Surat Cinta Yang Menampakkan Diri



Kertas merah jambu bercorak bunga mawar itu, menyembul diantara tumpukan buku-buku pelajaran sekolah, ketika seorang gadis tomboy membereskan kamar mungilnya yang sudah 5 tahun tak ia tempati. Debu dan jaring-laba-laba merajelela dimana-mana, menyambut sang tuan kamar yang baru saja hadir di ruangan bercat hijau itu. Selama ini, kamar yang terletak dilantai dua rumah mewah itu terkunci rapat! 

Dengan ragu, jemari lentiknya mengambil kertas berlipat dua yang telah tertutup debu itu. Kondisinya masih baik! Tulisannya juga dapat terbaca dengan jelas. Perlahan ia buka. "Heh, aku sangat mengenal tulisan ini", ia bicara pada dirinya sendiri, sambil duduk dikasur empuk yang tlah lama tak ia tiduri. 

Oh, surat cinta dari sang pujaan hati ketika ia masih memakai seragam putih abu-abu, ternyata. Tinta biru yang tergores di lembar kertas yang penuh ungkapan perasaan kasih, di senja itu, ia lihat kembali. Baru dua kalimat yang terbaca. Namun, airmata sudah tak tahan lagi untuk tumpah dari kedua mata indahnya. Tulisan itu menusuk hatinya. Mendalam! Sudah lima tahun ini ia tak menangis.
 

Sbr foto; disini
Siska, Gadis yang sedang bersedih  itu, mencoba melupakan semuanya.

Segala kenangan indah yang tercipta selama 3 tahun bersama sang kekasih, pria tampan yang baik, bernama Bayu Lesmana. 

Mereka menjalin kasih sejak awal duduk dibangku SMU, hingga menyelesaikan pendidikan disekolah yang sama. Saling berbagi dan mencintai. Walau, saat itu banyak orang yang bilang perasaan kasih mereka hanya cinta monyet belaka. "Masih ABG kok serius amat sih pacarannya!', begitulah komentar orang-orang yang melihat kemesraan mereka. Tapi, tidak bagi Siska dan Bayu, yang merasa sudah ada ikatan hati satu sama lain. Suka duka mereka lalui, meski hubungan keduanya tak mendapat restu dari orang tua Siska.

Bayu anak orang tak mampu. Sementara keluarga Siska adalah anak orang terpandang yang punya segalanya. Karena gengsi dan malu, kalau anak gadisnya  benar-benar berjodoh dengan keluarga yang dianggap tak sederajat, maka cinta kasih merekapun tak disetujui. 

Bayu, tak boleh datang kerumah gadis pujaannya.  

"Mama gak ngijinin kamu berhubungan lagi dengan laki-laki itu, ya! Kamu  bisa mencari pacar yang lebih baik dari dia!" Titah keras itu digelontorkan untuk anak gadis sematawayangnya, 5 tahun lalu. 

"Tapi, Ma......", Siska tak bisa melanjutkan kata-katanya. Karena tau, larangan orang yang melahirkannya tak boleh dilanggar! Ia hanya bisa terpaku dan diam, demi bakti kepada kedua orang tua.

Hari itu, Siska pulang dari Surabaya, setelah berhasil menamatkan pendidikan sarjana tehniknya di salah satu Universitas ternama diKota besar itu.

Kini, ia  telah sampai kembali ke Bandung, kota kelahirannya, yang telah ia tinggalkan  sebelum belajar di perguruan tinggi.

Gadis manis ini berharap, bisa melupakan sang kekasih yang telah mengisi hari-harinya ketika masih bergelut dengan masa SMA. 

Namun, ternyata, kenangan yang hampir memudar itu muncul kembali, karena selembar Kertas merah jambu yang menampakkan dirinya senja itu, ketika ia akan memulai menata hati, merangkai kisah baru. Surat cinta itu membangkitkan kembali kenangannya bersama pria yang ia cintai, meski tak mungkin lagi dimiliki. 

Bahkan, ia tak tau dimana keberadaan laki-laki gagah yang telah ia anggap sebagai Kapten Bhirawanya. 

"Apakah ia sudah menikah? Dimana ia sekarang?" hati kecil Siska bertanya, sambil meremas kertas penyanyat hati itu. Namun, ia tak mau mengorek jawaban lebih jauh....



Cerita diatas, adalah fiksi...

Ya, ceritanya, saya baru belajar nulis fiksi, hehehhe..

2 comments :

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Flash Fiction Senandung Cinta.

    Ikuti juga Kontes Unggulan Blog Review Saling Berhadapan di BlogCamp (http://abdulcholik.com)

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete

Hai teman-teman...

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap dihati. Okeh..?