Es, No! Sayur Plus Ikan, Yes!


Ice creame yang menggoda. Sbr foto;disini


 Ice? No! 



Beruntuung banget, ketika kecil, saya tak dimanjakan ibu dengan minum es atau dibelikan es. Baik itu es bungkus, es campur atau jenis es-es lainnya.

Ternyata, setelah saya perhatikan ibu memang jarang mengkonsumsi es. Jadi, tak mengangetkan kalau saya tak maniak dengan air yang dingin ini. 

Ehm, rupanya dibalik "ogahnya" ibu untuk membelikan saya air es, ada hikmahnya, lo.

Ya, usut punya usut ternyata saya menderita radang tenggorokan, kata dokter yang memeriksa saya. Ouw, pantesan kalau saya minum es, tenggorokan langsung terasa panas. Dan kalau saya masih bandel dengan cuek saja melanjutkan mengkonsumsi minuman dingin itu, maka, gak usah nunggu keesokan harinya, tapi malam itu juga badan saya akan demam, lesu, dan sakit kalau menelan. Komplit sekali bukan..?

Warna warni es. Menggoda..!! Sbr foto;disini
Ketika ibu saya mengetahui hal ini, ia langsung mewanti-wanti saya agar jangan pernah mencicipi minuman nikmat itu lagi, oh… 
Malah, beliau pake ngancam lo, hehehe.."Awas ya kalau ibu lihat kamu minum es lagi!!“  Sambil mata melotot, hahaha..

Sejak kena ancaman itu, saya memang jadi kapok minum es. Pernah sih diam-diam beli es bungkus yang berwarna-warni,(merah, kuning,hijau kayak pelangi gitu deh, hihihi) karena kepengen. Yah, namanya juga anak kecil, masih kelas 4 SD kala itu. Eh, lagi asyik-asyiknya ngemut itu es disekitar komplek rumah, gak sengaja ketemu ibu dijalan, sontak, langsung saya lempar itu es yang ada digenggaman saya. Dan sambil berjalan berlagak pilon. Seolah gak terjadi apa-apa, hehehe...

Hidiiw, saya takut sama amarah beliau. Jadi, mending ngambil jalan aman aja deh, hahaha....

Sampai sekarang hal itu masih berlaku bagi saya. Gak boleh minum es.!! Hindari beli es. Jangan nekaaaaad...!!!!  Apapun jenisnya. Mau itu es krim, es campur, es kelapa muda atau es-es lainnya. SAYA ALERGI ES. Saya alergi meneguk minuman yang nikmat dan menyejukkan itu...oh... Jadi, emang harga mati gak bisa bermesraan  dengan sesuatu yang dingin-dingin. Ah…


Es kopi Mocca, gmn  gue gak ngileeer..? Sbr foto;disini
Namun, kalau lagi kepengen, ya saya cicipi juga. Tapi, hanya sedikit saja. Misalnya, ngiler ngeliat teman memesan es kopi, dengan tetesan embun dingin yang meleleh digelasnya....#horny.  Ya, terpaksa... saya cicipilah seteguk dua teguk pakai sedotan plastik, hehehe. Atau, jika saya memesan jus, maka saya akan wanti-wanti kepada si abang tukang buat jusnya, agar bongkahan batu es nya, sedikiiittt saja di cemplungin kedalam adonan jus  saya. Kalau gak…wah…sama aja saya menyedot es secara totally. Walaupun itu adalah jus. Intinya, asal ada rasa dingin aja, udah deh, bagi saya itu cukup. Tapi, jangan dingiiiin sekali....Bisa kalang kabut saya. Karena sudah paham sekali dengen efek sampingnya. 

Dan kini..you know what..? Efek dari minum es berlebihan, ternyata sudah merambah ke penyakit lain lagi. Kalau, dulu, efeknya cuma bikin badan lesu/gak bergairah, tenggorokan panas dan sakit kalau menelan, kini......nambah satu efek lagi..Apakah itu..? Batuk...yup, saya akan teruhuk-uhuk  berhari-hari jika  minuman tersebut telah bereaksi dalam tubuh saya. Duh, bertambahlah penderitaan.... haduuuhh....
Es batu yang menggiurkan. Sbr foto; disini
Tapi, ada hikmahnya juga sih saya gak boleh bar-bar dengan es. Terutama sama bongkahan batu es, karena sejumlah efek negarifnya. Apalagi  kalau kita belinya diluaran, yang belum terjamin kebersihannya. Seperti yang kita tau, kalau kita beli minuman yang dicampur dengan es batu, tentu kita gak tau kan kualitas bongkahan batu transparan itu. 

