Pake tangan, lebih bersih !


Yuk nyuci baju!


No Laundry !


No mesin cuci!


No pake jasa tukang cuci!



Mencuci baju sendiri, bagi saya adalah jaminan mutu untuk kebersihan, kesucian, keawetan dan keutuhan baju.

Karena memegang prinsip itu, so... sampai sekarang saya tak pernah menggunakan jasa laundry, apalagi memakai mesin cuci atau mencari orang agar bersedia memberikan jasanya untuk membersihkan pakaian kotor saya yang hanya beberapa helai itu. Karena bagi saya, mencuci baju dengan menggunakan tangan dan tenaga sendiri, lebih bersih dan terjaga !

Apalagi saya belum menikah, tentu tak begitu banyak baju kotor yang dihasilkan atau yang harus saya cuci, meski seminggu sekali saya mencucinya. Kenapa harus seminggu atau dua kali semingggu? Karena saya harus menghemat detergent dan air. Kalau kita mencuci setiap hari dengan hanya 3 atau 4 lembar baju, tentu ini akan lebih memborskan air dan detergent, ketimbang kalau mencuci langsung dalam jumlah banyak. Itu alasannya. Selain itu, semangat cuci baju saya, ya munculnya emang seminggu atau dua kali seminggu, hahahhaa.... *diketawainsekampung*


 
Rendaman cucian saya!

Nyuci baju sama dengan olahraga, lo!

Kalau nyuci baju cuma 4 lembar, gak kerasa euy capeknya. Saya justru sengaja nyuci yang banyak sekalian, karena ingin mengeluarkan keringat dalam tubuh, pengganti ngegym, hehehhe.... Seringkali kalau saya mencuci, sampai seukuran ember besar penuh! Dua ember bahkan! Tapi tetap saya lakukan secara non stop. Saya puas sekali kalau sudah menuntaskannya dengan tenaga sendiri.! Keringat bercucuran layaknya habis berlari 6 putaran lapangan sepak bola Gelora Bung Karno, Jakarta, hehehe.. 
 
Iya tuh, nyuci baju itu sama saja dengan kita berolahraga, lo. Nah, kalau menurut Cynthia Sass, ahli gizi di The Early Show yang saya ambil dari artikel di web liputan 6.com, mencuci pakaian bisa membakar 72 himgga 100 kalori, apalagi kalau cuciannya banyak. Tentu akan bertambah banyak juga kalori yang terbakar. Dan ini setara dengan berlari di treadmill dengan kecepatan sedang selama 25 menit-an.

Sementara kalau menyetrika selama 30 menit akan menurunkan sekitar 70 kalori. Bahkan kalau kita mencuci piring dengan mesin selama 30 menit, bisa membakar 105 kalori, dan mencuci dengan tangan memakan 160 kalori. Nah, bearti sehat toh kalau melakukan pekerjaan rumah tangga. Jadi, kenapa mesti malas??

Itu baru keuntungan dalam hal bakar membakar kalori, lo.

Belum lagi, kalau kita lihat dari sisi 'keamanan' baju.


Bagian yang kotor, harus diberi perhatian extra

Cuci baju pake tangan, lebih bersih!

Kalau kita mencuci baju sendiri, otomatis kita akan tau dong, dimana bagian baju kita yang kotor atau perlu disikat. Terkadang, meski sudah direndam dengan detergent, yang katanya 'bisa mencuci sendiri' itu, ada beberapa jenis pakaian, yang kotorannya tetap menempel, atau gak hilang meski udah direndam dalam waktu yang cukup lama, satu jam misalnya. Seperti bahan jeans, jaket, atau kaos. 


Nah, karena kita tau letak kotorannya dimana dan seperti apa, tentu kita bisa menyikat atau membersihkan lebih extra dibagian kotor tersebut. Coba kalau ngelaundry, ya gak akan mungkin bisa memberikan perhatian lebih pada bagian tersebut. La, wong biasanya kalau pake jasa laundry, kan pake mesin cuci,tuh..., jadi ya bajunya diudek-udek aja sama itu mesin, tidak spesifik "mencari" kotoran yang menempel kuat di pakaian kita.

Belum lagi, mana kita tau kalau ditempat kita ngelaundry, siapa tau baju kita bercampur dengan baju kotor milik orang lain. Kalau kotornya baju orang lain itu dalam skala biasa-biasa saja, ya masih mendingan. Coba kalau kotornya karena lumpur misalnya, trus digabung dengan baju kita yang hanya kotor karena keringat atau debu, yaa..bisa kena getahnya, dong.!

Apalagi kalau seandainya baju tersebut adalah baju dari orang yang punya penyakit kulit, misalnya..iiiihh..bisa-bisa ketularan, bo...Sereem kan..?

Mencuci sendiri, pasti tau harus membilas berapa kali

Ketika sudah menyerahkan pakaian ke laundry, kita gak tau bagaimana cara perusahaan atau jasa laudry memperlakukan baju kita. Dari kebersihan air yang digunakan,misalnya. Sebagai contoh, kalau boleh kita mengambil pikiran yang negatif dulu deh, bisa saja saja mereka membilasnya hanya satu kali doang (kita tidak melihat proses mereka ngelaundry baju kita, toh? ) Kalau saya sih, kurang nyaman ya, kalau membilas baju hanya satu kali. Selain sudah terbiasa, bilas dua kali juga hasilnya akan lebih bersih.

