat berceceran dimana-dimana. Pemulungpun wara-wari melintas disana, bukan untuk minikmati keindahan taman, tapi untuk memungut sampah plastik bekas air mineral atau yang lainnya. Tak segan para pemulung mengelilingi danau yang luasnya sekitar 1.500 meter persegi, demi mengais sampah.

Air  mancurnya sembunyi dimana ya..?


Nah, dulunya....taman ini adalah pasar, lo, tempat kios-kios pedagang bunga, ikan hias maupun burung.

Ehm.....Lima tahun yang lalu, saya masih ngekos didaerah tersebut, tepatnya dikawasan jalan Fatmawati, dekat komplek Wijaya. Tentu, saya sering melalui jalan itu. Namun, ketika itu, taman yang memiliki berbagai macam fasilitas, seperti panggung teater, bangku tribune, lintasan lari, toilet, dan berbagai ornamen taman ini, masih dalam tahap pembangunan.

Makanya saya kaget, ketika tadi malam saya diajak main ketaman ini, wah.. sama saja dengan mengingatkan saya pada masa-masa empat-lima tahun lalu. Saya sering lho nunggu bus kopaja di depan taman ini kalau mau ke arah Cipulir atau Ciledug. Eh, mau ngapain saya  ke  daerah sono, ya?..hihihi..


Yuk, kapan kita nongkrong lagi, sob..?

Ah, senang rasanya, tadi malam saya bisa berada di taman kota yang luas, dan ada danaunya lagi, bikin betah euy, meski danaunya gak cantik, hiksss. Gimana kalau danaunya indah dan terawat, wah, saya rela deh nongkrong berjam-jam disana, hehehe... 

Bagi saya, kalau taman gak ada danaunya, males ah, gak ada yang dilihat dan dinikmati. Masak cuma menikmati orang pacaran doang, hahahha... 

Ehm, mudah-mudahan taman ini tak akan pernah kalah dalam meningkatkan keindahan, keademan dan kebersihannya. Seperti arti kata "Ayodia', yang dalam bahasa Sansekerta, "ayodhyaa" berarti ”yang tidak akan kalah dalam peperangan”.

Ya, mudah-mudahan taman ini jangan seperti kebanyakan taman-taman kota lain, yang semakin tua, semakin tak terawat dan gersang. Pohonnya udah pada hilang kemana. Duh, apa enaknya kalau taman kota tak ada pohon. Wong tujuan orang tuk pergi ke taman itu, ya,  selain untuk berinteraksi, juga karena kesejukan yang dihadirkan oleh pepohonan yang tumbuh disana.

Ah, pengen lagi,  nongkrong di taman kota.....
Hmmm, taman mana lagi kira kira yang layak untuk di tongkrongi, ya ?  


Sbr tulisan :
http://megapolitan.kompas.com

11 comments :

  1. Kalo di Surabaya yang ada air mancurnya tuh Taman Pelangi. bagus banget soalnya ada lampu-lampunya juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah wah di Surabaya mba? Wah pasti kenal dengan Blogger mba Dwie'x Someo kan? Secara beliau juga blogger Surabaya. Heiheiheihiehiee. Kalau saya ke Surabaya Insya Allah saya mau mampir ke rumah beliau. Soalnya di Surabaya juga markas besar Jawa Pos News Network kita

      Delete
    2. Hilda : Wah. bagus tuh nama Tamannya ya, Pelangi.. Mudah-mudahan air mancurnya terus mengucur ya, jangan mati, hehehe

      Kang Asep : Kenal dunk jeng Hilda sama Mbak Dwi, mereka sering kok jalan bareng saat diundang liputan ke acara gathering, launching, jalan-jalan ke pabrik dsb, hehehe...

      Delete
  2. ini taman lokasinya deket kantor suami saya. Cuma saya paling cuma lewat aja kalau lagi ke kantor suami. Belum pernah nyobain mampir :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh, di daerah sono toh suaminya kerja mbak..aku juga, kalau bukan krn diajak teman, mungkin sampai skrg cuma sekedar melihatnya doang mbak, gak sampe ditongkrongin, hehehe

      Delete
  3. Di Kota Pontianak yang memang kota kecil dan dengan luas Lahan Hijau dan untuk UMUM yang kian sempit, agak susah untuk mendapatkan TAMAN bermain keluarga yang indah dan seanggun Taman Agoda ini. Namun demikian ruang lahan untuk keluarga diusahakan ada oleh Pemkot Kota Pontianak dibawah Walikotanya Bapak Sutarmidji SH Mhum.

    Walau dengan lahan Umum yangg terbatas, Pemkot Kota Pontianak dibawah Walikotanya Bapak Sutarmidji SH Mhum.akhirnya bisa men CREATE Taman Alun ALun Kapuas yang cukup layak untuk disinggahi oleh seluruh Keluarga. Fasilitasnya kurang lebih sama dengan Taman Taman Kota lainnya di Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jadi penasaran penampakan Taman Alun ALun Kapuas yang layak disinggahi Keluarga. Emang sih pembangunan sebuah kota atau taman itu tergantung dari kejelian dan kekreatifan dari si pemimpin. Semoga ada lagi nih Create yg baru dari Pak Sutarmidji. :)

      Delete
  4. Ke Purwokerto aja sini. Ada tiga taman kota yang bagus, asri, dan tanpa pengemis serta pengamen. hihihi.. Senangnyaa main ke taman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jadi pengen ke Purwokerto nih, taman asri tanpa pengemis dan pengamen ya... hehehe..mudah-mudahan aku bs kesana suatu saat nanti, biar bs ketemu neng Pungky jg, hehehe..

      Delete
  5. Iya mbak,, enak juga nongkrong di taman malam-malam,,,
    pernah ada temen yang ajakin saya,,, awalnya sih gk pernah,, heheheh

    di Medan ada beberapa taman yang asik juga loh mbak.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, asyik nih menikmati taman malam hari..
      Saya yakin di Medan lebih asyik dan seru nih taman-tamannya. Mudah-mudahan daku bs ke Medan.. :)

      Delete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?