Apakah proses pembuatannya menggunakan  pakai air masak atau tidak. Trus pake air sungai atau sumur, atau air....??? iih...Kalau itu terjadi, dan air tersebut masuk kedalam tubuh kita, yah...tau dong dampaknya pada kesehatan kalau air yang kita teguk gak steril dan mengandung bakteri. 

Belum lagi, kalau airnya diberi kaporit (pemutih) misalnya, iihh...kalau terminum, tentu itu akan berpengaruh terhadap kesehatan kita. Bahkan, suara, tenggorakan dan paru-paru kitapun akan terkena dampaknya. Gak mau kan, gara-gara nikmat sesaat, tapi sakit belakangan, hehehe.. 

Ah, untunglah ibu saya lebih senang menyediakan air putih biasa hasil masakan sendiri untuk diminum setelah selesai menyantap makanan apapun. Selain baik untuk tubuh, kita juga tau kebersihan air yang dikonsumsi. 

Sampai sekarangpun, saya “tak terlalu peduli” dan tak bersahabat dengan es. Karena dari kecil sudah dibiasakan seperti itu, ya jadi gak terlalu mencari-cari air yang digilai banyak orang itu. Pokoknya, setelah makan, saya selalu hajar tenggorokan dengan air putih biasa. No, ice ! Meski teman-teman disekitar saya, biasanya kalau usai makan siang, es lah yang akan diincar. Namun, karena minum air putih biasa adalah lebih baik dan sehat, so..saya menomorsatukannya sampai saat ini. 


Sayur, adalah Wajib!


Sayur yang begitu menyehatkan .Sbr foto; disini
Meski harus mengatakan “TIDAK” pada air es, namun kami harus mengatakan: “YA”, pada sayur. 

Ya, sayur adalah makanan favorit keluarga saya hingga kini. Kalau ditanya sayur apa sih yang tak saya suka? Jawabannya : Tidak ada...!

Semua sayur-mayur yang berlimpah di Nusantara ini, saya doyan! Mau sayur daun kek, sayur buah seperti tomat, terong atau wortel, sampai lalapan, saya suka! Yup , saya dan keluarga sudah terbiasa mengkonsumsi ragam sayur sejak masih kecil.

Di meja makan, Ibu saya selalu menghidangkan sayur-mayur ketika tiba waktu makan. WAJIB ! Tanpa sayur, ah, rasanya gimana gitu ya. Seperti ada yang kurang dan kering, lo. Kalau sudah terbiasa makan sayur setiap hari, kok rasanya gak maknyus tanpa mengunyah-nguyah dedaunan yang nikmat itu. Lebih baik tak makan mewah, tak ada daging, tak ada ayam daripada tak ada sayur. Bagi kami, hanya makan tumis kangkung plus sambal itu sudah membuat kami lahap.

Saya bersyukur sekali mencintai yang namanya sayuran. Itu artinya tubuh saya tercukupi kebutuhan gizi dan vitamin. Karena, pasti sudah tau dong, sayuran hijau seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya, selada, sawi dan brokoli memiliki beragam kandungan zat gizi alami. Selain kaya dengan vitamin A dan C, sayuran enak ini juga mengandung berbagai unsur mineral seperti zat kapur, zat besi, magnesium dan fosfor.

Bahkan, Klorofil (zat hijau daun) pada sayuran hijau dapat dimanfaatkan untuk merangsang pembentukan sel darah merah pada penderita anemia. Dan juga, enzim protease inhibitor yang terdapat dalam sayuran hijau dapat berfungsi sebagai pencegah timbulnya kanker, terutama kanker pada usus.
Yang tak kalah penting, kandungan antioksidan dan serat alami dalam sayuran hijau akan menjaga kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan.
Segarnya sayur-mayur ini. Sbr foto; disini
Tuh, banyak bangetkan manfaat sayur. Sayangnya, banyak orang gak suka sama sayur-sayuran. 

Menurut analisis saya (cek ileh, udah kayak pengamat sayuranisasi aja), kebanyakan cowok nih yang gak demen sama dedaunan sehat ini. Dua orang mahluk laki-laki yang merupakan teman akrab saya, misalnya, ternyata mereka tak suka sama sayur. Dari rasanya yang aneh sampai gak suka baunya. Begitu alasan mereka. Itu karena, mereka tidak dibiasakan makan sayur sejak kecil.

Bahkan, ketika saya pernah “numpang” makan dibeberapa rumah teman, ada juga lo yang tak menyediakan sayur dimeja makannya sebagai pelengkap lauk-pauk. Itu artinya, tak semua keluarga mengkonsumsi atau memasak sayur.

Oh, Jadi, beruntunglah saya yang telah “direcoki” sayur sejak kecil. Bahkan, kalau sehari saja gak makan sayur, besoknya saya pasti langsung mencari sayur. Sepertinya tanaman bermanfaat ini, sudah lengket dan bikin saya ketagihan.