Meski sekarang sudah ada pelembut pakaian yang mengklaim bisa menghilangkan busa pada pakaian dengan membilas hanya satu kali saja, tapi, saya mah masih punya keyakinan membilas dua kali, itu lebih baik dan lebih afdol. Harga mati, dah ! Kecuali, kalau kita emang kekurangaan air disaat musim kemarau, misalnya. Ya, keadaannya begitu mah, mau gak mau harus hemat air. Dan mau gak mau juga harus bilas cuma satu kali. Itupun rasanya.....gimana gitu ya...hehehhe..

Yang disukai orang dengan jasa laundry....Adalah Bonus Setrika!

Okelah, kalau kita mencuci baju di laundry, maka kita akan mengambilnya dengan kondisi rapi dan kinclong, karena sudah disetrika. Namun, kita tidak tau apakah energi atau uap panas yang digunakan ketika menyetrika sudah tepat berdasarkan bahan baju atau kain kita? Bisa saja, mereka menyetrikanya dengan panas yang berlebihan untuk baju yang berbahan tipis, misalnya. Wah, bisa-bisa bahan baju dan warnanya bsia cepat rusak dan memudar, lo!

Lagian juga, kalau kita menyetrika baju sendiri, seperti yang saya sebutkan diatas tadi, selain bisa membakar kalori, kita juga bisa atur setelan panas yang pas untuk baju-baju kesayangan Jadi lebih terjamin keawetan baju.

Jadi Hemat tanpa Laundry

Dengan mencuci baju sendiri, hemat pasti akan didapat! Karena tak perlu membayar jasa laundry. Walau, memang sih, sekarang jasa laundry agak murah. Satu kilo cuma 5 ribuan, ada yang 3 ribu, bahkan! Satu kilo itu, kalau ditimbang, dapet 5 atau 6 baju ukuran dewasa kali ya. Jadi, kalau 2 kilo bisa sepuluh baju. Berarti, hanya mengeluarkan uang sepuluh ribu doang, tapi sudah beres semua, tanpa perlu bercapek ria mengeluarkan tenaga untuk cuci baju, mantau jemuran dan menyetrika.

Ehm....memang sih, kalau melihat dari faktor murah dan simpelnya laundry., ya pasti tergiurlah kita untuk memanfaatkan kemudahan tersebut. Malah, teman satu kos saya, kalau mau ngelaundry, dia menelpon petugas laundrynya untuk datang kekosan buat ngambil baju kotornya. Saking pengen simpelnya dan gak mau susah.

Saya kadang nyengir sendiri melihatnya. Mau nganter baju kotor ke laundry aja, malesnya ini orang.... sampe harus merepotkan si tukang laundry yang harus datang ke kosan, tuk menjemput baju sang gadis yang masih muda, tenaga masih kuat, belum punya anak dan suami, dan belum ada pula yang diurus, kecuali mengurus dirinya sendiri.. ...ck..ck..ck.ck..ck

Nah,  teman kos saya yang lainnya, beda lagi. Dia mengambil jasa tukang cuci yang rumahnya tak jauh dari kosan kami. Statusnya sama kayak saya. Masih gadis, belum punya anak, dan banyaaaaaak sekali waktu luang...Namun, enggan mencuci baju sendiri, dan ngandalin tenaga orang lain, mentang-mentang sudah bisa ngupah. dudududu... ...Gak cuma itu, kalau hasil cucian si tukang cuci tadi dianggapnya gak bersih, keluarlah omelan bawelnya, bak emak-emak yang sudah punya anak 5 !


Mencuci sendiri, lebih bersih ! 

Ehmm..meski banyak "keuntungan" yang didapat dengan melaundry, tapi...saya sih tetap suka mencuci baju pake tangan dengan tenaga sendiri! Bahkan, tuk mencuci baju pake mesin cucipun, saya kurang tertarik. I love cuci baju pake tangan, deh....hahahaha.....

Saya sedang mencuci baju, hihihi!


Mungkin Anda yang sering menggunakan jasa laudry dan sudah punya momongan, akan bilang ke saya. : " Ya enak, kamu masih gadis, makanya belum perlu bantuan laundry, tapi kalau sudah berkeluarga, maka kamu akan butuh juga jasa laundry, karena tugas yang menumpuk dan terbagi-bagi.."!

Ya, bisa saja seperti itu....

Saya juga gak menutup kemungkinan, kalau saya sudah berumah tangga dan punya anak (banyak) maka saya akan ngelaundry juga ujung-ujungnya...hehehe..

Namun, saya tak mau manja... Selagi, masih kuat untuk semangat mengerjakan pekerjaan rumah dengan tangan sendiri, maka saya tetap akan lakukan sendiri. Cihuuyy..!!!

Mungkin yang membuat saya kekeuh tuk nyuci baju sendiri, adalah kebiasaan saya yang sudah saya lakukan sejak kecil. Ya dari umur 10 tahun, ketika saya sudah bisa mandiri mencuci baju sendiri, maka sejak itu sampai sekarang saya justru ogah kalau baju saya dicucikan orang lain. Takut gak bersih! Itulah alasannya. Kecuali, kalau memang ada orang yang berbaik hati mau mencucikan baju saya, yaa.... Itu mah lain lagi ceritanya, hehehe,,..

Yang penting, saya tidak menyuruh !

Lagian, bermain dengan busa hasil rendaman baju, bagi saya itu asyik sekali , lo. Ada kenikmatan tersendiri. Yuhu.....

Yuk, mari cuci baju....tapi pake tangan ya....supaya lebih bersih, plus sekalian olah raga.....Aseek.... 


Pake tangan, lebih oke, lebih cetar!

 
Foto; Koleksi Pribadi 


No comments :

Post a Comment

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?