Kalau lagi kondangan, trus hidangannya berlimpah lauk sayuran..ehm... jangan kaget kalau saya akan kalap mengambil sayur-mayur itu hingga memenuhi piring saya, hahahha.....Teman saya bilang saya kayak kambing, doyan banget sama sayuran. Gak papa deh, yang penting sehat., heheh..

Nah, karena seringnya makan sayur, selain tubuh menjadi prima, kulit sayapun jadi sehat dan terksturnya bagus. "Ah, makasih, Ibu, sudah mengenalkan dengan sayur sejak diri ini masih imut-imut"


Ikan. Ini juga wajib !


Selain sayur, ikan juga harus selalu tersedia di meja makan. Ikan apapun itu. Maksudnya ikan yang biasa kita temui di pasar ya...

Ikan patin, kesukaan keluarga kami .Sbr foto;disini
Dari ikan patin, bandeng, gabus, pari, tongkol dan sebagainya (asal bukan jenis ikan laut yang dilindungi). Kalau lagi gak terbeli ikan-ikan tersebut, karena harganya yang lagi mahal, misalnya, maka ikan murah-meriah yang banyak ditemui di pasar, seperti ikan cuek, sarden atau ikan sungaipun, hajar aja.

Ya, seperti sayur yang banyak manfaatnya, ikan juga berjuta gizinya.

Sekarang, makan ikan malah dianjurkan, karena menurut penelitian, rutin mengkonsumsi daging ikan, dapat mencegah gangguan jantung, lo. 
 
Kenapa begitu? 
Karena daging ikan memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang berperan dalam melindungi jantung. Daging ikan ini mampu menurunkan kolesterol dalam darah, memperbaiki fungsi dinding pembuluh darah.menurunkan tekanan darah,mencegah terjadinya penggumpalan darah, dan sangat diperlukan untuk pembentukan otak.

Asal saja, ikannya harus segar. Kalau bisa kita dapat ikan yang masih hidup, wah, itu lebih bagus lagi, karena rasanya manis dan lebih segar.

Saya dan keluarga suka ikan. Apalagi ayah saya. Mau dipindang, digulai, atau digoreng, lahap-lahap aja deh makannya. Begitu juga dengan sayur, mau direbus atau ditumis/digulai, ya tetap berselera mengunyahnya.
 
Rajin berkebun dan menanam pohon buah

Dua kali pindah rumah, dua kali pula ibu saya membuka kebun. Kebetulan ada lahan kosong dibelakang rumah kami. Disitulah ibu saya menyalurkan hobi bercocok tanamnya. Dari tanam cabe, tomat, terong, kacang-kacangan sampai ubi-ubian (maklum, keluarga pencinta sayur, hehehe). 

Sedangkan, dihalaman depan rumah, ibu menanam pohon jambu air dan buah nangka. Asyik banget lo bisa menikmati sayur dan buah hasil dari kebon atau tanaman sendiri. Apalagi ketika berhasil mencabut batang ubi kayu/singkong dengan tenaga sendiri secara bersusah payah, tapi ketika batang tersebut telah tercabut bersamaan dengan munculnya ubi kayu yang besar nan montok, wah, tenaga yang susah payah dikeluarkan tadi, terbayar sudah. Sementara pucuk daun singkongnya, dipetik untuk dijadikan rebusan. Puas rasanya menuai hasil tanaman sendiri. Bisa kita nikmati dan dibagi dengan tetangga, supaya lebih barokah.



Jangan Mubazir


Uwak saya (kakak prempuan Ibu), selalu mengingatkan saya, kalau memasak sesuatu, entah itu nasi, sayur atau lauk-pauk lainnya, harus melihat sikon. Maksudnya, ada berapa jumlah keluarga yang saat itu ada dirumah atau berapa orang yang akan menyantap masakan .

Kalau didalam rumah hanya ada 4 orang saja, maka masaklah nasi dan lauk sesuai takaran untuk jumlah tersebut. Jangan terlalu berlebihan, karena jika tak termakan, maka akan terbuang. Sayangkan?

Bumbu dapur. Sbr foto;disini
Selain itu, jika kita memilih tuk mengupas bawang merah, cabe, atau bumbu dapur lainnya, DAHULUKAN  bawang atau bumbu dapur yang kondisinya sudah mulai kecut, karena jika tak segera digunakan, maka bahan tersebut akan segera membusuk.

Sementara kalau bawang yang masih segar dan bagus, masih bisa bertahan lebih lama daripada bumbu dapur yang sudah agak lama ngetem didapur kita. Supaya, semuanya terpakai dan tak ada yang terbuang percuma, alias mubazir. 



Nah, itu cerita saya tentang hubungan yang jaga jarak dengan yang namanya minuman dingin alias es. Tapi, untunglah, saya tak berpantang makanan lainnya. Untung juga, saya penggila sayuran dan ikan, yang sangat menyehatkan dan banyak nutrisi itu. 

Ah, setiap kekurangan pasti ada hikmahnya, ya.


Sbr tulisan : 
-http://www.albayan.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=103:manfaat-ikan-bagi-kesehatan&catid=61:artikel&Itemid=113







Read More

Kopi, Teh dan Aku

Mari Ngopi. Sbr foto;disini
 

"Kalau gak ngopi, ya ngeteh "

Malah, habis ngopi, gak sampai satu jam berselang, eh...lanjut ngeteh, hehehe...

Dua jenis minuman ini memang kesukaan saya dan juga kegemaran banyak orang. Sangat identik dengan orang Indonesia.

Gimana nggak, dari kecil kita sudah dikenalkan orang tua atau keluarga dengan minuman berwarna ini.

Pagi, ketika sarapan, ibu kita menghidangkan teh bersama dengan nasi goreng, misalnya. Atau kalau kedatangan tamu atau keluarga yang berjenis kelamin pria, maka kopi hitamlah yang disajikan untuk menghangatkan kebersamaan.

Sangat akrab dengan kehidupan. Aromanya yang khaspun, bikin hidung saya kembang kempis menghirupnya.


Kopi dan bji kopi. Sbr foto;disini
Meski saya suka minum kopi, tapi saya baru mulai rajin mencicipinya ketika SMA. Karena rasanya lebih pekat dan agak pahit dibanding teh, jadi waktu saya masih kecil, lebih akrab dengan teh. 

Namun, karena sekarang sudah banyak varian rasa kopi yang dicampur dengan bahan lain, seperti coklat, susu bahkan jahe, saya justru keranjingan, hehhe. Karena rasa kopinya gak “setajam” kopi hitam nan kental itu.

Kalau ke supermarket, saya biasanya beli langsung satu lusin sachet. Kadang langsung dua lusin dengan varian rasa yang berbeda atau merek tak sama. Biasanya, beda merek, beda juga rasanya, meski komposisinya sama. Yah, sekalian buat perbandingan mana yang lebih enak .

Walau, sebenarnya saya juga tetap suka sih sama kopi asli yang berwarna gelap itu. Biar hitam, banyak yang nunggu, hihihih.. #Gombalanjadoel. Apalagi kalau tinggal minum aja, alias dibikinin, hehehe. Tapi, kalau untuk sehari-sehari seperti saat ini, saya lebih suka mengkonsumsi kopi rasa moca. Perpaduan rasa susu, coklat dan kopi. Asyik. ..!! eh, malah sekarang sudah ada white coffe atau kopi putih malah ya. Saya juga suka, tuh. 

Begitu juga dengan teh. Sudah beragam merek teh saya coba. Lumayan jadi tau mana teh yang enak dilidah, dan mana teh yang justru bikin ill feel minumnya...hehheee
 

Kopi dan teh pengaruhi mataku

Ehmmm...rupanya, meski kopi yang biasa saya konsumsi tadi telah bercampur dengan bahan-bahan lain, (coklat, susu dll), kadar kafeinnya tetap tinggi, lo. Otomatis mempengaruhi kekebalan mata saya untuk tetep melek. Duh.

Salah satu teh yang pernah saya coba
Karena hal ini, saya jadi tak berani minum kopi diatas jam 5 sore. Karena sudah tau akibatnya : saya akan susah tiduuur!  Bisa-bisa jam 3 dini hari mata saya baru terpejam. Dan itu bikin saya tersiksa...! 

Dulu, saya pikir, teh itu, gak terlalu ngaruh seperti kopi. Rupanya, untuk diri saya, kalau mengkonsumsi teh diatas jam 5 sore, maka sampai jam 1 malampun, saya akan kesulitan untuk tidur, meski daya kafeinnya saya pikir mungkin tidak setinggi kopi. 
 

Kafein, ialah senyawa kimia atau zat psikoaktif yang terdapat dalam kopi berbentuk kristal dan berasa pahit, yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafein merupakan obat perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk secara sementara. Dan kafein, mudah diserap oleh tubuh.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kafeina



Waw...nikmatnya teh ini...slurrrpp.. Sbr foto; disini


Makanya, sekarang sudah saya siasati bagaimana mencari waktu-waktu yang tepat untuk bisa menyeruput minuman enak itu, tapi tak membuat saya insomnia. Hehehe...

Jam 12 atau 1 siang setelah makan, ini adalah salah satu waktu yang saya manfaatkan untuk mengkonsumsi kopi. Selelet-leletnya adalah jam 3 sore.

Temen-temen kantor sayapun heran melihat kebiasaan saya mengkonsumsi kopi atau teh, justru di jam-jam tersebut. Setelah saya jelaskan, barulah mereka paham. Karena “menyedot” kopi/teh, itukan identik dipagi hari atau pada sore hari. Lah, saya malah siang hari bolong, hehehe. Ya, maklum saya anak kos, jadi biasanya baru bisa minum kopi/teh kala siang hari, itupun dikantor bikinya, sekalian manfaatin kopi/teh plus gula dikantor, hahhaha... 


Ketika ngumpul di Starbuck Coffe bersama konco2


Ah, beruntung saya tau kalau tubuh ini akan merasakan efek dahsyat jika berani “bermain” dengan kopi/ the di sore hari, apalagi dimalam hari (bakal begadang sendirian, bo..!)  

Sayangnya baru 7 tahun belakangan ini saya mengetahuinya. Dulu, ketika SMU dan kuliah, dimana saat itu masa-masanya saya aktif ngeteh dan ngopi, saya gak ngerti, kenapa saya kok susah sekali tidur. Saya mengira terkena penyakit insomnia, alias susah tidur.

Lama-kelamaan, setelah saya bisa “membaca” tubuh sendiri, oh baru saya tau, apa penyebabnya ketika itu saya susah tidur. Wong, saya sering mengkonsumsi dua minuman itu kala sore dan malam hari. Ya, gimana gak melek sepanjangan. Haduuuh....

Jujur, dulu saya gak percaya kalau minum kopi bakal bikin melek mata. Saya pikir itu hanya sugesti atau omongan kelakar orang saja. Tapi, kini saya percaya sejuta persen percaya, wuahahaha...

Salah satu Koleksi teh dan kopi ku, hehehe...


Satu lagi manfaat kopi yang saya rasakan. Kebetulan, saya punya masalah dengan pencernaan atau susah BAB. Tak setiap hari saya bisa buang sampah perut itu. Nah, untuk merangsang supaya itu sampah keluar, maka saya harus minum kopi dulu. Reaksinya , aw..ternyata cepat, lo.

Tak perlu lama menunggu konspirasi perut. Seketika reaksi itu datang, langsung cabut ke toilet, dan berhasiiilll...hehehhe. 

Sebenarnya saya sudah pernah mendengar informasi ini dari sepupu saya. Tapi, lagi-lagi, saya tak percaya ketika itu. Eh, begitu membuktikan sendiri, baru deh manggut-manggut, hihihi....

Rupanya, teman kosan saya juga melakukan hal yang sama. Ia, malah sudah tau dari dulu kalau kopi bisa merangsang perut untuk segera mengeluarkan hajat yang terpendam di usus kita, hehehe...

Aw..Teh &Kopi. I Love U. Sbr foto;disini


Eh, sayangnya...kini saya menderita penyaki magh yang lumayan parah. Hingga tak bisa bar-bar lagi mengkonsumsi kopi dan teh. Karena, kedua minuman ini menggrogoti atau tak baik untuk magh. Hikss..

Kenapa begitu?

Nah, menurut hasil pantauan dari googling sana-sini, kandungan asam dan kafein yang tinggi dalam kopi/teh menyebabkan asam lambung semakin naik sehingga akan terasa mual dan muntah.

Selain itu, kafein dapat mengendurkan lower esophageal spinchter (LES), katup antara lambung dan tenggorokan, sehingga memicu gas di lambung naik hingga kerongkongan.

Untuk anda yang punya penyakit magh dan baru tau kalau kopi dan teh tak baik bagi penyakit ini, silahkan baca penjelasan lebih lengkapnya disini atau disini.


Ouw..
Baiklah kalau begitu....

Meski saya tak bisa sesuka hati lagi dan harus membatasi diri untuk menyeruput minuman hitam dan kuning itu, tapi, bukan berarti saya harus jaga jarak pada kalian, wahai kopi dan teh.

Aku tetap cinta kalian. Nagih, bahkan, hahahha..............


Kopi & Teh. Akur ya..! Sbr foto;disini

Read More

Dia Semakin Jauh


Ketika Masih bersama

Hari ini, tepatnya pagi tadi ia bertolak menjauh dari kami. Menjauh dari saya, dari teman-temannya, dari keluarga tercinta dan dari tempat-tempat favorit yang biasa ia singgahi.

Semakin jarum jam dinding bergerak kearah kanan, maka jarak yang terukirpun akan kian jauuuuhhh ....berjuta-juta kilometer terpisah dari kami. Bahkan, ketika guratan ini dipublishpun, mungkin ia sedang berada diatas langit. Didalam burung besi yang membawanya kesuatu negri, tempat ia memulai hidup barunya kelak..

Jauh ia pergi. Bukan diluar provinsi, apalagi diluar kota. Tapi ke luar Negara.. 

Aah, jauuhnya…

Ia akan pergi ke kesatu negara yang banyak menjadi incaran wisatawan dunia. Negara yang katanya paling romantis dimuka bumi ini. Negara yang banyak objek menarik dan jadi pusat mode dunia. Dan Negara yang terkenal dengan menara Eifel-nya.

Yup, Prancis! 

Ia  pergi kesana  hari ini,  menyusul suaminya yang sudah lebih dulu bertolak ke Paris, pasca pernikahannya yang dilangsungkan bulan Juni 2013 lalu.

Findri...
Sengaja ia ngetem dulu di Jakarta pasca pernikahannya, tak langsung bergegas meninggalkan tanah kelahirannya. Karena ada hal-hal penting bin krusial  yang akan diselesaikan dulu, supaya tak ada kudeta yang macam-macam..wkwkwkwkw….( gue sok tau! )

Tapi, tak mau juga ia berlama-lama membiarkan sang suaminya kesepian dan kedinginan  di kamar yang ada didalam rumah yang akan ia tempati selama bertahun–tahun itu. Rumah yang berada disalah satu kawasan  yang ada di Prancis. *sambil ngebayangin berpose dibawah menara Eifel dan ngadem di rumah ala Bella Swan Twilight *

Ahay, lama nih gak ketemu sama si eneng ini bakal. Gak mungkin dia pulang sebulan sekali, apalagi seminggu sekali. *sambil kipasan*


Ini dia wadah antik tuk  dua album jumbonya...
Nah, kemarin malam, ia bikin pesta perpisahan kecil-kecilan buat kami, sobat-sobatnya dikantor tempat ia kerja dulu. Sambil membawa dua album besar nan tebal yang berisi foto-foto pernikahannya.

Ia juga baru melihat itu gambar, karena baru selesai dirampungkan oleh yang bertugas mengedat-ngedit dan mendesain  album yang kelak akan bercerita sendiri pada anak dan cucunya. 

Kamipun juga tentu baru bisa mencela-cela gaya aneh yang ada didalam gambar penuh makna itu, hahahha....



Wanita-wanita ini sedang melihat album sambil ngerumpi.

Yeey, pengen euy megang albumnya Findri, hehe

Dita pengen juga punya Album yang kayak gini, hehe


Ah, senangnya bisa melihat kembali acara kemegahan pesta pernikahannya dengan orang beda benua itu. Sayapun tak ketinggalan menjeprat-jepret kembali beberapa foto dialbumnya, yang saya anggap menarik tuk dijadikan kenangan-kenangan dalam handphone keren saya. Tsaaah…..


Ini salah satu halaman album yang saya fotoisasi kembali, hihihih....


 





 





Yaayy, ini dia gaya kami di pernikahan Findri... Seru habeeess...


Foto-foto diatas sungguh romantisisasi ya.. jadi mupeng, ah..hihiih.. Kami semua mengagumi gambar-gambar yang indah itu. Sampai bolak-balik melihatnya. Maklum, selama ini kami belum melihat secara utuh gambar-gambar romantis itu. Karena, Findri juga belum membagikannya di jejaring sosial. Jadi, ketika sudah melihatnya, kita semua berdecak kagum melihat gaya-gaya nyentrik wanita anggunisasi ini ketika ia jadi pengantin, hihihi. Dan album itu, akan ia bawa ke Prancis, tempat sang mertua, hidiwww.....

Ah, sembari menulis ini, jadi teringat beribu kenangan bersama doi. Mulai dari karoke gila-gilaan, nongkrong sampe larut di Sky Dinning Plaza Semanggi, ngobrol berjam-berjam (sambil makan, pastinya) di Sky Dinning Mall Casablanca, ngelilingi Mall kelapa gading dan nongkrong di Lapiaza, ngerumpi di Starbuck Coffe sambil rebutan kursi sama pengunjung lain dan foto-foto narsis. Sampai membuat kami melek mata terhadap merk-merk baju branded yang ada di Mall Grand Indonesia serta memperkenalkan dimana outlet sepatu-sepatu murah tapi berkualitas di FX Mall. 

Bahkan, nama-nama menu yang ada di Pizza Hut dan seperti apa penampakan "cemilannya", saya juga tau dari Findri, karena doi dan teman satu lagi yang bernama Franto, sering mengajak dan mentraktir kami disana. Terimakasih Neng Findri, kita jadi nambah wawasan. Saya baru sadar, kalau selama ini rupanya telah berteman dengan seorang sosialita....hahhahha...


Ketika makan bersama di salah satu resto, eh masih ada Findri..


Nongkrong di mall Casablanca dari sore mpe gelap. hihihi..

Ngemil  jor-joran di Sky Dinning Semanggi, juga sampe hari gelaaapp. hehehe


Oh, iya… yang pengen tau cerita tentang pernikahan Findri dan suaminya yang bule, sila baca disini ya….
 

Findri nelpon Pizza Hut. Seriusnya!
Eh, sambil melihat-lihat albumnya, Findripun memesan pasta-pastaan di Pizza Hut via delivery, sebagai suguhan dimalam kumpul bersama sebelum ia akan “menghilang” dalam waktu yang …. ah..entah kapan  akan ketemu lagi sama gadis….eh, kan udah gak gadis lagi ya, maksudnya dengan wanita berambut panjang ini.

Karena ini malam terakhir kami bercanda bersama, maka acarapun diisi dengan foto gila-gilaan dikantor dengan mengeluarkan pose yang aneh-aneh dan dari beragam kamera. Mulai dari kamera beneran alias kamera digital, kamera Hp sampai kamera Tab, punya siapa-dan siapa gitu,deh.Yang pasti bukan punya tetangga sebelah, ahahaha...

Dan siapakah  yang dengan sabar menjeprat-jepret kami di malam narsis itu? Yang jelas bukan manusia, tapi.....tehnologilah yang sabar dan taat pada perintah kami. Ya, pada saat terjadi konspirasi antara manusia dan lensa, semua kamera yang digunakan  disetting memakai timer, supaya tercipta harmonisasi persahabatan yang lebih kental lagi. Selain itu, supaya kami berlima bisa masuk semua dalam satu frame, tanpa ada  kontroversi hati yang kecewa karena salah satunya cuma kebagian motret  doang, misalnya.

Ya, selagi kelimanya bisa di jepret dalam satu bidikan sinar lampu kamera, itu lebih baik dong, supaya tak mempersuram salah satu wajah yang tak kebagian masuk dalam frame.

Yang pasti, kita melakukan semua itu demi menginginkan keadaan yang stabil demi terciptanya konspirasi kemakmuran dan labil ekonomi yang mantap…(nah, lo..kalimat ini oh..sungguh tak ada hubungannya dengan tema tulisan…)

Maklum, kala  hari biasa saja kami narsis kalau sudah berada di depan kamera , apalagi ini malam perpisahan doi.. Ya, kapan lagi mau seru-seruan dan menambah rangkaian kenangan yang manisssss, semanis wajah kami berlima malam itu, dengan lipstik merah membara menghias bibir sexy kami. 

Bibir Sexy merah membaraisasi


Ada kali ratusan gaya yang berhasil diabadikan malam itu….beneran, lo….

Kami, eh…terutama saya  sampai capek lo berpose ria. Sempat kehabisan gaya dan kehilangan ekpresi. Soalnya udah dikeluarin semua-muanya….. Bingung mau ekpresi yang gimana  lagi. Dari ekpresi cemberut ala model, ketawa riang kayak habis dapet lotre, pura-pura senyum dikulum, wajah dimanyun manyunin, bibir yang dimonyong-monyongin, sampe ekperesi jelek-jelekan wajah. Haduuhhh… Ini mah kayaknya masa ABG belum puas semua ya… Hahhaha...

Ini dia salahsatu hasil dari ratusan foto-foto itu...

Pose Konspirasi penuh keharmonisisasian....

Ini gaya yang sedang normal, hihihih



Malam yang rame dan indah kemarin, ya. Susah tuk terulang lagi…..Hanya foto-foto narsis saja yang bisa menjadi penawar rindu untuk Neng Findri..yang sudah meninggalkan Indonesia Raya ini…….

Semoga mesti tubuh dan wajahnya kini tlah terpisah jarak dan "menjauh" dari kami, tapi hati kita tetap berdekatan. Ah, busyet dah, sok puitis nih kalimatnya...hihihi

Selamat jalan ya….semoga selamat sampai tujuaaann….

Kami pasti kangen sama kamyuuuu……


Saya bersama Findri....


Sbr foto:

-koleksi Findri, &Wydia
-Koleksi pribadi
Read More

30 Hari Itu Tuntas



Ilustrasi : Penanggalan. Sbr foto; disini
Eh, Alhamdullilah, kemarin ..... akhirnya berhasil juga menyelesaikan tantangan 30 hari ngeblog nonstop yang diadakan oleh Blogdetik dan Dblogger Community.
Aw, 30 hari nonstop ketak-ketik keyboard. 30 hari pula wajib publish tulisan, yang sesuka hati ingin meluncurkan tema dan judul apa. Asal bermanfaat dan positif pastinya. Sayapun benar-benar nonstop menjalankannya. Tanpa ada libur, atau alpa. Cihuyy.
Ya,selagi saya bisa menulis setiaa hari, kenapa mesti harus ada kekosongan atau “jeda” Meski hanya untuk 3 hari saja, misalnya. Sebagai tenggang waktu yang dimaklumi oleh blogdetik bagi peserta yang ingin absen sejenak. Lagian, satu hari saja kita absen, sebenarnya itu sudah melepas peluang kita untuk menambah tulisan yang diharap bakal nangkring di Headline. Tempat yang diincar oleh banyak peserta.
Wuih, benar-benar menguji otak tuk menemukan ide dan penghembangan tulisan. Benar-benar menempa disiplin diri dan belajar menaklukkan diri juga. Mengesampingkan rasa malas dan pura-pura gak tau kalau kantuk sudah datang.
Saking fokusnya update tulisan di blogdetik, hingga blog pertama saya inipun, jarang dikunjungi dan dibelai, hahahha.. Ya, karena semua tulisan yang diupdate, larinya ke blogdetik semua.
Ahay.., berhasil menuntaskan ajang ini, saya serasa jadi pemenangnya, lo. Ya pemenang untuk diri sendiri, tentu . Peserta lain juga pasti merasakan hal yang sama.
Meski, sudah dipastikan saya tak akan berhasil menggondol hadiah lima jeti itu, karena tulisan saya kebagian mejeng di kolom headline cuma satu kali, hihihi. Bisa dilihat disini tulisan saya yang beruntung dan tak dijagokan kalau bakal masuk HL itu. Ya, meski hanya satu kali kecipratan mejeng di HL, itupun bersyukur lo, karena ada banyak peserta yang tak pernah merasakan gimana girangnya ketika judul tulisan kita terpampang cetar membahana di HL dengan gagahnya, selama ajang ini berlangsung.
Tapi, saya juga sudah bisa menebak, siapa yang bakal jadi juara utamanya, yang akan riang gembira mendapatkan hadiah 5 juta. Karena postingannya, menurut pantauan saya, ada 5 kali bahkan lebih nongkrong di Headline. Emang bagus kok ide dan penjabarannya. Sepertinya, dia sudah handal dan terbiasa menulis. Selamat ya, untuk kamu, yang karyanya sering mejeng di HL lebih dari 5 kali. Mudah-mudahan tebakan saya tak salah. Karena tulisannya emang bagus, dan gaya kalimatnyapun menarik. Saya perlu belajar dari kamu, wahai blog yang berinisial MBS. Kalau dugaan saya salah, ya maaf ya, hehehe...
Pujian juga saya alirkan untuk teamn-teman yang pernah nongkrong di HL dua kali atau lebih. Itu sudah hebat, lo. Big applause untuk Pak De Cholik, anitashiva88, edikusumawati, abangoji, catcilku, ilarizky, dan masih banyak lagi teman-teman yang tulisannya berkali kali-kali nongkrong di HL. Waduh, kok saya kayak dewan juri saja ya..., wkwkwkkw... Ya, namaya juga buka blogdetik tiap hari, jadi, ya sering nemuin nama-nama ini yang nongkrong dispace utama.
Selamat juga buat teman-teman yang selalu mempublish postingan dengan satu tema secara konsisten selaam 30 hari ini. Peluangnya juga besar, karena ada nominasinya yang bakal diperebutkan juga untuk itu.
Ehm, kapan ya pengumumannya ? Semua pasti menanti. Karena penasaran , hihihi..
Saya juga penarasan, ada brp banyak peserta yang gugur ya...??
Ok, finally....
Terimakasih banyak sebanyak-banyaknya buat Blogdetik dan Dblogger Community yang telah suskes menyelenggarakan lomba ini, diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh nusantara. Semoga perjuangan dan pertemanan kita bisa berlanjut di Kopdar Nusantara nanti, kalau sendainya jadi dilaksanakan, hehehe......
Okehh....salam kompak ya buat semua teman-teman yang ikut tantangan ini sejak awal. Yang juga punya blog lain selain blog detik, seperti saya, hehehe..
Lanjutkan terus menulis. Semoga makin terasah dan terarah, dengan pembelajaran yang sudah kita dapatkan selama 30 hari ini.
Dengan tuntasnya ajang ini, itu artinya, blog hijau ini, akan kembali mendapatkan sentuhan kasih sayang dari saya, hehehehe. Maklum, saya belum terlatih tuk buat tulisan yang banyak dalam satu hari. Makanya, saya belum bisa berbagi tulisan untuk dua blog yang masih baru ini. Tapi, bukan bearti blog saya yang di blogdetik, tak akan saya sentuh lagi. Tentu masih dong,ya. Justru, ini semakin menambah tantangan tuk diri sendiri dengan punya dua blog yang harus dirawat,
Dan, seperti janji saya pada tulisan sebelumnya, ketika berhasil menyelesaikan tantangan ini tanpa jeda satu haripun, maka saatnya saya mengembangkan senyuman... Senyum yang selebar-lebarnya, karena saya bahagiaaaaaaa.....
Yes!!




Read More